ilustrasi masalah (pexels.com/El Jundi)
Konten self-improvement kadang membuat persoalan hidup terlihat gampang diselesaikan. Sedang tidak betah bekerja, disarankan mencari pekerjaan baru. Sulit mengatur uang, disuruh membuat anggaran. Merasa tidak percaya diri, diminta untuk mulai belajar mencintai diri sendiri.
Inilah yang membuat konten self-improvement bisa bikin orang muak. Sebab, masalah seseorang tidak selalu bisa selesai hanya dengan satu langkah sederhana. Ada orang yang tahu harus mengatur keuangan, tetapi penghasilannya memang belum cukup. Ada juga yang ingin pindah pekerjaan, tetapi belum bisa meninggalkan pekerjaannya sekarang. Ketika persoalan seperti itu terus dijawab dengan tips singkat, orang bisa merasa pembahasannya tidak benar-benar relate dengan masalah yang mereka alami.
Konten self-improvement memang bisa berguna, tetapi tidak semua sarannya harus diikuti. Kadang, kita hanya perlu mengambil satu hal yang memang sedang dibutuhkan dan langsung mencobanya. Selebihnya, tidak masalah kalau hidup tidak selalu terlihat produktif seperti yang ada di media sosial.