Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kebiasaan Tradisional yang Kini Dianggap Tidak Sopan oleh Gen Z
ilustrasi perlakuan tidak sopan (pexels.com/keira burton)
  • Gen Z menilai norma tradisional tertentu sudah kurang relevan, lalu membentuk ekspektasi sosial yang lebih menekankan kenyamanan, dukungan emosional, dan batasan pribadi.
  • Nasihat tanpa diminta serta komentar tentang tubuh atau pola makan dianggap kurang sopan karena dapat membuat seseorang merasa tidak dihargai, tidak nyaman, atau tersentuh ranah pribadinya.
  • Pertanyaan soal rencana pernikahan dan telepon tanpa pesan terlebih dahulu dipandang sensitif atau mengganggu, karena setiap orang memiliki pilihan hidup serta aktivitas yang perlu dihormati.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gen Z punya cara pandang hidup yang cukup berbeda dengan generasi sebelumnya dan hal ini sering menjadi perbincangan di media sosial. Gen Z mulai mempertanyakan kembali sejumlah kebiasaan yang dilakukan oleh generasi sebelumnya karena dianggap sudah kurang sesuai untuk diterapkan di zaman sekarang. Lebih dari separuh mereka percaya bahwa norma-norma tradisional dalam masyarakat kini sudah "ketinggalan zaman".

Menurut sebuah studi Bigeye, perbedaan antara gaya hidup, nilai-nilai, dan prioritas generasi muda dengan generasi yang lebih tua bukanlah hal yang mengherankan. Mulai dari tujuan hidup hingga hubungan di dalam keluarga dan tempat kerja, norma-norma sosial terus mengalami perubahan. Gen Z kemudian membentuk ekspektasi dan norma sosial mereka sendiri yang dianggap lebih sesuai dengan gaya hidup mereka, termasuk meninggalkan sejumlah kebiasaan tradisional dari generasi sebelumnya.

1. Memberikan nasihat tanpa diminta

ilustrasi memberi nasihat (pexels.com/SHVETS production)

Meskipun setiap orang terkadang membutuhkan saran untuk menghadapi berbagai kondisi dalam hidup, gen Z memahami bahwa tidak semua cerita yang mereka sampaikan membutuhkan nasihat atau solusi. Terkadang, mereka hanya ingin didengar dan dimengerti agar dapat merasa lebih nyaman ketika menceritakan sesuatu yang sedang dihadapi.

Zayda Slabekoorn, sarjana di bidang Hubungan Sosial dan Kebijakan serta Studi Gender sekaligus penulis, dikutip dari Your Tango, menerangkan bahwa dalam sebuah studi yang diterbitkan di Journal of Social and Personal Relationships menunjukkan bahwa nasihat yang tidak diminta sering kali dapat menimbulkan perasaan tidak dihargai secara emosional. Hal tersebut terutama terjadi ketika seseorang sebenarnya hanya membutuhkan ruang aman untuk merasa didukung, bukan untuk merasa bahwa perasaannya harus diperbaiki atau diselesaikan.

“Meskipun orang dapat memilih untuk menjalani hidup mereka dan mengekspresikan kerentanan sesuai keinginan mereka, ketika diberi nasihat seperti ini secara langsung, generasi Z sering menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak sopan,” ucapnya.

2. Mengomentari tubuh seseorang

ilustrasi mengomentari tubuh orang lain (pexels.com/Helena Lopes)

Walaupun percakapan mengenai citra tubuh dan standar kecantikan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari bagi generasi sebelumnya, gen Z kini cenderung menganggap kebiasaan mengomentari tubuh atau pola makan seseorang sebagai hal yang tidak sopan. Komentar mengenai bentuk tubuh atau kebiasaan makan juga dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman karena menyangkut hal yang bersifat pribadi.

