6 Langkah Mengembangkan Kemampuan Strategic Thinking di Tempat Kerja

- Kemampuan strategic thinking adalah analisis faktor dan variabel untuk kesuksesan jangka panjang.
- Langkah-langkah mengembangkan kemampuan berpikir strategis di tempat kerja antara lain melihat permasalahan secara keseluruhan, mengajukan pertanyaan kritis, dan kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya.
- Pertimbangkan berbagai solusi alternatif, belajar dari ahli, dan rutin berefleksi juga diperlukan dalam mengembangkan kemampuan strategic thinking.
Apakah kamu punya kemampuan strategic thinking? Ini adalah keahlian seseorang menganalisis berbagai faktor dan variabel untuk mencapai kesuksesan jangka panjang. Skill ini sangat diperlukan seorang pemimpin di organisasi atau kantor. Sebab, dialah yang membuat rencana dan memengaruhi tindakan serta moral tim.
Untungnya, kemampuan strategic thinking ini bukan talenta bawaan lahir, melainkan keterampilan yang bisa diasah. Apakah kamu seorang leader yang mau belajar cara mengembangkan kemampuan berpikir strategis di tempat kerja? Simak 6 langkahnya di sini!
1. Lihat permasalahan secara keseluruhan

Salah satu kemampuan strategic thinking yang paling penting adalah kemampuan melihat sesuatu secara jangka panjang, bukan cuma hari ke hari. Kamu perlu update tentang tren di industri, perkembangna teknologi, sampai perubahan ekonomi dan politik.
Nah, biar bisa terus memantau perkembangan jangka panjang, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan. Kamu bisa rutin membaca laporan dan analisis pasar, atau subscribe ke berbagai newsletter di industri kamu. Kamu juga bisa menghadiri konferensi dan webinar untuk mendapat ilmu langsung dari ahli.
2. Mengajukan pertanyaan secara kritis

Seorang pemikir strategis selalu penuh rasa ingin tahu. Ia tidak cepat puas dengan pengetahuannya, apalagi merasa yakin sudah punya semua jawaban dan solusi. Kalau mau melatih strategic thinking, bangunlah kebiasaan bertanya!
Misalnya, kalau muncul permasalahan, jangan panik! Ajukan pertanyaan-pertanyaan ini:
Apakah kamu sedang menangani masalah utama atau gejalanya saja?
Apa dampak jangka panjang dari solusi yang kamu buat?
Siapa yang diuntungkan dan dirugikan dari keputusan kamu?
Bagaimana kalau solusimu justru menimbulkan hasil yang berlawanan dari harapan?
3. Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya

Salah satu aspek penting dalam strategic thinking adalah mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya. Jangan sampai kamu merancang strategi jangka pendek ataupun panjang berdasarkan intuisi semata.
Saat dihadapkan dengan masalah, mulailah mencari segala informasi yang perlu untuk memecahkan masalah tersebut. Kamu bisa berdiskusi dengan rekan kerja, atasan, ataupun bawahan yang pernah mengalami hal serupa. Cari tahu juga apakah kantor kamu peranh menghadapi masalah yang sama.
4. Pertimbangkan berbagai solusi alternatif

Merancang berbagai skenario adalah salah satu contoh konkrit strategic thinking yang paling umum. Seorang leader perlu membayangkan berbagai kemungkinan agar siap menghadapi situasi tak terduga.
Mulailah merencanakan skenario terbaik dan terburuk yang bisa terjadi. Pertimbangkan pula situasi apa yang paling mungkin muncul. Lalu, buatlah rencana untuk menghadapi tiap situasi yang kamu perkirakan. Saat rencana sudah berjalan, perhatikan situasi mana yang kira-kira akan terjadi.
5. Belajar dari ahli

Melatih strategic thinking tidak harus dilakukan sendiri. Kelilingi diri kamu dengan ornag-orang yang berpengalaman menyusun strategi. Kamu bisa ikut workshop dan menjalin networking dengan para profesional!
Selain itu, kamu juga bisa mengikuti pelatihan strategic thinking secara formal. Ada berbagai institusi pelatihan yang bisa menggelar sesi training bagi kamu dan anggota tim kamu.
6. Rutin berefleksi

Berpikir strategsi memang ditujukan untuk membangun kesuksesan jangka panjang. Namun, kamu harus belajar dari masa lalu juga! Setiap kali menyelesaikan sebuah proyek yang kamu rencanakan, tinjau kembali performa kamu.
Misalnya, apakah strategi yang kamu buat berhasil mencapai hasil yang kamu inginkan? Jika ada area yang gagal, kenapa itu bisa terjadi? Lalu, apakah kamu akan menerapkan strategi serupa di kemudian hari? Atau, ada hal yang perlu diubah? Saat merefleksi, tanyakan umpan balik dari berbagai pihak yang terlibat dalam strategimu.
Di dunia kerja yang terus berubah, kemampuan strategic thinking bukan hanya nilai plus di mata perusahaan. Skill ini sudah jadi keharusan kalau kamu mau membuat keputusan-keputusan yang tepat. Yuk, mulai menerapkan 6 langkah di atas biar kamu makin jago berpikir strategis di tempat kerja!