Kamu mungkin kerap melihat perdebatan di media sosial tentang alumni beasiswa yang dianggap kurang berkontribusi atau "lupa daratan" setelah lulus. Faktanya, dana LPDP berasal dari pajak rakyat yang dikelola untuk menciptakan pemimpin masa depan yang kompeten dan berdaya saing global. Nah, setiap rupiah yang kamu gunakan untuk biaya hidup dan kuliah di luar negeri merupakan hasil iuran warga dari berbagai lapisan ekonomi, mulai dari pedagang kecil hingga pengusaha besar.
Beban ekspektasi publik ini sering terasa mencekik bagi para awardee yang baru saja menyelesaikan studinya dan kembali ke tanah air. Mereka pulang dengan ijazah bergengsi, tapi di sisi lain langsung disambut dengan tuntutan moral yang seolah menagih pembayaran instan atas investasi negara. Memahami realitas ini sangat penting agar kamu bisa melihat batasan yang sehat antara kewajiban profesional sebagai alumni dan tekanan sosial yang terkadang tak realistis, lho. Ini sebabnya!
