Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Alasan Unik Gak Mau Kos Dekat Kampus atau Kantor, Soal Harga?

Alasan Unik Gak Mau Kos Dekat Kampus atau Kantor, Soal Harga?
ilustrasi di kos-kosan (pexels.com/Helena Lopes)
  • Sebagian anak muda memilih kos lebih dari 5 kilometer dari kampus atau kantor, bukan karena harga, melainkan untuk menghindari kamar menjadi tempat berkumpul teman dan pekerjaan tambahan.
  • Penghuni kos yang jauh ingin mempertahankan akses kendaraan dari orang tua, memilih titik tengah menuju rumah keluarga, serta menghindari kelelahan perjalanan pulang-pergi tertentu.
  • Lokasi kos yang lebih sepi juga dipilih demi ketenangan, privasi dari teman kampus atau kerja, dan kesempatan memperluas pergaulan dengan lingkungan di luar aktivitas utama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Soal mencari kos-kosan zaman sekarang, bila diperhatikan, berbeda dengan dulu. Dahulu, orang yang butuh ngekos akan mencari tempat kos yang paling dekat dengan kampus atau kantornya. Biar urusan berangkat dan pulangnya gampang.

Jika bisa, kos-kosan yang jaraknya dapat ditempuh dengan jalan kaki. Misalnya, 200 sampai 300 meter saja dari kampus atau kantor. Namun, saat ini orang bisa indekos lebih dari 5 kilometer dari tempatnya beraktivitas setiap hari.

Apalagi anak-anak muda yang malah gampang bosan apabila jarak kos-kosan dengan kampus atau tempat kerjanya terlalu dekat. Ada sejumlah alasan unik gak mau kos dekat kampus atau kantor dan memilih jarak yang cukup jauh. Ternyata bukan soal mana yang lebih murah. Apakah kamu juga begini?

  1. 1. Gak mau kamar kosnya jadi basecamp teman-teman

    teman-teman
    ilustrasi teman-teman (pexels.com/Afta Putta Gunawan)

    Makin dekat jarak kos-kosan dengan kampus atau kantor, pasti sering dijadikan tempat ngumpul teman-teman. Apalagi kalau kamu masih kuliah. Tiap ada jeda antarmata kuliah, mereka main ke kos-kosanmu.

    Biar mereka bisa bersantai dulu, rebahan, nonton film, numpang tidur atau mandi, sampai nyicil ngerjain tugas lain. Bukannya dirimu gak suka berteman. Akan tetapi, kehadiran kawan dalam jumlah banyak dan sering ke kamar kosmu yang terbatas cenderung bikin berantakan.

    Sehabis mereka pergi, dirimu tetap harus beres-beres. Mereka semua baru beraktivitas di luar, tetapi langsung rebahan di tempat tidurmu, ngemil, dan sebagainya. Kalau kamar tidak segera dibersihkan, akan menjadi sangat tak nyaman buatmu.

  2. 2. Ogah terlalu diandalkan dalam pekerjaan

    di kos-kosan
    ilustrasi di kos-kosan (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Anak kuliahan malas ngekos dekat kampus karena sering dijadikan basecamp oleh teman-teman. Sementara orang yang sudah bekerja gak mau menjadi terlalu diandalkan dalam pekerjaan. Misalnya, atasannya tahu kalau tempat kosnya dekat.

    Sudah waktunya pulang pun, ia kerap ditahan buat mengerjakan ini itu. Alasannya, pulang agak nanti kan, gak apa-apa. Toh, kos-kosannya dekat. Beda dengan karyawan yang rumahnya lebih jauh.

    Mau ngapain juga pulang cepat-cepat padahal di kos-kosan sendirian? Begitu pula saat ada teman yang mendadak minta izin libur. Karyawan lain yang ngekos dekat kantor kerap diminta buat menggantikannya. Padahal, hari itu seharusnya dia libur dan mau pulang ke rumah.

  3. 3. Biar tetap dikasih kendaraan sama orangtua

    di kos-kosan
    ilustrasi di kos-kosan (pexels.com/ArtHouse Studio)

    Mungkin alasan yang satu ini terdengar oportunis dan materialistis. Akan tetapi, banyak anak muda sekarang suka jalan-jalan dan nongkrong. Bila mereka gak diizinkan membawa kendaraan lantaran tempat kosnya dianggap sangat dekat, jadi susah setiap mau main.

