Jakarta, IDN Times - Kalau mendengar kata kriya, apa yang langsung terbayang? Kain bermotif, ukiran kayu, atau benda-benda yang biasanya kita lihat rapi di dalam etalase? Buat sebagian anak muda, kerajinan tradisional mungkin belum menjadi sesuatu yang dekat dengan keseharian. Bukan karena gak menarik, tetapi cara mengenalkannya terkadang terasa jauh dari dunia yang generasi muda kenal. Sementara itu, generasi sekarang sudah terbiasa berinteraksi dengan berbagai hal lewat layar. Mulai dari belanja, mencari inspirasi outfit, sampai mencoba pengalaman baru, semuanya bisa dilakukan secara digital.
Tahun ini, Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 hadir dengan pengalaman mengenalkan kriya dengan cara yang sedikit berbeda. Acara ini akan berlangsung pada 26-30 September di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Tahun ini, pengunjung diajak berinteraksi dengan kriya lewat teknologi digital immersive. Jadi, bukan cuma melihat karya yang dipajang, tetapi pengunjung juga ikut mengeksplorasi lewat pengalaman digital.
