Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 MBTI yang Paling Gampang Ketularan Mood Orang di Sekitarnya
ilustrasi nongkrong dengan teman (pexels.com/Afta Putta Gunawan)

Ada orang yang bisa tetap ceria meski suasana di sekitarnya sedang muram. Namun, ada juga yang emosinya mudah ikut berubah ketika melihat orang lain sedang sedih, marah, atau bersemangat. Mereka seolah bisa menangkap energi dari lingkungan sekitar dan tanpa sadar membawa suasana tersebut ke dalam dirinya sendiri.

Dalam MBTI, beberapa tipe dikenal lebih peka terhadap perubahan emosi orang lain. Mereka dapat menyadari perubahan ekspresi, nada bicara, atau sikap seseorang lalu ikut merasakan suasana yang sedang terjadi. Nah, penasaran siapa saja mereka? Ini lima MBTI yang kadang emosinya muncul karena terpengaruh orang di sekitarnya.

1. ENFJ

ilustrasi hangout (pexels.com/cottonbro studio)

ENFJ dikenal cukup peka membaca suasana dan perubahan emosi orang lain. Ketika berada di tengah kelompok yang sedang bersemangat, mereka biasanya ikut merasa antusias dan mudah terbawa suasana positif tersebut. Sebaliknya, jika seseorang yang mereka sayangi sedang murung atau menghadapi masalah, mood ENFJ juga bisa ikut menurun meski sebelumnya sedang baik-baik saja.

Mereka tidak sekadar menyadari bahwa orang lain sedang tidak baik-baik saja, tetapi juga ikut memikirkan penyebab dan perasaan yang sedang dialami orang tersebut. ENFJ bisa terus memikirkan keadaan temannya setelah pertemuan selesai karena merasa ingin membantu meringankan beban yang dirasakan. Kedekatan emosional yang kuat dengan orang lain membuat suasana hati mereka cukup mudah dipengaruhi oleh lingkungan sosial.

2. INFJ

ilustrasi teman (pexels.com/Keira Burton)

INFJ memiliki kepekaan yang tinggi terhadap perubahan kecil dalam interaksi. Mereka dapat menangkap perubahan nada bicara, ekspresi wajah, atau sikap seseorang yang terlihat sedikit berbeda dari biasanya. Ketika menyadari ada orang yang sedang mengalami masalah, INFJ bisa ikut merasakan beratnya suasana tersebut meskipun tidak mengalaminya secara langsung.

INFJ terkadang juga menyerap berbagai hal yang terjadi di lingkungan sebelum memprosesnya secara mendalam. Jika berada di tempat yang dipenuhi ketegangan, mereka mungkin merasa tidak nyaman bahkan setelah situasinya sudah selesai. Karena terlalu mudah menangkap emosi sekitar, INFJ terkadang membutuhkan waktu sendiri untuk mengembalikan suasana hatinya seperti semula.

3. INFP

ilustrasi nongkrong bersama teman (unsplash.com/Michael T)

INFP memiliki empati yang kuat sehingga perasaan orang lain bisa dengan mudah menyentuh sisi emosional mereka. Ketika melihat seseorang menangis, kecewa, atau sedang menghadapi masalah berat, mereka bisa ikut merasa sedih meskipun tidak memiliki hubungan langsung dengan kejadian tersebut. Bahkan, cerita sederhana yang menyentuh hati bisa terbawa ke pikiran mereka dalam waktu yang cukup lama.

Mereka akan membayangkan bagaimana rasanya berada di posisi orang yang sedang mengalami kesulitan. Kebiasaan menempatkan diri dalam perspektif orang lain membuat INFP lebih mudah merasakan emosi yang ada di sekitarnya. Karena itu, suasana lingkungan yang penuh konflik atau kesedihan bisa membuat mereka kehilangan energi tanpa sadar.

4. ESFJ

ilustrasi mengobrol dengan teman cewek (pexels.com/ELEVATE)

ESFJ sangat memperhatikan kondisi emosional orang-orang yang berada di sekitarnya. Ketika berkumpul dengan teman atau keluarga yang sedang bahagia, mereka bisa ikut menikmati kegembiraan tersebut dan membuat suasana semakin ramai. Namun ketika orang-orang terdekatnya sedang menghadapi masalah, perubahan mood mereka juga dapat terjadi dengan cepat.

Mereka merasa bahwa keadaan emosional orang lain ikut menjadi bagian dari tanggung jawab mereka. Saat melihat seseorang sedang murung, ESFJ mungkin langsung berusaha menghibur atau mencari tahu apa yang sedang terjadi. Jika tidak berhasil membantu, mereka bisa ikut merasa sedih dan terus memikirkan keadaan tersebut setelahnya.

5. ISFJ

ilustrasi tertawa bersama teman (pexels.com/Savannah Dematteo)

ISFJ memiliki perhatian yang besar terhadap perasaan orang-orang yang mereka sayangi. Mereka cukup peka terhadap perubahan kecil dalam perilaku seseorang, terutama ketika orang tersebut biasanya ceria tetapi tiba-tiba menjadi pendiam. Melihat perubahan tersebut bisa membuat ISFJ ikut merasa tidak tenang dan memikirkan apa yang mungkin sedang terjadi.

Karena menyimpan perhatian dalam bentuk tindakan, ISFJ biasanya berusaha melakukan sesuatu untuk membuat suasana menjadi lebih baik. Mereka mungkin menawarkan bantuan, menemani tanpa banyak bicara, atau sekadar memastikan orang tersebut tidak merasa sendirian. Ketika melihat orang yang disayangi kembali bahagia, mood ISFJ pun biasanya ikut membaik.

Mudah tertular mood orang lain selalu berkaitan dengan tingkat kepekaan dan empati yang dimiliki seseorang. Beberapa MBTI memang lebih mudah menangkap suasana emosional di sekitarnya sehingga perasaan orang lain dapat memengaruhi kondisi hati mereka. Meski memiliki empati yang tinggi adalah hal yang baik, tetap penting untuk memberi batas agar tidak terus membawa beban emosional orang lain ke dalam kehidupan pribadi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article