Pernah merasa kamu lagi baik-baik saja, tapi setelah ngobrol dengan seseorang energimu langsung habis? Bukan karena percakapannya penuh konflik, kadang justru obrolannya biasa saja. Kalian gak bertengkar, gak ada masalah besar, tapi setelahnya kamu merasa ingin diam, menyendiri, atau sekadar gak melakukan apa-apa.
Kondisi seperti ini sering terjadi, terutama ketika kamu berinteraksi dengan orang yang pola komunikasinya membuatmu terus-menerus mengeluarkan energi emosional. Saat ngobrol kamu harus memahami perasaan orang lain, menjaga respons, dan memikirkan kata-kata yang tepat. Lalu, kenapa hal ini bisa terjadi?
