Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Tidak Semua Target Hidup Harus Tercapai sebelum Usia 30?

Kenapa Tidak Semua Target Hidup Harus Tercapai sebelum Usia 30?
ilustrasi target (pexels.com/Ahmed )
Intinya Sih
  • Kalau akhirnya ada target yang belum tercapai sebelum usia 30, bukan berarti kamu kurang bekerja keras.

  • Umur 30 bukanlah garis finis, melainkan satu fase yang akan dilanjutkan dengan bab-bab kehidupan berikutnya.

  • Tidak semua target hidup harus tercapai sebelum usia 30 tahun, kok! Akan lebih baik jika target tersebut dipandang sebagai arah, bukan sebagai batas waktu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Waktu masih kuliah atau baru beberapa tahun bekerja, umur 30 sering terasa seperti garis finis. Rasanya sebelum masuk kepala tiga semuanya harus sudah beres, mulai dari punya pekerjaan tetap, tabungan yang cukup, rumah sendiri, menikah, sampai karier yang terlihat mapan.

Namun, setelah benar-benar mendekati usia tersebut, tidak sedikit orang yang justru mulai mempertanyakan kembali daftar target yang dulu pernah mereka buat. Kenapa usia 30 sering terasa seperti batas waktu untuk mencapai banyak hal? Sebenarnya, tidak semua target hidup harus tercapai sebelum usia 30, lho! Simak penjelasan di bawah ini lengkapnya.

1. Banyak membuat target saat kita belum benar-benar tahu seperti apa hidup orang dewasa

ilustrasi menulis target
ilustrasi menulis target (pexels.com/cottonbro studio)

Coba ingat lagi target yang pernah kamu buat saat masih berusia 20 atau 21 tahun. Mungkin waktu itu kamu pernah menulis ingin punya rumah sebelum usia 30, menjadi manajer di kantor, menikah di usia 27, atau memiliki tabungan ratusan juta karena semuanya terdengar sangat mungkin untuk dicapai ketika yang terlihat baru hasil akhirnya. Rasanya tinggal bekerja beberapa tahun, lalu satu per satu target itu akan terwujud.

Begitu mulai bekerja, barulah banyak hal yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan bermunculan, mulai dari biaya hidup yang terus naik, proses mencari pekerjaan yang ternyata tidak selalu mudah, sampai kondisi keluarga yang kadang membuat rencana harus berubah karena ada orang tua yang perlu dibantu, adik yang masih sekolah, atau kebutuhan lain yang datang tanpa bisa diprediksi. Belum lagi kalau ternyata pekerjaan pertama tidak sesuai harapan atau harus beberapa kali berpindah tempat kerja sebelum menemukan yang benar-benar cocok. Jadi, kalau akhirnya ada target yang belum tercapai sebelum usia 30, bukan berarti kamu kurang bekerja keras, tetapi karena versi dirimu yang berusia 20 tahun memang belum mengenal kenyataan hidup seperti sekarang.

2. Makin dewasa, justru makin banyak target yang berubah dengan sendirinya

ilustrasi freelance
ilustrasi freelance (unsplash.com/Faizur Rehman)

Lucunya, ada target yang sebenarnya bukan gagal dicapai, melainkan sudah tidak lagi kamu inginkan. Dulu mungkin kamu berpikir harus menikah sebelum usia 30 karena takut dibilang terlambat. Namun, setelah mengenal lebih banyak orang dan melihat berbagai pengalaman rumah tangga di sekitar, kamu justru sadar bahwa menemukan pasangan yang tepat jauh lebih penting daripada sekadar menikah cepat.

Hal yang sama juga sering terjadi pada urusan pekerjaan. Waktu baru lulus kuliah, banyak orang bercita-cita bekerja di perusahaan besar karena menganggap itulah ukuran kesuksesan. Beberapa tahun kemudian, ada yang justru lebih bahagia membuka usaha sendiri, menjadi pekerja freelance, atau memilih pekerjaan yang penghasilannya mungkin tidak sebesar dulu, tetapi memberi waktu lebih banyak untuk keluarga dan kesehatan. Ternyata yang berubah bukan kemampuanmu mengejar target, melainkan cara pandangmu terhadap arti hidup yang baik.

