Saat kamu sedang asyik scrolling media sosial, pernah gak kamu mendadak dihadapkan oleh potongan video yang menampilkan narasi berbau seksual secara terselubung? Konten tersebut biasanya dikemas rapi dalam adegan drama pendek, tren tarian, atau iklan komersial. Fenomena ini dikenal dengan istilah soft porn atau pornografi softcore. Berbeda dari hard porn yang menyajikan adegan seksual secara eksplisit, soft porn bermain lewat sugesti implisit demi memikat perhatian publik secara cepat.
Sebagian orang mungkin menganggap konten semacam ini wajar dan sekadar hiburan visual semata. Padahal, jika dikonsumsi secara terus-menerus, ada dampak psikologis dan perilaku yang tidak bisa dianggap sepele. Agar kamu lebih kritis dalam memilah konten di lini masa, yuk, pahami batasan soft porn beserta risikonya berikut ini!
