Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Memilih Elemen Ruang Tamu yang Tidak Sekadar Pajangan

3 min read
5 Cara Memilih Elemen Ruang Tamu yang Tidak Sekadar Pajangan
ilustrasi ruangan scandinavia (unsplash.com/Lisa Anna)
  • Pilih furnitur multifungsi, seperti ottoman dan meja berlaci, agar ruang tamu tetap praktis tanpa mengorbankan tampilan interior.
  • Gunakan dekorasi yang mendukung aktivitas dan kenyamanan, seperti lampu untuk pencahayaan, karpet pembentuk area duduk, bantal sofa, serta tirai pengatur cahaya dan privasi.
  • Sesuaikan penyimpanan dan elemen dekoratif dengan kebiasaan penghuni agar ruang tetap rapi, personal, serta benar-benar digunakan sehari-hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ruang tamu tidak hanya membutuhkan elemen yang menarik secara visual, tapi juga benda yang mampu mendukung aktivitas sehari-hari. Pajangan memang dapat memperkuat karakter ruangan, tetapi terlalu banyak dekorasi tanpa fungsi justru membuat ruang terasa penuh.

Karena itu, setiap elemen sebaiknya dipilih dengan mempertimbangkan kegunaan, kenyamanan, sekaligus nilai estetikanya. Berikut beberapa cara agar elemen ruang tamu tidak berhenti sebagai pajangan semata. Inilah yang membuat ruang tamu aesthetic namun fungsional.

  1. 1. Pastikan furnitur memiliki fungsi ganda

    https://unsplash.com/id/foto/ruang-tamu-dengan-perapian-koLQ6-45B3k
    ilustrasi ruang rustic moden (unsplash.com/Zac Gudakov)

    Furnitur multifungsi dapat menjadi pilihan ketika ingin menjaga ruang tetap praktis tanpa kehilangan daya tarik. Ottoman, bisa digunakan sebagai tempat duduk tambahan sekaligus meja kecil ketika diberi baki di atasnya. Begitu pula meja samping dengan laci yang dapat dimanfaatkan untuk menyimpan benda-benda kecil.

    Kehadiran furnitur semacam ini membuat setiap bagian ruangan memiliki peran. Bentuk dan materialnya tetap dapat dipilih sesuai gaya interior sehingga fungsi tidak harus mengorbankan estetika.

  2. 2. Gunakan dekorasi yang mendukung aktivitas

    https://unsplash.com/id/foto/sofa-putih-dan-meja-tengah-kayu-coklat-5a7URgkummE
    ilustrasi ruang tamu (unsplash.com/Collov Home Design)

    Dekorasi sebaiknya tidak hanya mengisi bidang kosong, tetapi juga mendukung kegiatan yang berlangsung di ruang tamu. Lampu meja atau lampu lantai dapat menjadi elemen dekoratif. Sekaligus memberikan pencahayaan tambahan ketika membaca atau berbincang.

    Begitu pula karpet bukan sekadar pemanis lantai. Elemen ini dapat membantu membentuk area duduk. Sekaligus memberikan tekstur yang membuat suasana terasa lebih nyaman. Dengan cara tersebut, dekorasi hadir sebagai bagian dari pengalaman menggunakan ruangan

  3. 3. Manfaatkan elemen penyimpanan yang menarik

    https://unsplash.com/id/foto/ruang-tamu-yang-dipenuhi-dengan-furnitur-di-sebelah-jendela-LeDsIURtKg4
    ilustrasi ruangan scandinavia minimalis (usnplash.com/Alex Tyson)

    Ruang tamu sering membutuhkan tempat untuk menyimpan remote, majalah, buku, atau berbagai benda kecil. Daripada menambahkan wadah penyimpanan yang terasa terpisah dari konsep interior, pilih elemen yang sekaligus memiliki nilai visual.

    Rak terbuka, kabinet rendah, atau meja konsol dapat menjadi pilihan. Bentuknya bisa disesuaikan dengan gaya ruangan, sementara ruang penyimpanannya membantu menjaga permukaan tetap rapi. Elemen tersebut akhirnya berfungsi sebagai bagian dari komposisi interior sekaligus solusi penyimpanan.

  4. 4. Mengutamakan elemen yang memberi kenyamanan

    https://www.pexels.com/photo/modern-open-plan-living-room-and-kitchen-area-34909556/
    ilustrasi ruangan cozy (pexels.com/Gerdiephotography)

    Tidak semua elemen fungsional harus berkaitan dengan penyimpanan. Kenyamanan juga merupakan fungsi penting dalam ruang tamu. Bantal sofa dapat memperkaya warna dan tekstur sekaligus membuat tempat duduk terasa lebih nyaman.

    Tirai juga memiliki peran serupa. Selain memperindah tampilan jendela, keberadaannya dapat membantu mengatur cahaya dan memberikan privasi. Dengan mempertimbangkan fungsi kenyamanan, pilihan elemen dekoratif menjadi lebih relevan dengan kebutuhan penghuni.

  5. 5. Pertimbangkan kesesuaian dengan kebiasaan penghuni

    https://unsplash.com/id/foto/ruang-tamu-modern-yang-bergaya-dengan-sofa-melengkung-dan-pencahayaan-yang-elegan-Ot_1Pz4Gp5c
    ilustrasi ruang modern klasik (unsplash.com/David Kristianto)

    Elemen terbaik adalah benda yang benar-benar sesuai dengan cara ruang tamu digunakan. Jika penghuni sering membaca, rak buku dan lampu baca bisa menjadi bagian penting dari ruangan. Jika ruang tamu lebih sering digunakan untuk berkumpul, meja yang mudah dijangkau dari sofa mungkin lebih bermanfaat.

    Pendekatan ini membuat pemilihan dekorasi terasa lebih personal. Benda yang hadir bukan sekadar mengikuti tren atau memenuhi sudut kosong. Tapi memiliki hubungan dengan aktivitas sehari-hari. Hasilnya, ruang tamu dapat terlihat tertata sekaligus terasa hidup dan digunakan.

    Memilih elemen ruang tamu bukan tentang mengurangi dekorasi sebanyak mungkin. Tetapi memastikan setiap benda memiliki alasan untuk berada di sana. Ketika fungsi, kenyamanan, dan estetika berjalan bersama, ruangan akan terasa lebih terarah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian

Related Articles

See More