Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Mendapat Deadline Mendadak
ilustrasi pusing bekerja (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
  • Deadline mendadak kerap memicu kepanikan dan multitasking, padahal pemetaan prioritas membantu fokus pada tugas paling mendesak, penting, atau memerlukan waktu pengerjaan terlama.
  • Perfeksionisme berlebihan dan bekerja tanpa jeda dapat memperlambat proses serta menurunkan konsentrasi; selesaikan struktur utama, lalu lakukan perbaikan jika waktu masih tersedia.
  • Membaca instruksi secara utuh mencegah revisi akibat format atau ketentuan yang keliru, sementara pertanyaan singkat kepada pihak relevan membantu mengatasi kendala tanpa asumsi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Deadline mendadak sering membuat seseorang langsung merasa panik. Waktu yang tersedia terasa terlalu singkat, sementara pekerjaan yang harus diselesaikan justru terlihat semakin banyak. Dalam kondisi seperti ini, respons pertama yang muncul biasanya adalah terburu-buru mengerjakan semuanya sekaligus.

Padahal, cara tersebut belum tentu membuat pekerjaan selesai lebih cepat. Tekanan waktu memang dapat memengaruhi konsentrasi dan cara seseorang mengambil keputusan. Karena itu, menghadapi deadline mendadak membutuhkan ketenangan dan strategi yang tepat. Jangan sampai melakukan 5 kesalahan di bawah ini.

1. Langsung mengerjakan tanpa menentukan prioritas

ilustrasi sibuk bekerja (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Kesalahan pertama adalah langsung mengerjakan semua tugas tanpa menentukan mana yang paling penting. Ketika deadline sudah dekat, seseorang sering berpindah-pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain karena takut ada bagian yang tertinggal. Akibatnya, waktu justru habis untuk berganti fokus.

Sebaiknya, luangkan beberapa menit untuk memetakan seluruh pekerjaan. Tentukan tugas yang memiliki deadline paling dekat, tingkat urgensi paling tinggi, atau membutuhkan waktu pengerjaan paling lama. Dengan begitu, energi dapat diarahkan pada pekerjaan yang benar-benar membutuhkan perhatian terlebih dahulu.

2. Terlalu lama memikirkan kesempurnaan

ilustrasi overthinking (Pexels.com/EKATERINA BOLOVTSOVA)

Deadline mendadak bukan waktu yang tepat untuk terjebak dalam perfeksionisme. Menghabiskan terlalu banyak waktu untuk memperbaiki detail kecil dapat membuat bagian pekerjaan yang lebih penting justru terbengkalai. Keinginan menghasilkan sesuatu yang sempurna juga bisa membuat proses menjadi jauh lebih lambat.

Fokuslah pada standar hasil yang baik dan sesuai kebutuhan. Selesaikan struktur utama terlebih dahulu, kemudian lakukan pengecekan dan perbaikan jika masih tersedia waktu. Prinsipnya, pekerjaan yang selesai dengan baik biasanya lebih bermanfaat daripada pekerjaan yang sempurna tetapi tidak selesai tepat waktu.

3. Mengabaikan waktu istirahat

ilustrasi kelelahan (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Karena takut kehabisan waktu, sebagian orang memilih bekerja terus-menerus tanpa jeda. Padahal, terlalu lama bekerja dalam kondisi lelah dapat membuat konsentrasi menurun. Kesalahan kecil pun lebih mudah terjadi, sehingga pekerjaan yang seharusnya cepat selesai justru membutuhkan waktu lebih panjang.

Istirahat singkat dapat membantu menjaga fokus. Tidak perlu terlalu lama; beberapa menit untuk berdiri, minum air, atau mengalihkan pandangan dari layar sudah cukup untuk memberi kesempatan bagi pikiran untuk beristirahat sebelum kembali bekerja.

4. Tidak membaca instruksi dengan teliti

ilustrasi bekerja (pexels.com/Antoni Shkraba Production)

Panik juga dapat membuat seseorang langsung mengerjakan tugas tanpa memahami instruksi secara menyeluruh. Akibatnya, pekerjaan yang sudah selesai ternyata tidak sesuai format, jumlah, tujuan, atau ketentuan yang diminta. Waktu akhirnya kembali terbuang untuk melakukan revisi.

Sebelum mulai, baca instruksi setidaknya satu kali secara utuh. Tandai poin-poin penting seperti format, jumlah pekerjaan, batas waktu, dan standar hasil yang diharapkan. Langkah sederhana ini dapat mencegah kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari sejak awal.

5. Menunda bertanya ketika menghadapi kendala

ilustrasi menunda-nunda (pexels.com/Ana Tarazevich)

Kesalahan lainnya adalah memilih diam ketika menemukan bagian yang tidak dipahami. Ada anggapan bahwa bertanya akan membuang waktu. Padahal terus mengerjakan sesuatu dengan asumsi yang salah justru berisiko menghasilkan pekerjaan yang keliru.

Jika ada informasi yang benar-benar dibutuhkan, segera tanyakan kepada pihak yang relevan. Sampaikan pertanyaan secara singkat dan spesifik agar jawabannya bisa diperoleh dengan cepat. Dengan komunikasi yang jelas, pekerjaan dapat berjalan lebih terarah meskipun deadline datang secara tiba-tiba.

Deadline mendadak memang dapat menjadi situasi yang menegangkan, tetapi kepanikan bukan solusi terbaik. Dengan menentukan prioritas, menghindari perfeksionisme berlebihan, menjaga energi, memahami instruksi, dan berkomunikasi ketika menemui kendala, pekerjaan dapat diselesaikan secara lebih teratur. Kuncinya bukan bekerja semakin terburu-buru, melainkan menggunakan waktu yang tersisa dengan lebih cerdas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAgsa Tian

Related Article