Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Manfaat Baca Buku Sendiri yang Gak Didapat dari Jasa Joki

8 min read
6 Manfaat Baca Buku Sendiri yang Gak Didapat dari Jasa Joki
ilustrasi joki baca buku (pexels.com/George Milton)
  • Jasa joki baca buku ramai dibahas karena menawarkan pembacaan, anotasi, sticky notes, dan dokumentasi buku dengan tarif mulai Rp500 ribu hingga jutaan rupiah.
  • Membaca sendiri melatih pemahaman gagasan, inferensi, penguasaan kosakata, berpikir kritis, serta kemampuan menjaga fokus untuk mengikuti isi bacaan.
  • Proses membaca langsung membantu pembaca memahami perspektif lain dan membentuk pemaknaan berdasarkan pengetahuan serta pengalaman sendiri, yang tidak sepenuhnya tergantikan rangkuman joki.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Belakangan ini, media sosial sedang dihebohkan dengan munculnya jasa joki baca buku. Fenomena ini ramai diperbincangkan setelah muncul unggahan di Threads mengenai jasa tersebut yang dibanderol mulai dari Rp500 ribu hingga jutaan rupiah. Layanan ini menawarkan jasa membaca buku milik orang lain, lengkap dengan anotasi, sticky notes, hingga foto buku setelah selesai dibaca.

Dari fenomena ini, tentu ada manfaat yang tidak bisa didapatkan ketika seseorang membaca buku dengan bantuan jasa joki ini. Lantas, apa saja manfaat baca buku sendiri yang gak didapat dari jasa joki? Berikut beberapa di antaranya.

  1. 1. Membaca buku dapat melatih kemampuan memahami gagasan

    ilustrasi memahami buku yang dibaca
    ilustrasi memahami buku yang dibaca (pexels.com/George Milton)

    Manfaat pertama yang didapat ketika membaca buku sendiri tanpa jasa joki adalah melatih kemampuan memahami gagasan. Ketika membaca buku dibantu oleh jasa joki, kemampuan untuk memahami dan mengolah sebuah gagasan akan berbeda. Terkadang, sebuah gagasan tidak ditulis secara langsung. Pembaca perlu menghubungkan informasi dari beberapa bagian, menggunakan pengetahuan yang sudah dimiliki, kemudian menarik kesimpulan berdasarkan isi bacaan.

    Kemampuan membuat kesimpulan atau inference tersebut merupakan bagian penting dalam memahami bacaan. Penelitian berjudul Online inference making and comprehension monitoring in children during reading: Evidence from eye movements (2021) menunjukkan bahwa kemampuan membuat inferensi dan memantau pemahaman selama membaca merupakan bagian penting dalam proses memahami teks.

    Jika seseorang menggunakan jasa joki, proses tersebut sebagian besar dilakukan oleh orang lain. Ia mungkin tetap mendapatkan informasi mengenai isi buku melalui rangkuman, tetapi kesempatan untuk berlatih memahami gagasan secara langsung menjadi lebih sedikit.

  2. 2. Memperkaya kosakata ketika membaca buku

    ilustrasi menemukan kosakata baru saat membaca
    ilustrasi menemukan kosakata baru saat membaca (pexels.com/kaboompics.com)

    Manfaat lainnya yang bisa didapat ketika membaca buku sendiri adalah kesempatan untuk memperkaya kosakata. Ketika membaca, kita bisa menemukan berbagai kata yang mungkin belum pernah kita temui sebelumnya. Tidak hanya sekadar melihat kata tersebut, kita juga bisa memahami bagaimana kata itu digunakan berdasarkan konteks kalimat. Dari sini, kita memiliki kesempatan untuk mengingat kata baru dan memahami penggunaannya.

    Penelitian berjudul Do Reading Times Predict Word Learning? An Eye-Tracking Study with Novel Words (2024) yang melibatkan 102 orang dewasa menunjukkan adanya hubungan antara proses membaca kata-kata baru dengan kemampuan seseorang dalam mempelajari kata-kata tersebut. Dalam penelitian ini, peserta membaca teks yang mengandung kata-kata baru sambil gerakan mata mereka direkam.

    Hal ini menunjukkan bahwa proses ketika seseorang membaca dan berhadapan langsung dengan kata baru dapat berperan dalam pembelajaran kata tersebut. Artinya, membaca buku sendiri memberikan kesempatan bagi kita untuk bertemu dengan berbagai kosakata baru sekaligus memahami penggunaannya dalam konteks.

