Candaan di kantor sebenarnya bukan sesuatu yang aneh. Di tengah pekerjaan yang menumpuk dan rutinitas yang kadang melelahkan, bercanda dengan rekan kerja bisa menjadi cara untuk mencairkan suasana. Saling menggoda atau menertawakan kejadian tertentu bahkan bisa membuat hubungan antarpegawai terasa lebih dekat. Namun, candaan yang awalnya dianggap biasa bisa berubah menjadi masalah ketika hanya satu orang yang terus dijadikan sasaran.
Perubahan tersebut terkadang tidak langsung terlihat karena semuanya masih dibungkus dengan tawa. Orang yang menjadi sasaran mungkin ikut tertawa kendati di dalam lubuk hati sebenarnya merasa malu atau tidak nyaman, sementara rekan kerja lain menganggap situasinya tidak serius. Jika candaan terus diulang, menyentuh hal yang bersifat pribadi, atau tetap dilakukan setelah seseorang meminta berhenti, perilaku tersebut bisa mengarah pada bullying di tempat kerja. Lantas, mengapa candaan di kantor bisa berubah menjadi bullying?
