Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Parfum Makin Disukai, ParagonCorp Fokus pada Pengembangan Petani Nilam

Parfum Makin Disukai, ParagonCorp Fokus pada Pengembangan Petani Nilam
Deputy CEO & Chief R&D Officer ParagonCorp, Sari Chairunnisa dalam acara Indonesia Sumit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
Intinya Sih

  • ParagonCorp memperluas fokus ke industri parfum dengan mengembangkan petani nilam di Aceh dan Sulawesi, serta berpartisipasi dalam program internasional untuk mendukung keberlanjutan bahan baku lokal.
  • Melalui peluncuran Smart Lab 2.0 berbasis AI, ParagonCorp mempercepat proses formulasi produk kosmetik agar lebih adaptif terhadap tren dan kebutuhan konsumen masa kini.
  • ParagonCorp menegaskan komitmen sustainability lewat tiga pilar utama: pengurangan emisi karbon, efisiensi konsumsi air, serta penggunaan bahan dan kemasan yang lebih ramah lingkungan dan dapat didaur ulang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Sebagai 'pemain' besar di sektor industri kecantikan, ParagonCorp terus memberikan berbagai inovasi yang relevan dengan tren masa kini. Hal ini diungkapkan langsung oleh Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, Sari Chairunnisa, kepada IDN Times pada Kamis (18/6/2026) di momen Indonesia Summit 2026 di The Tribrata Dharmawangsa.

Dari inovasi ekosistem Smart Lab hingga komitmen sustainability yang dijalankan secara bertahap dan transparan, ParagonCorp mulai merambah pada kontribusi di industri parfum lewat pengembangan petani patchouli atau nilam. Berikut cerita dari Sari.

1. Parfum makin disukai, Paragon fokus pada pengembangan petani nilam

Deputy CEO & Chief R&D Officer ParagonCorp, Sari Chairunnisa dalam acara Indonesia Sumit 2026.
Deputy CEO & Chief R&D Officer ParagonCorp, Sari Chairunnisa dalam acara Indonesia Sumit 2026 (IDN Times/Febriyanti Revitasari)

ParagonCorp terus melihat apa yang sedang populer dan dibutuhkan oleh masyarakat. Salah satunya adalah parfum. Menurut Sari, Indonesia punya bahan baku terbaik yang bahkan dipakai untuk parfum brand luar negeri.

"Konsumsinya (parfum) kan memang meningkat. Sebetulnya, elemen yang dipakai parfum, bahkan parfum dari luar negeri itu, sumbernya di Indonesia, di Aceh, di Sulawesi," ujar perempuan yang bergelar Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi dan Estetika tersebut.

Sari mengungkapkan bahwa Paragon sekarang ingin memberikan edukasi agar industri bahan baku bisa saling sharing dengan petani patchouli. Baru-baru ini, Paragon berpartisipasi di Partnership for Forest di London untuk mengembangkan petani patchouli atau nilam.

"Jadi, mungkin belum yang produk fokus ke satu brand parfum saat ini, tapi ya kita masih terus mengembangkan sih," jawabnya ketika ditanya apakah Paragon akan mengembangkan lini khusus parfum di saat tren parfum meningkat

2. Paragon terus berinovasi demi kepuasan konsumen

Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp
Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp (IDN Times/Febriyanti Revitasari)

Industri kecantikan Indonesia selalu berubah dan berkembang. Untuk terus bertahan, ParagonCorp selalu beradaptasi dengan dinamika perubahan tren guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baru-baru ini, Paragon baru saja meluncurkan Smart Lab 2.0. Ekosistem ini memanfaatkan AI untuk mempercepat proses formulasi. Sari mengatakan bahwa inovasi ini bertujuan untuk membangun sistem R&D yang lebih adaptif.

"Ketika konsumen memilih produk, saat ini itu kan udah gak bisa konvensional cuma nyoba-nyoba lipstik di tangan. Jadi, kita mengembangkan Smart Lab agar lebih banyak tools sehingga lebih nyaman," kata sosok yang menjadi salah satu pembicara dalam Indonesia Summit 2026 itu.

Ia melanjutkan, "Saat ini fokusnya di kosmetik. Jadi, sifatnya alat-alat yang enchancing performance produknya."

3. Soal sustainability, Paragon berpegang teguh pada tiga pilar ini

Deputy CEO & Chief R&D Officer ParagonCorp, Sari Chairunnisa dalam acara Indonesia Sumit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
Deputy CEO & Chief R&D Officer ParagonCorp, Sari Chairunnisa dalam acara Indonesia Sumit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Di sisi lain, ParagonCorp juga terus memperkuat komitmen mereka terhadap aspek sustainability. Paragon sendiri berpegang teguh pada beberapa pilar sustainability yaitu emisi karbon, konsumsi air, dan produk yang terbagi menjadi bahan baku dan kemasan.

"Saat ini, yang udah tercapai targetnya itu adalah kita mengurangi komponennya sehingga dia lebih recyclable. Kan kalau packaging kosmetik tuh banyak printilannya, kita coba kurangin," ujarnya.

Selain itu, Sari juga mengungkapkan bahwa Paragon saat ini juga memiliki target mengurangi penggunaan virgin plastik dengan memakai yang recycleable. "Kita mencoba inisiatif-inisiatif untuk membangun ekosistemnya. Jadi, kita ada tempat untuk membuang sampah kosmetik biar bisa ditarik, terus bisa kita recycle gitu," tutupnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriyanti Revitasari
EditorFebriyanti Revitasari

Related Articles

See More