    Ketika menggunakan jasa joki, kesempatan tersebut tentu menjadi lebih sedikit karena orang lainlah yang menjalani proses membaca buku tersebut. Kita mungkin tetap memperoleh informasi mengenai isi buku, tetapi tidak mengalami secara langsung proses menemukan dan mempelajari berbagai kata yang terdapat di dalamnya.

  3. 3. Membaca buku dapat melatih kemampuan berpikir kritis

    ilustrasi membaca buku
    ilustrasi membaca buku (pexels.com/George Milton)

    Membaca buku sendiri juga dapat menjadi kesempatan untuk melatih kemampuan berpikir kritis. Sebab tidak semua informasi yang ada di dalam buku harus diterima begitu saja. Ketika membaca, kita bisa menemukan pendapat, argumen, atau sudut pandang yang berbeda dengan apa yang selama ini kita ketahui.

    Dari sana, kita dapat mempertanyakan informasi tersebut, membandingkannya dengan pengetahuan yang sudah dimiliki, kemudian menilai apakah argumen yang disampaikan masuk akal atau tidak. Bahkan sebuah penelitian berjudul Critical reading in higher education: A systematic review (2022) menjelaskan bahwa critical reading atau membaca kritis berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk memilih, menganalisis, mengevaluasi, dan menilai informasi yang ia temui ketika membaca.

    Dalam hal ini, membaca buku tidak hanya berhenti pada pemahaman isi buku saja. Terdapat proses ketika pembaca mampu menilai kembali informasi yang diterimanya. Bahkan, ketika menemukan pendapat yang berbeda dengan pandangannya sendiri, pembaca memiliki kesempatan untuk mempertimbangkan alasan di balik pendapat tersebut sebelum menentukan sikap.

  4. 4. Melatih kemampuan mempertahankan fokus saat membaca

    ilustrasi fokus membaca buku
    ilustrasi fokus membaca buku (pexels.com/Ron Lach)

    Menyelesaikan sebuah buku membutuhkan waktu. Kita perlu mempertahankan perhatian dari satu halaman ke halaman berikutnya, terutama ketika buku yang dibaca memiliki pembahasan yang cukup berat. Kemampuan mempertahankan perhatian juga berkaitan dengan proses memahami bacaan.

    Penelitian berjudul Sustained attention plays a critical role in reading comprehension of adults with and without ADHD (2023) melibatkan 107 orang dewasa untuk melihat hubungan antara perhatian, memori jangka pendek, kosakata, dan kemampuan memahami bacaan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa sustained attention atau kemampuan mempertahankan perhatian menjadi satu-satunya kemampuan kognitif yang dapat memprediksi kemampuan memahami bacaan ketika beberapa faktor tersebut dianalisis secara bersamaan.

    Hal ini menunjukkan bahwa membaca tidak hanya membutuhkan kemampuan untuk mengenali kata atau memahami kalimat, tetapi juga kemampuan untuk mempertahankan perhatian selama mengikuti isi bacaan. Ketika membaca buku sendiri, kita secara langsung berhadapan dengan proses tersebut. Kita perlu mengikuti pembahasan dari satu halaman ke halaman berikutnya, meskipun terkadang ada bagian yang terasa sulit atau kurang menarik.

  5. 5. Membantu memahami perspektif orang lain

    ilustrasi membaca buku bersama teman
    ilustrasi membaca buku bersama teman (pexels.com/cottonbro studio)

    Buku memiliki banyak sekali genre; ada fiksi maupun nonfiksi. Ketika membaca buku fiksi, pembaca dapat memahami perspektif orang lain. Ketika mengikuti cerita, kita tidak hanya mengetahui apa yang dialami oleh tokoh, tetapi juga mencoba memahami perasaan, pikiran, dan alasan di balik tindakan mereka.

    Hal tersebut terlihat dalam penelitian Reading and Empathy: Qualitative insights into adolescents' experiences with fiction books (2025). Penelitian ini melibatkan 37 remaja berusia 12–14 tahun dari dua sekolah menengah di Skotlandia. Melalui wawancara, peneliti menemukan bahwa beberapa peserta merasa membaca fiksi membantu mereka memahami sudut pandang dan pengalaman karakter yang berbeda dari kehidupan mereka sendiri.

    Pengalaman tersebut dapat membuat pembaca melihat suatu persoalan dari sudut pandang yang berbeda. Jadi, membaca bukan hanya tentang mengetahui bagaimana sebuah cerita berakhir, tetapi juga memberikan kesempatan untuk memahami bagaimana orang lain berpikir dan merasakan sesuatu. Manfaat inilah yang tidak didapat ketika seseorang membaca buku dengan jasa joki baca buku.

