Konten self-help memang banyak di media sosial. Mulai dari tips mengatur keuangan, membangun kebiasaan positif, mengatasi burnout, sampai cara menjadi lebih produktif. Banyak konten tersebut memang menawarkan sudut pandang yang menarik dan terasa relevan. Namun, tak sedikit pula membencinya karena dianggap terlalu menyederhanakan masalah kehidupan.
Persoalan yang sering muncul adalah class blindness atau ketidakpekaan terhadap perbedaan kondisi kelas sosial. Masalahnya bukan selalu karena saran dalam konten self-help sepenuhnya salah. Persoalannya, nasihat tersebut kadang disampaikan seolah-olah semua orang mempunyai titik awal, sumber daya, dan kesempatan yang sama. Itulah kenapa class blindness membuat edukasi self-help yang banyak mendapat kritik.
