ilustrasi penyandang disabilitas (pexels.com/Eren Li)
Masih ada anggapan bahwa penyandang disabilitas merupakan kelompok dengan kebutuhan yang seragam. Padahal, kondisi dan tantangan yang dihadapi setiap individu bisa sangat berbeda. Kebutuhan pengguna kursi roda tentu tidak selalu sama dengan penyandang tuli, tunanetra, atau penyandang disabilitas lainnya.
Cara pandang yang terlalu menyederhanakan ini sering membuat kebutuhan tertentu terlewatkan. Sebuah tempat mungkin sudah menyediakan jalur kursi roda, tetapi belum memiliki informasi visual yang memadai bagi penyandang tuli. Di tempat lain, informasi tersedia dengan baik, tetapi akses fisiknya masih sulit digunakan. Memahami bahwa kebutuhan setiap orang dapat berbeda merupakan bagian penting dari kesadaran disabilitas. Semakin banyak perbedaan yang dipahami, semakin besar pula peluang menciptakan lingkungan yang nyaman dan inklusif bagi semua orang.
Membangun lingkungan yang ramah bagi penyandang disabilitas tidak selalu membutuhkan perubahan besar atau biaya yang mahal. Banyak hambatan justru muncul dari kebiasaan yang tanpa sadar menyulitkan penyandang disabilitas. Dengan mulai memperhatikan cara berinteraksi dan menggunakan ruang publik, setiap orang dapat ikut berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, aman, dan setara bagi semua.