Pernah ada momen ketika satu orang di tongkrongan nyeletuk sesuatu, lalu semua langsung pecah ketawa? Tidak perlu penjelasan panjang. Teman-teman di meja itu sudah tahu konteksnya, tahu siapa yang sedang dibicarakan, tahu sejarah candaan tersebut, bahkan tahu bahwa orang yang menjadi bahan lelucon sebenarnya tidak tersinggung. Lima menit kemudian, seseorang mengunggah candaan yang sama ke media sosial. Tiba-tiba responsnya berbeda: ada yang tertawa, ada yang bingung, bahkan ada yang mengatakan, “Ini sebenarnya lucunya di mana?”
Perbedaan itu bukan selalu karena orang internet terlalu sensitif atau teman tongkrongan terlalu santai. Ada sesuatu yang berubah ketika sebuah candaan berpindah tempat, terutama di internet. Lalu mengapa bisa demikian?