    Memang ada ojol, tetapi ongkosnya lumayan jika sering dan tempat tujuannya cukup jauh. Mau nebeng teman terus juga gak enak dan kurang bebas. Maka dari itu, mereka memilih ngekos agak jauh.

    Kira-kira jarak kos-kosan terlalu melelahkan buat ditempuh dengan berjalan kaki setiap hari. Lebih dari 2 km dari kampus atau kantor. Apalagi buat mereka yang masih mengandalkan kendaraan dari orangtua dan belum bisa beli sendiri.

  4. 4. Cari titik tengah rumah dengan kantor atau kampus

    di kos-kosan
    ilustrasi di kos-kosan (pexels.com/Atul Choudhary)

    Ini berlaku buat orang yang rumahnya belum sampai di kota yang berbeda. Contohnya, rumah orangtua 15 km dari kampus atau kantor. Jelas gak sejauh Jakarta-Medan, tapi kalau PP setiap hari juga melelahkan. Apalagi pas ada lembur.

    Namun, ia masih dapat indekos di jarak 5 km-an dari tempat kerja atau kuliah. Titik ini dipilih supaya saat dia ingin mudik kapan pun, sisa jarak tempuhnya sudah berkurang sepertiganya. Lumayan memangkas waktu perjalanan dan rasa capek ketika naik motor, misalnya.

    Apalagi mudiknya malam-malam. Apabila jarak rumah dengan kampus atau tempat kerja lebih jauh lagi, tentu sudah gak mungkin memakai strategi ini. Bisa tua di jalan dan sia-sia membayar kos tiap bulan.

  5. 5. Ingin menyepi

    di kos-kosan
    ilustrasi di kos-kosan (pexels.com/Kaushal Moradiya)

    Ngekos jauh dari kawasan kampus dan kantor biasanya juga demi situasi lingkungan yang lebih tenang. Apalagi kawasan kampus besar seperti hidup 24 jam nonstop. Ramai oleh banyaknya orang, pedagang, dan kendaraan.

    Di satu sisi, butuh apa saja dan kapan pun menjadi mudah. Namun, bagi sebagian orang, apalagi tipe introver, ini dapat terasa sangat melelahkan. Rasanya capek, berisik, serta pusing terus terpapar keramaian. Produktivitas malah menurun.

    Lebih menenangkan ngekos di tempat yang jauh. Seperti di daerah pinggiran yang kawasan perkampungan. Suasana jauh lebih sepi dan pemandangannya asri. Pulang ke kos-kosan benar-benar waktunya mengisi ulang energi.

  6. 6. Pengin punya circle yang gak itu-itu saja dan malas kepergok teman

    di kos-kosan
    ilustrasi di kos-kosan (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Mengembangkan circle juga bisa dilakukan dengan cara sesederhana memilih tempat kos yang lebih jauh dari kampus atau kantor. Dengan begitu, otomatis kenalan bertambah. Misal, kamu mahasiswa, tapi indekos di tempat yang dekat dengan kawasan perkantoran.

    Otomatis teman kos banyak yang sudah bekerja. Dirimu menjadi tahu prospek jurusanmu ke depannya. Bahkan informasi magang atau lowongan kerja. Kamu menjadi lebih berpengetahuan tentang dunia kerja daripada teman sebaya yang ngekos di dekat kampus.

    Selain mengembangkan pergaulan, orang yang sengaja ngekos agak jauh mungkin malas sedikit-sedikit kepergok teman kerja atau kuliah. Seperti dia lagi jalan sama siapa, siapa yang sering datang ke kos-kosannya, dan sebagainya. Bukan berarti ada rahasia negatif yang perlu disembunyikan. Cuma butuh privasi saja.

    Ada berbagai alasan unik gak mau kos dekat kampus atau kantor. Ini sebabnya pelaku usaha kos-kosan masih punya harapan walau lokasinya kurang strategis. Kalau memulai usaha kos-kosan saja harus di tempat yang sudah ramai dan dekat sekali dengan kampus atau kantor, harga tanah dan bangunannya gak masuk akal. Nanti malah tidak balik modal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More