Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cara Menerapkan Underconsumption Core agar Tidak Belanja Berlebihan!

Cara Menerapkan Underconsumption Core agar Tidak Belanja Berlebihan!
ilustrasi belanja, thrift shop, thrift store, bekas, preloved (pexels.com/cottonbro studio)
Share Article

Underconsumption core menjadi tren bagi orang-orang untuk merayakan dan mempromosikan penggunaan barang yang sudah ada dalam jangka waktu lama. Barang-barang itu juga masih memiliki performa yang baik dan dapat dimanfaatkan kembali.

Tren ini mendorong agar orang-orang memilih barang yang berkualitas sehingga barang tersebut memiliki umur yang panjang. Penerapannya pun sangat beragam, hal ini bisa menjadi cara kreatif dan praktis untuk memperpanjang masa pakai suatu barang sekaligus berhemat.

1. Memanfaatkan kembali suatu barang untuk fungsi lain

belanja makanan
ilustrasi belanja makanan (pexels.com/Mikhail Nilov)

Jika kamu tertarik untuk menerapkan kebiasaan konsumsi barang yang berlebihan, cobalah untuk mengatasi kebiasaan tersebut dengan membeli lebih sedikit dan menggunakan kembali barang yang telah ada. Hal ini bisa mengurangi limbah dan membuat keputusan yang lebih mindful ketika berbelanja. Mengutip ABC News, konten kreator Catherine Jia menyarankan untuk melakukan penghematan dengan barang-barang yang dimiliki.

Memperpanjang masa benda dengan memanfaatkan ulang barang tersebut untuk keperluan yang lain dapat dipraktekan secara sederhana. Misalnya menggunakan kembali botol selai untuk pot bunga atau tempat pensil.

“Bagi saya, underconsumption core berarti memanfaatkan apa yang sudah kamu miliki, bukan membeli setiap tren yang kamu lihat di media sosial, serta menjalani hidup dengan pola pikir yang berkelanjutan,” ujar Natalia Trevino Amaro, desainer sekaligus advokat slow fashion, kepada Vogue.

2. Mengurangi belanja karena ikutan tren medsos

ilustrasi belanja online
ilustrasi belanja online (magnific.com/magnific)

Media sosial mendorong pengguna untuk terus berbelanja demi memenuhi tren gaya hidup yang dipaparkan oleh influencer. Dalam Vogue dijelaskan bahwa media sosial, budaya influencer, dan dorongan untuk terus berbelanja telah mengubah cara kita memandang konsumsi. Sehingga ketika berbelanja secara berlebihan, melebihi kebutuhan, menjadi sesuatu yang normal.

Oleh karenanya, penting untuk memikirkan ulang tentang kebiasaan konsumsi atau berbelanja suatu barang. Misalnya ketika membeli produk skincare atau makeup, pastikan dapat digunakan hingga tetes terakhir.

3. Belanja produk dengan konsep sustainability

ilustrasi belanja sesuai daftar.
ilustrasi belanja sesuai daftar. (www.magnific.com/magnific)

Meski mengalami pro dan kontra, namun influencer yang mempromosikan konsep underconsumption core mendorong agar pengguna media sosial dapat mempertimbangkan dampak lingkungan. Kesadaran akan konsumsi berlebih yang dapat merusak lingkungan bisa mendorong seseorang untuk lebih mindful saat berbelanja.

Dengan adanya kesadaran ini, diharapkan pengguna dapat mengurangi konsumsi produk yang tidak esensial dan dapat merusak bumi. Sejauh ini, tindakan individu tetap memiliki peran penting dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang semakin besar. oleh karenanya, kesadaran ini menjadi penting untuk mengurangi belanja produk yang tidak menerapkan konsep sustainability.

Demikian beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk mengurangi belanja dengan konsep underconsumption core. Harapannya tren ini bisa membuatmu menghemat dan hidup lebih mindful.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More