  6. 6. Membangun pemahaman berdasarkan proses berpikir sendiri

    ilustrasi santai membaca buku
    ilustrasi santai membaca buku (pexels.com/kaboompics.com)

    Pada akhirnya, salah satu manfaat terbesar membaca sendiri adalah kita memiliki kesempatan untuk membentuk pemahaman berdasarkan proses berpikir kita sendiri. Dua orang bisa membaca buku yang sama, tetapi memiliki pemahaman atau kesimpulan yang berbeda. Hal tersebut bisa terjadi karena setiap orang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang berbeda sebelum membaca.

    Hal ini sejalan dengan penelitian The effects of the topic-specific and topic-general prior knowledge on learning from multiple complementary texts (2025) yang melihat bagaimana pengetahuan yang sudah dimiliki pembaca memengaruhi proses belajar dari beberapa teks. Penelitian ini melibatkan 59 mahasiswa dan menemukan bahwa jumlah serta jenis pengetahuan sebelumnya berperan dalam bagaimana seseorang memahami informasi dan menggunakannya setelah membaca.

    Sebab ketika membaca, kita tidak hanya menerima informasi begitu saja. Kita membawa pengetahuan yang sudah dimiliki, kemudian menghubungkannya dengan informasi baru, memahami isinya, dan membentuk pemahaman berdasarkan proses tersebut. Proses inilah yang tidak dapat dirasakan ketika proses membaca diwakilkan kepada orang lain.

  7. 7. Jasa joki mungkin menyelesaikan tugas, tetapi tidak menggantikan proses membaca

    ilustrasi joki baca buku
    ilustrasi joki baca buku (pexels.com/George Milton)

    Ketika kita menggunakan jasa joki baca buku, terdapat proses yang berisiko digantikan oleh pemahaman orang lain. Kita memang bisa memperoleh ringkasan atau informasi mengenai buku yang seharusnya dibaca. Namun, pengalaman berpikir selama membaca tidak bisa sepenuhnya dialihkan kepada orang lain.

    Jadi, persoalannya bukan hanya apakah seseorang akhirnya mengetahui isi buku atau tidak. Pertanyaan yang lebih penting adalah kemampuan apa yang berkembang selama proses untuk mengetahui isi buku tersebut? Pada titik ini, jasa joki mungkin memang dapat membantu seseorang menyelesaikan sebuah tugas membaca.

    Jika tujuan membaca adalah meningkatkan kemampuan diri, proses membaca itu sendiri tetap memiliki nilai yang tidak mudah digantikan. Sebab buku bukan hanya sesuatu yang perlu diselesaikan. Ada proses berpikir yang seharusnya kita jalani di dalamnya. Setelah tahu manfaat baca buku sendiri yang gak didapat dari jasa joki, apakah kamu masih mau menggunakan layanan tersebut atau tetap ingin menyelami buku secara mandiri?

    Referensi

    Bailing Lyu, Matthew T. McCrudden. The effects of the topic-specific and topic-general prior knowledge on learning from multiple complementary texts. Learning and Individual Differences, Volume 118–2025. Diakses pada Oktober 2026.

    Chetail F. Reading books: The positive impact of print exposure on written word recognition. Cognition. 2024. Diakses pada Oktober 2026.

    Elgort, I., & Beyersmann, E. (L.). (2024). Do reading times predict word learning? An eye–tracking study with novel words. Studies in Second Language Acquisition, 46(4). Diakses pada Oktober 2026.

    Joseph H, Wonnacott E, Nation K. Online inference making and comprehension monitoring in children during reading: Evidence from eye movements. Q J Exp Psychol (Hove). 2021. Diakses pada Oktober 2026.

    Segal, D. (2023). Sustained attention plays a critical role in reading comprehension of adults with and without ADHD. Learning and Individual Differences, 105, 1–8. Diakses pada Oktober 2026.

    Santi, E., Cebula, K., & McGeown, S. (2025). Reading and empathy: Qualitative insights into adolescents' experiences with fiction books. Literacy, 59(3), 304–313. Diakses pada Oktober 2026.

    Le Ha Van, Chong Su Li, Roselind Wan, Critical reading in higher education: A systematic review, Thinking Skills and Creativity, Volume 44, 2022. Diakses pada Oktober 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More