Apakah Perlu Menjual atau Menggadaikan Emas buat Lebaran?

- Menjelang Lebaran, banyak orang tergoda menjual atau menggadaikan emas demi tambahan dana, padahal langkah ini sebaiknya dipertimbangkan matang agar tidak menyesal setelah perayaan usai.
- Emas sulit ditebus kembali karena harganya terus naik, sehingga menjualnya bisa membuat kehilangan aset berharga yang nilainya justru meningkat dari waktu ke waktu.
- Bila terpaksa mencairkan emas, pilih gram kecil saja dan segera rencanakan pembelian ulang setelah Lebaran agar nilai tabungan tetap terjaga di masa depan.
Mendekati Lebaran, biasanya bukan hanya toko pakaian, sembako, dan aneka kue yang ramai. Pegadaian serta toko emas juga dipadati pengunjung. Namun, ada perbedaan dengan hari biasa.
Di bulan selain Ramadan, umumnya orang pergi ke pegadaian atau toko emas buat menabung atau membeli emas. Orientasinya ke investasi atau mempercantik penampilan. Akan tetapi, menjelang Idulfitri sebagian masyarakat berduyun-duyun melepas emas.
Uangnya akan dipakai buat menambah bujet untuk merayakan Lebaran. Apalagi bila mereka tidak mendapatkan tunjangan hari raya. Uang bakal Idulfitri mesti dipikir sendiri. Namun, apakah menjual atau menggadaikan emas buat Lebaran adalah langkah tepat? Pikirkan ulang sebelum kamu membawa perhiasan dan emas batanganmu ke toko emas atau ke penggadaian.
1. Kalau masih ada uang cash buat Lebaran, pakai itu saja

Sebelum kamu memutuskan untuk menjual atau menggadaikan emas, cek dengan cermat ketersediaan uang cash-mu. Apakah buat keperluan Lebaran nanti dirimu betul-betul tidak lagi memiliki uang sepeser pun? Seperti mudik dan menyiapkan paket-paket sembako atau oleh-oleh untuk dibagikan.
Selagi masih ada uang yang cukup buat berbagai kebutuhan tersebut, jaga baik-baik emasmu. Walaupun dana yang tersedia tidak berlebih, kamu gak perlu menambahinya dengan menjual atau menggadaikan emas. Berapapun uang yang ada mesti dicukupkan.
Sebab jika emas ikut dicairkan, sebanyak apa pun dana yang terkumpul pasti habis juga. Misalnya, uangmu senilai 2 juta rupiah pas sekali untuk berbagai kebutuhan. Niat berjaga-jaga, dirimu menggadaikan perhiasan seharga 3 juta rupiah. Ending-nya bukan 2 atau 2,5 juta rupiah yang dibelanjakan, melainkan 5 juta rupiah dapat habis tak bersisa.
2. Ingat, ada kemungkinan kamu gak akan bisa menebus atau membelinya lagi

Kamu merasakan sendiri betapa sulitnya membeli emas dalam bentuk perhiasan maupun batangan. Dirimu mesti mengumpulkan uangnya sedikit demi sedikit. Terlebih dengan harga emas yang terus bertambah tinggi.
Jika sekarang kamu melepasnya untuk merayakan Lebaran, apakah kamu yakin dapat menebus atau membelinya kembali? Jangan-jangan emas itu gak bakal lagi ada di tanganmu baik dalam bentuk serta ukuran yang sama maupun berbeda. Sehabis Lebaran nanti, kamu tentu gajian.
Hanya saja, seperti biasa, pendapatan sudah tersedot banyak buat kebutuhan sehari-hari. Terlebih, Idulfitri tahun ini amat berdekatan dengan tahun ajaran baru. Menebus atau membeli emas lagi barangkali tidak bisa menjadi prioritasmu dalam waktu dekat.
3. Harga emas terus naik, mending jual barang yang nilainya menyusut

Menjual emas hari ini bisa membuatmu kewalahan untuk membelinya kembali. Sebab harganya terus naik. Ketika kamu telah menabung sampai jumlah tertentu, boleh jadi harga terkini emas sudah tambah tinggi.
Dirimu dapat membayangkannya seperti aksi kejar-kejaran antara kamu dan harga emas. Memang kebutuhan Lebaran banyak dan kerap ada rasa gak enak bila tak memenuhinya. Namun, seandainya kamu mesti menjual sesuatu buat menambah bujet, taruh emas di nomor terakhir.
Selama masih ada barang lain di rumah yang dapat diuangkan, itu saja dulu. Pilih barang yang nilainya menyusut paling cepat dan harga jualnya kira-kira pas dengan kebutuhanmu. Seperti sepeda yang tak lagi terpakai atau beberapa smartphone yang sering eror.
4. Kalaupun harus jual perhiasan, yang kecil saja sekadar menutup kebutuhan

Andai kamu gak punya alternatif barang lain untuk dijual, apa boleh buat? Emas baik dalam bentuk perhiasan maupun batangan dapat dicairkan. Boleh jadi salah satu tujuanmu menabung emas atau membeli perhiasan memang untuk mengantisipasi kebutuhan ekstra seperti ini.
Gak apa-apa emasmu diuangkan. Hanya saja, pilih gram yang paling kecil saja. Jangan malah emas dengan gram besar yang dijual atau digadaikan. Tentu emas yang besar akan mendapatkan harga lebih tinggi.
Namun, kalau emas disayang-sayang sampai dirimu kepepet kebutuhan, uang lebih gampang melayang. Bila pun kamu bisa menahan diri untuk tak menggunakan seluruh uang hasil penjualan atau menggadaikan emas, sisanya gak banyak. Tidak cukup untuk membeli emas dengan gram yang sama karena per hari saja bisa naik signifikan.
5. Lebaran berakhir, segera cari uang dan beli emas lagi

Tentu ini akan menjadi PR besar buatmu yang baru habis-habisan merayakan Lebaran. Sebenarnya kamu ingin beristirahat dulu dan gak mau mengeluarkan uang besar buat sementara waktu. Sampai tabungan kembali stabil.
Masalahnya, tambah lama dirimu mengulur waktu untuk kembali membeli emas, harganya kian berlipat. Kamu makin sulit mengejarnya dan pernah punya emas sekian gram, tinggal kenangan. Kalau dirimu dapat secepatnya membeli emas lagi, selisih harganya belum banyak.
Begitu pula emas yang digadaikan mesti segera ditebus. Jangan terlalu santai seakan-akan di mana pun dirimu menggadaikannya bakal terus bersabar menunggumu secara keuangan. Tunda semua kesenangan seperti piknik dan alokasikan uangmu untuk menebus emasmu.
Banyaknya daftar kebutuhan Lebaran jangan membuatmu panik. Belum tentu menjual atau menggadaikan emas buat Lebaran adalah jawabannya. Boleh jadi dari daftar sepanjang itu, sebenarnya banyak kebutuhan yang masih bisa dipangkas. Hindari sedikit-sedikit berpikir bahwa masih ada emas untuk dijual atau digadaikan.