Zayda juga menambahkan bahwa gen Z memiliki sikap dan keyakinan bahwa kita tidak pernah tahu apa yang sedang dihadapi seseorang dalam kehidupan pribadinya. Sering kali, orang dengan mudah mengomentari bentuk tubuh seseorang tanpa memikirkan perasaan yang mungkin ditimbulkan. Sikap inilah yang kini menjadi perhatian bagi gen Z dan dianggap perlu untuk dihindari.

“Terdapat nuansa yang lebih dalam lagi antara citra tubuh, komentar tentang tubuh perempuan, dan perbedaan, tetapi sebagian besar generasi Z berharap untuk bersikap lebih sensitif terhadap semua itu,” tambah Zayda.

3. Bertanya tentang rencana pernikahan

ilustrasi ditanya hal sensitif (pexels.com/Jopwell)

Persoalan mengenai pertanyaan tentang rencana pernikahan sering dibahas di media sosial sebagai sesuatu yang sebaiknya tidak ditanyakan kepada seseorang secara sembarangan. Setiap orang memiliki perjalanan dan pilihan hidup masing-masing sehingga tidak semua hal dalam kehidupan pribadi perlu menjadi bahan pembicaraan. Jika bagi generasi sebelumnya pertanyaan mengenai pernikahan dianggap sebagai percakapan yang lumrah, gen Z dapat memandangnya sebagai kebiasaan yang kurang sopan.

Tidak semua orang nyaman ketika ditanya mengenai rencana pernikahan. Bisa jadi seseorang ingin lebih fokus membangun karier atau memang belum memiliki rencana untuk menikah. Selama keputusan yang diambil bersifat positif, pilihan tersebut perlu dihargai tanpa terus menanyakan kehidupan pribadi seseorang, terutama jika mereka sendiri belum membuka pembicaraan mengenai hal tersebut.

“Gen Z akan lebih senang untuk menceritakan mengenai proses mereka dalam mengejar karir impian dibandingkan diberi pertanyaan mengenai pernikahan. Mereka menganggap pertanyaan tersebut ‘tidak sopan’ karena menyangkut ranah pribadi. Gen Z berusaha untuk merubah topik pembicaraan yang dirasa sensitif untuk dibahas,” kata Alana Adamson, seorang pendidik sekaligus instruktur kebugaran, dilansir Style Girlfriend.

4. Menelepon tanpa mengirim pesan

Ilustrasi menelepon (freepik.com/rawpixel.com)

Mungkin bagi generasi sebelumnya, menelepon merupakan pilihan yang lebih praktis dibandingkan mengirim pesan. Seperti yang dikatakan Alana, menelepon seseorang memungkinkan kedua pihak untuk langsung mendengar suara dan menyampaikan informasi dengan lebih jelas dibandingkan melalui pesan.

Namun, tidak semua orang memiliki waktu yang cukup untuk menerima telepon sehingga lebih memilih bertukar pesan. Selain itu, seseorang juga bisa saja sedang bekerja, mengerjakan tugas, atau melakukan kegiatan lain yang membuat mereka tidak dapat langsung menerima telepon.

“Gen Z menganggap kebiasaan menelepon tanpa mengirim pesan adalah hal yang ‘tidak sopan’ karena kita tidak pernah tahu orang yang ingin kita telepon tengah melakukan apa. Bisa jadi, menelepon tanpa memberi pesan terlebih dahulu dapat menghambat kegiatan yang tengah seseorang lakukan,” tambah Alana.

Itu dia beberapa kebiasaan yang bagi generasi sebelumnya mungkin dianggap lumrah untuk dilakukan. Namun bagi gen Z, kebiasaan tersebut dapat dianggap kurang sopan karena berpotensi membuat orang lain merasa tidak nyaman atau terganggu dalam menjalani aktivitasnya. Kebiasaan-kebiasaan tersebut pun mulai dipertanyakan dan ditinggalkan oleh sebagian gen Z karena dianggap kurang sesuai dengan cara mereka berkomunikasi dan menghargai batasan pribadi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article