Selain Lucu-lucuan, Koleksi Stiker WA Kini Jadi Bahasa Emosi Baru

- Stiker WhatsApp membantu menyampaikan emosi, menggantikan teks, dan menampilkan isyarat nonverbal dalam chat yang tidak memiliki intonasi maupun ekspresi wajah.
- Studi Esther Linares Bernabéu dan Francisco Yus pada 2025, terhadap 598 stiker WhatsApp, menemukan fungsi penambahan emosi sebagai penggunaan paling dominan.
- Makna stiker dapat dibentuk pengalaman bersama dan identitas kelompok, sekaligus membantu memperjelas atau melembutkan nada pesan, meski tidak menggantikan penjelasan dalam obrolan serius.
Pernah gak sih, kamu punya satu stiker WhatsApp yang rasanya bisa dipakai buat menjawab hampir semua situasi? Mulai dari teman yang curhat, gebetan yang tiba-tiba menghilang, sampai grup keluarga yang mendadak ramai, semuanya bisa dibalas dengan stiker yang sama. Buat sebagian orang, stiker mungkin cuma gambar lucu yang dikirim supaya chat gak terasa kaku. Padahal, kebiasaan mengoleksi dan mengirim stiker juga berkaitan dengan cara kita menyampaikan emosi saat berkomunikasi secara digital.
Lewat gambar, ekspresi wajah, tulisan, atau karakter tertentu, kita bisa menyampaikan reaksi yang kadang sulit dijelaskan hanya dengan kata-kata. Hal ini semakin terasa karena percakapan di WhatsApp tidak punya intonasi suara dan ekspresi wajah seperti ketika ngobrol langsung. Karena itu, stiker sering dipakai untuk membantu menunjukkan apakah sebuah pesan bernada bercanda, gemas, kesal, atau sekadar ingin mencairkan suasana.
1. Stiker bikin emosi lebih gampang disampaikan

ilustrasi stiker WhatsApp (IDN Times/Laili) Coba pikirkan stiker yang paling sering kamu kirim. Mungkin ada satu yang selalu muncul ketika kamu ketawa, satu untuk menunjukkan rasa malu, dan satu lagi yang jadi senjata ketika kamu sudah bingung mau membalas apa. Kita memilihnya bukan cuma karena gambarnya lucu, tetapi karena ekspresinya terasa paling pas dengan apa yang sedang kita rasakan.
Hal ini ternyata ditemukan dalam penelitian Esther Linares Bernabéu dan Francisco Yus yang terbit di jurnal Pragmatics pada 2025 yang menganalisis 598 stiker dari percakapan WhatsApp. Mereka menemukan bahwa stiker digunakan untuk berbagai kebutuhan komunikasi, termasuk menambahkan emosi, menggantikan teks, dan menggambarkan perilaku nonverbal. Dalam fungsi untuk menambahkan emosi, penggunaan stiker tersebut bahkan menjadi yang paling banyak ditemukan dalam kategori yang mereka teliti.
Makanya, gak heran kalau satu stiker bisa terasa lebih mewakili daripada kalimat panjang. Ketika teman mengirim kabar mengejutkan, misalnya, stiker orang melongo mungkin sudah cukup untuk mengatakan, “Hah? Serius?”. Tanpa sadar, kita memang sudah punya semacam kamus visual sendiri untuk berbagai perasaan.
2. Stiker bisa punya arti khusus yang cuma dimengerti orang tertentu

Ilustrasi Stiker Chat di WhatsApp (Unsplash.com/mariyan rajesh) Ada gak stiker yang kalau kamu kirim ke orang lain rasanya biasa saja, tetapi ketika dikirim ke sahabat bisa langsung pecah? Biasanya, ada cerita di balik stiker tersebut. Bisa berupa meme yang pernah kalian bahas, karakter yang mengingatkan pada seseorang, atau ekspresi yang sejak dulu dipakai untuk merespons kejadian tertentu.
Penelitian Esther Linares Bernabéu dan Francisco Yus juga menemukan bahwa stiker juga dapat digunakan untuk menunjukkan identitas diri maupun kelompok, sekaligus membangun humor dalam percakapan. Dengan kata lain, makna sebuah stiker gak selalu berhenti pada gambar yang terlihat. Konteks hubungan dan pengalaman bersama bisa membuat sebuah stiker punya arti yang berbeda bagi sebagian orang.
3. Stiker membantu menentukan “tone” sebuah chat

masuk ke aplikasi WA dan buat jadi stiker (dok.pribadi/Reyvan Maulid) Salah satu hal paling sulit dari komunikasi lewat chat adalah kita gak pernah benar-benar tahu nada seseorang. “Oke” bisa berarti benar-benar oke, bisa juga berarti “yaudah terserah” karena gak ada ekspresi wajah atau intonasi yang dilihat ataupun didengar. Kita akhirnya sering menebak-nebak sendiri maksud di balik pesan yang dikirim.
Penelitian Esther Linares Bernabéu dan Francisco Yus juga menemukan bahwa stiker digunakan untuk membantu penerima menafsirkan pesan, termasuk dengan memperjelas atau melembutkan maksud pengirim. Makanya, kalimat “makasih ya” bisa terasa berbeda ketika diikuti stiker karakter yang membungkuk, menangis, atau memberikan hati.
Begitu juga dengan candaan yang terasa lebih aman setelah ditutup dengan stiker yang menunjukkan ekspresi bercanda. Meski demikian, untuk obrolan serius, stiker tetap gak bisa menggantikan penjelasan yang jelas karena satu gambar bisa ditafsirkan berbeda oleh orang lain.
Jadi kalau selama ini kamu mengira koleksi stiker WhatsApp cuma buat memenuhi chat dengan gambar-gambar random, ternyata gak sesederhana itu. Bisa jadi, dari sekian banyak stiker yang kamu simpan, ada beberapa yang memang sudah punya “makna” sendiri buat kamu dan orang-orang terdekatmu.


![[QUIZ] Prediksi Mood dari Stiker WA, Cobain Deh!](https://image.idntimes.com/post/20251120/upload_2cd4c7e494392012a755befd39fc4b99_a05446ff-c8f1-469b-bee0-420e8fff1768.jpg)



















