Assalammualaikum warrahmatullahi wa barakatuh,
Hadirin jemaah Jumat rahimakumullah, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan nikmat-Nya, nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesehatan, sehingga pada hari yang mulia ini kita masih diberi kesempatan untuk berkumpul di rumah Allah guna menunaikan ibadah Jumat. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan jama'ah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan itulah sebaik-baik bekal dalam menjalani kehidupan di dunia dan di akhirat kelak.
Khutbah Jumat 6 Februari 2026: Menjaga Lisan Cerminan Ketakwaan

- Salat Jumat sebagai kewajiban Muslim laki-laki
- Khutbah Jumat penting dalam membentuk kesadaran dan akhlak umat
- Pesan tentang ketakwaan, akhlak mulia, dan tanggung jawab sosial
Ibadah salat Jumat merupakan salah satu kewajiban bagi Muslim laki-laki yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, salat Jumat juga menjadi sarana penguatan iman melalui nasihat dan pengingat yang disampaikan dalam khutbah. Oleh karena itu, isi khutbah Jumat memegang peranan penting dalam membentuk kesadaran dan akhlak umat.
Khutbah Jumat yang baik tidak hanya berisi dalil dan nasihat, tetapi juga mampu menyentuh hati jemaah serta relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pesan-pesan tentang ketakwaan, akhlak mulia, dan tanggung jawab sosial diharapkan dapat menjadi bekal bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan yang lebih baik, harmonis, dan penuh keberkahan.
1. Pembukaan

2. Isi

Jemaah Jumat yang dimuliakan Allah, salah satu wujud ketakwaan yang sering kali terlupakan dalam kehidupan sehari-hari adalah menjaga lisan dan perbuatan. Di era saat ini, banyak orang merasa ringan mengucapkan kata-kata yang menyakiti, menyebarkan kebencian, gibah, bahkan fitnah, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Padahal, Rasulullah SAW mengingatkan bahwa keselamatan seseorang sangat bergantung pada bagaimana ia menjaga lisannya.
Islam mengajarkan kita untuk selalu berkata baik atau diam. Setiap ucapan dan perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita sebagai seorang Muslim berhati-hati dalam bersikap, menjaga adab, dan menebarkan kebaikan kepada sesama. Dengan akhlak yang baik, kehidupan bermasyarakat akan dipenuhi kedamaian dan kita pun akan menjadi hamba yang dicintai Allah serta manusia.
3. Penutup

Hadirin jemaah Jumat rahimakumullah. Marilah kita jadikan momentum ibadah Jumat ini sebagai sarana introspeksi diri. Mari kita perbaiki niat, perbuatan, serta akhlak kita agar senantiasa berada di jalan yang diridai Allah SWT. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk istikamah dalam kebaikan dan menjauhkan kita dari segala keburukan.
Akhir kata, marilah kita memohon kepada Allah agar Dia mengampuni dosa-dosa kita, dosa kedua orang tua kita, serta dosa seluruh kaum Muslimin dan Muslimat. Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang bertakwa dan berbahagia di dunia maupun di akhirat. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Wassalammualaikum warrahmatullahi wa barakatuh.
Melalui khutbah Jumat yang disampaikan dengan penuh hikmah dan ketulusan, diharapkan umat Islam semakin termotivasi untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Semoga pesan-pesan yang disampaikan tidak hanya berhenti di mimbar, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari demi terwujudnya masyarakat yang berakhlak mulia dan diridai Allah SWT.


