3. Ada target yang memang tidak bisa dicapai sendirian

ilustrasi menikah
ilustrasi menikah (unsplash.com/Mark Zamora)

Banyak orang lupa bahwa tidak semua target hidup bergantung pada usaha sendiri. Kalau ingin belajar bahasa asing atau menabung untuk membeli laptop, hasilnya memang lebih banyak ditentukan oleh konsistensi diri. Namun, ada beberapa impian yang keberhasilannya juga bergantung pada orang lain dan keadaan yang tidak bisa kita kendalikan.

Menikah adalah contoh yang paling sering dibicarakan. Kamu bisa membuka diri, berkenalan dengan banyak orang, dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, tetapi kamu tidak bisa memaksa untuk bertemu pasangan yang tepat sebelum usia tertentu. Begitu pula ketika ingin membangun keluarga atau menjalankan usaha bersama orang lain. Karena melibatkan lebih dari satu orang, waktunya tidak selalu bisa diatur sesuai target yang pernah dibuat. Itulah sebabnya, ada target yang memang tidak bisa dipercepat hanya karena kita merasa umur terus bertambah.

4. Kadang kita terlalu sibuk mengejar target berikutnya sampai lupa melihat yang sudah tercapai

ilustrasi beli rumah
ilustrasi beli rumah (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Pernah sadar tidak kalau daftar target hidup seperti tidak pernah selesai? Baru mendapat kenaikan gaji, pikiran langsung berpindah ke rumah. Setelah rumah berhasil dibeli, muncul keinginan memiliki mobil. Ketika karier mulai stabil, muncul lagi target lain yang rasanya harus segera diwujudkan. Tanpa disadari, kita terus berpindah dari satu daftar ke daftar berikutnya tanpa sempat menikmati apa yang sudah berhasil dicapai.

Akibatnya, usia 30 sering terasa menakutkan bukan karena hidup benar-benar buruk, tetapi karena perhatian kita hanya tertuju pada hal-hal yang belum dimiliki. Padahal, kalau menilik ke belakang, mungkin ada banyak pencapaian yang dulu pernah terasa mustahil. Bisa jadi kamu sudah berhasil hidup mandiri, membantu orang tua, menyelesaikan pendidikan, atau bertahan melewati masa-masa sulit yang bahkan tidak pernah masuk ke dalam daftar target saat masih berusia 20 tahun.

5. Umur 30 ternyata bukan garis finis yang dulu kita bayangkan

ilustrasi ulang tahun ke-30
ilustrasi ulang tahun ke-30 (pexels.com/Helena Lopes)

Waktu masih kecil, orang berusia 30 terlihat seperti orang dewasa yang hidupnya sudah selesai dibangun. Rasanya mereka pasti sudah mapan, tahu mau ke mana, dan tidak lagi bingung menentukan arah hidup. Kenyataannya justru berbeda. Setelah benar-benar sampai di usia tersebut, banyak orang baru menyadari bahwa hidup tetap penuh perubahan dan keputusan baru.

Tidak sedikit yang baru berani pindah karier di usia 32, melanjutkan kuliah setelah bertahun-tahun bekerja, membangun usaha di pertengahan usia 30-an, atau menemukan pasangan hidup ketika teman-temannya sudah lebih dulu menikah. Justru karena pengalaman hidup semakin banyak, keputusan yang diambil biasanya juga lebih matang dibandingkan saat masih terburu-buru mengejar angka usia. Umur 30 bukanlah garis finis, melainkan satu fase yang akan dilanjutkan dengan bab-bab kehidupan berikutnya.

Tidak ada salahnya memiliki target sebelum usia 30 karena tujuan memang bisa menjadi penyemangat untuk terus berkembang. Meski begitu, tidak semua target hidup harus tercapai sebelum usia 30 tahun, kok! Akan lebih baik jika target tersebut dipandang sebagai arah, bukan sebagai batas waktu yang harus dipenuhi apa pun keadaannya. Hidup setiap orang berjalan dengan cerita yang berbeda, begitu pula kesempatan, tantangan, dan pilihan yang datang di sepanjang perjalanan.

Jadi, kalau hari ini masih ada impian yang belum berhasil diwujudkan, bukan berarti kamu tertinggal. Bisa jadi, waktunya memang belum sekarang, atau mungkin impianmu sudah berubah menjadi sesuatu yang terasa jauh lebih berarti daripada yang pernah kamu bayangkan sepuluh tahun lalu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More