ilustrasi usia 30-an (pexels.com/RDNE Stock project)
Saat masih lebih muda, misal umur 20-an, rasanya mudah sekali membandingkan hidup dengan orang lain. Melihat teman pergi liburan, berkumpul setiap akhir pekan, atau punya lingkaran pertemanan yang besar kadang membuat kita merasa hidup sendiri kurang menarik. Tanpa sadar, hal-hal semacam itu sering dijadikan ukuran bahwa seseorang sedang menikmati hidup. Akibatnya, muncul perasaan tertinggal hanya karena akhir pekan dihabiskan di rumah.
Seiring bertambahnya usia, cara memandang hal-hal seperti itu perlahan berubah. Banyak orang lebih memilih pulang ketika sudah lelah, menikmati hobi yang selama ini tertunda, atau menghabiskan malam bersama keluarga daripada memaksakan diri terus mengikuti kesibukan orang lain. Dari situ muncul kesadaran bahwa hidup yang tenang bukan berarti hidup yang sepi. Justru ketika sudah berhenti membandingkan diri dengan orang lain, waktu sendirian bisa terasa jauh lebih nyaman daripada sebelumnya. Sebab yang berubah bukan keadaan di sekitarnya, melainkan cara seseorang memaknai kebahagiaan dalam hidupnya.
Bertambahnya usia memang mengubah banyak hal, termasuk cara kita menikmati waktu. Kalau dulu kebahagiaan sering dicari di luar rumah, sekarang banyak orang justru menemukannya dalam hal-hal yang jauh lebih sederhana. Bagi beberapa orang, kesendirian tidak selalu berarti kesepian di usia 30-an. Mungkin sebenarnya, kesendirian bukan tanda bahwa hidup menjadi membosankan, melainkan tanda bahwa kita akhirnya tahu apa yang benar-benar membuat diri sendiri merasa cukup.