"Penggunaan deterjen atau pelembut pakaian yang berlebihan dapat menyisakan residu pada seprai kamu, terutama jika tidak dibilas hingga benar-benar bersih. Meskipun banyak orang beranggapan bahwa semakin banyak deterjen yang digunakan maka cucian akan semakin bersih, penggunaan deterjen atau pelembut yang terlalu banyak atau berlebihan justru dapat menumpuk di dalam serat kain seprai, yang ironisnya malah menimbulkan aroma apek, bukan aroma bersih,ā kata pakar industri tekstil dan perlengkapan rumah Parima Ijaz dikutip dari Martha Stewart.
Seprai Sudah Dicuci tapi Terasa Kurang Segar? Cek 5 Kebiasaan Ini

Rasanya memang menyenangkan ketika bisa tidur di atas seprai yang bersih, wangi, dan terasa nyaman di kulit. Namun pernah gak sih, kamu sudah mencuci seprai dengan deterjen, tetapi setelah dipasang kembali justru terasa kurang segar? Ada aroma apek yang samar, kain terasa agak kaku, atau sensasi bersihnya tidak bertahan lama.
Kondisi ini ternyata tidak selalu disebabkan oleh kualitas deterjen yang digunakan. Kebiasaan mencuci, proses pengeringan, hingga cara menyimpan seprai juga bisa memengaruhi kesegarannya.
1. Terlalu banyak menggunakan deterjen

ilustrasi menggunakan deterjen (pexels.com/RDNE Stock project) Menggunakan deterjen dalam jumlah banyak sering dianggap sebagai cara terbaik untuk membuat seprai lebih bersih dan wangi. Padahal, kebiasaan ini justru bisa meninggalkan residu pada serat kain, terutama jika deterjen tidak terbilas dengan sempurna. Akibatnya, seprai bisa terasa kaku, kurang lembut, atau memiliki aroma yang tidak benar-benar segar.
Selain membuat seprai terasa kurang nyaman, residu deterjen juga dapat memerangkap minyak tubuh dan kelembapan. Jadi, sebaiknya gunakan deterjen sesuai takaran yang tertera pada kemasan dan sesuaikan dengan jumlah cucian serta kapasitas mesin. Jika seprai terasa licin atau masih berbusa setelah dicuci, periksa kembali proses pembilasannya.
2. Mencuci seprai bersamaan dengan terlalu banyak pakaian

Ilustrasi mencuci pakaian (pexels.com/RDNE Stock project) Seprai berukuran cukup besar membutuhkan ruang untuk bergerak selama proses pencucian. Jika mesin cuci terlalu penuh, kain bisa saling melilit dan deterjen maupun air tidak dapat menjangkau seluruh bagian secara optimal. Kondisi ini membuat kotoran, minyak tubuh, dan sisa deterjen berpotensi tertinggal pada kain.
Jadi seprai sebaiknya dicuci terpisah dari barang-barang lain agar proses pencucian lebih menyeluruh. Mesin cuci yang terlalu penuh dapat menghambat pembersihan, sedangkan mencuci seprai bersama barang yang lebih berat bisa membuatnya kusut dan sulit dibilas.
3. Membiarkan seprai terlalu lama di mesin cuci

ilustrasi mencuci sprei (pexels.com/RDNE Stock project) Setelah mesin cuci selesai bekerja, terkadang kita justru lupa mengeluarkan seprai karena sibuk melakukan aktivitas lain. Padahal, seprai yang dibiarkan dalam kondisi basah dan menggumpal di dalam mesin bisa menjadi kurang segar. Kelembapan yang terperangkap dalam kain dapat memicu munculnya aroma apek, terutama jika kondisi ruangan juga lembap.
"Saat seprai kusut di dalam mesin cuci, air akan terserap secara tidak merata. Bagian yang menggumpal padat akan menahan lebih banyak air dibandingkan bagian yang terurai longgar. Akibatnya, seprai tidak akan kering secara merata dan mungkin memerlukan waktu lebih lama di dalam mesin pengering," kata laundry professional Stacee Parker dikutip dari Martha Stewart.
Karena itu, usahakan segera memindahkan seprai ke proses pengeringan setelah mesin cuci selesai. Jika seprai terlihat saling melilit, kibaskan terlebih dahulu agar kain kembali terbentang. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi kelembapan yang terperangkap sekaligus membuat seprai lebih mudah kering secara merata.
4. Tidak memastikan seprai benar-benar kering

ilustrasi sprei kamar hotel (pexels.com/Andrea Piacquadio) Seprai yang terlihat kering di permukaan belum tentu sepenuhnya kering hingga ke bagian lipatan dan serat kain. Hal ini sering terjadi ketika seprai dijemur di ruangan dengan sirkulasi udara terbatas atau dikeringkan menggunakan mesin dalam kondisi terlalu menggumpal. Jika langsung dilipat dan disimpan, sisa kelembapan dapat membuat seprai berbau apek.
Jika menjemur seprai, pilih tempat yang memiliki sirkulasi udara baik dan pastikan seluruh bagian kain benar-benar kering sebelum diangkat. Untuk mesin pengering, sesuaikan suhu dengan label perawatan dan jangan langsung melipat seprai ketika masih terasa lembap. Jika perlu, lanjutkan pengeringan sebentar hingga seluruh bagian kain kering sempurna.
Ā
5. Menyimpan seprai bersih di lemari yang lembap

ilustrasi lemari pakaian (pexels.com/@yankrukov) Seprai yang sudah dicuci dan dikeringkan dengan benar tetap bisa kehilangan kesegarannya jika disimpan di tempat yang kurang tepat. Lemari yang lembap, terlalu penuh, atau memiliki sirkulasi udara buruk dapat membuat kain menyerap aroma dari lingkungan sekitarnya. Akibatnya, seprai yang awalnya bersih bisa terasa kurang segar ketika akan digunakan kembali.
"Kain memiliki daya serap yang tinggi, sehingga seprai akan berfungsi layaknya spons yang menyerap aroma apa pun yang ada di udara dalam lemari," jelas laundry expert Sarah Pellicci Salveson kepada Martha Stewart.
Untuk mengatasinya, pastikan seprai benar-benar kering sebelum dilipat dan disimpan. Pilih lemari yang bersih, kering, serta tidak terlalu padat agar udara tetap bisa bersirkulasi. Kamu juga bisa sesekali membuka lemari untuk mengangin-anginkannya.
Seprai yang sudah dicuci belum tentu langsung terasa segar jika masih ada kebiasaan perawatan yang kurang tepat. Jadi, sebelum buru-buru mengganti seprai atau membeli deterjen baru, coba evaluasi kembali rutinitas mencuci dan cara menyimpannya.























