ilustrasi anak menyusun pensil warna (pexels.com/mikhailnilov)
Kemampuan duduk tenang, mengikuti instruksi, menunggu giliran, dan tetap fokus merupakan bagian dari keterampilan dasar yang membantu anak mengikuti kegiatan di sekolah. Ketika kemampuan regulasi diri belum berkembang dengan baik, aktivitas belajar sederhana pun bisa terasa lebih sulit bagi mereka.
Survei EdWeek Research Center pada Januari 2026 menunjukkan 72 persen responden mengatakan siswa mereka lebih kesulitan mengikuti instruksi dibandingkan anak seusia mereka dua tahun sebelumnya. Pendidik juga melaporkan adanya tantangan dalam mengelola emosi, seperti menangis, berteriak, atau sulit menghadapi situasi ketika sesuatu gak berjalan sesuai keinginan.
“Interaksi sosial sangat kompleks. Ada begitu banyak komponen yang perlu dipelajari anak seiring waktu. Mereka harus mempelajarinya melalui kesalahan, mencoba memperbaiki, lalu kembali membangun hubungan,” ujar Melissa Tsuei, educational consultant dan early childhood special educator, dikutip dari Parents.
Pada akhirnya, keterampilan dasar gak selalu harus diajarkan melalui kegiatan khusus yang rumit. Banyak di antaranya justru bisa dilatih lewat percakapan, bermain, menulis, membantu pekerjaan sederhana, dan memberi anak kesempatan untuk mencoba sendiri.