Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kebiasaan Kecil untuk Menghindari Bahaya Penggunaan Media Sosial

5 Kebiasaan Kecil untuk Menghindari Bahaya Penggunaan Media Sosial
ilustrasi pria pegang handphone (unsplash.com/Thom Holmes)
Share Article

Setiap orang memiliki pola penggunaan media sosial yang berbeda-beda. Penggunaan media sosial dapat menjadi bermasalah jika menyebabkan pengabaian hubungan, gangguan pada pekerjaan, atau perasaan negatif.

Jika motivasi menggunakan media sosial hanya karena bosan, kesepian, atau ingin membuat orang lain iri, maka perlu dievaluasi kembali kebiasaan media sosial. Perlu dipertimbangkan bagaimana media sosial mempengaruhi hidup. Agar terhindar dari bahaya penggunaan media sosial, kamu bisa lakukan lima kebiasaan kecil pada berikut ini.

  1. 1. Jangan hanya scroll layar tanpa tujuan untuk menghabiskan waktu

    Seorang pria memegang handphone sebagai ilustrasi aktivitas menggunakan perangkat seluler dalam kehidupan sehari-hari.
    ilustrasi pria pegang handphone (unsplash.com/Alex Suprun)

    Kita sering membuka media sosial sekadar cek notifikasi, tetapi akhirnya menghabiskan waktu berjam-jam tanpa tujuan. Tentukan dulu tujuan kamu saat masuk, seperti berinteraksi dengan teman atau mencari hiburan. Aktifkan pengingat agar kamu bisa berhenti tepat waktu.

    Dengan begitu, waktu kamu lebih produktif dan tidak mudah terbuang. Kamu yang harus mengendalikan media sosial, bukan sebaliknya.

  2. 2. Berinteraksilah secara aktif

    Ilustrasi seorang pria memegang ponsel pintar, menggambarkan penggunaan handphone dalam aktivitas sehari-hari.
    ilustrasi pria pegang handphone (unsplash.com/Jonas Leupe)

    Bersikap pasif di media sosial, seperti hanya melihat postingan, dapat membuat kamu merasa sepi dan kurang puas. Lebih baik kamu aktif dengan membuat konten, memberi komentar, dan mengobrol dengan teman. Hal itu membantu kamu terhubung lebih baik dengan orang lain.

    Dengan begitu, pengalaman kamu di media sosial jadi lebih positif. Kamu tidak hanya menggulir, tetapi juga berinteraksi.

  3. 3. Pilih dengan cermat siapa yang kamu ajak berinteraksi

    Ilustrasi seorang pria memegang handphone di tangan, menggambarkan penggunaan perangkat seluler sehari-hari.
    ilustrasi pria megang handphone (unsplash.com/Jacob Townsend)

    Ikuti akun yang memberi inspirasi dan dampak positif bagi kamu. Jika ada unggahan yang bersifat provokatif, bertentangan dengan nilai kamu, atau membuat perasaan tidak nyaman, segera batalkan ikuti akun tersebut. Kamu tidak perlu menerima semua permintaan pertemanan atau mengejar jumlah pengikut.

    Pilihlah konten yang sehat dan utamakan kondisi mental kamu. Kamu berhak tidak mengikuti segala hal, dan tidak ada masalah jika kamu memutuskan untuk berhenti mengikuti seseorang.

  4. 4. Ingat bahwa apa yang kamu lihat bukan kenyataan

    Ilustrasi tangan seseorang memegang handphone, menggambarkan penggunaan perangkat seluler dalam kehidupan sehari-hari.
    ilustrasi pegang handphone (unsplash.com/Dries De Schepper)

    Apakah kamu pernah melihat unggahan orang di media sosial lalu langsung membandingkan kehidupan kamu dengannya? Padahal, tidak ada kehidupan yang sesempurna tampilan di media sosial. Setiap orang memiliki masalah, tetapi tidak semua hal dibagikan secara daring.

    Konten yang muncul di media sosial hanyalah bagian yang ingin ditunjukkan orang lain kepada publik. Oleh karena itu, hindari membandingkan hidup kamu dengan orang lain, karena yang kamu lihat hanyalah momen terbaik mereka saja.

  5. 5. Waspada terhadap informasi yang tidak jelas

    Tangan seseorang memegang ponsel pintar dengan layar menyala di depan latar belakang ruangan yang tampak buram.
    ilustrasi pegang handphone (unsplash.com/NordWood Themes)

    Media sosial berpotensi menyebarkan informasi keliru, teori konspirasi, dan konten negatif. Karena itu, kamu harus selalu memverifikasi sumber sebelum mempercayai atau membagikan unggahan yang kontroversial. Kehati-hatian diperlukan terutama jika konten tersebut dapat menimbulkan kepanikan bagi orang lain.

    Kamu dapat memulainya dengan memeriksa kredibilitas pengunggah, tanggal publikasi, serta referensi yang dicantumkan. Kebiasaan tersebut membantu kamu menyaring informasi agar hanya yang akurat yang kamu terima.

    Menerapkan cara di atas bisa bantu kamu untuk terhindar dari bahaya penggunaan media sosial. Mulai dari sekarang, coba terapkan kebiasaan-kebiasaan kecil tersebut dalam kehidupan sehari-hari kamu. Dengan kesadaran dan kontrol yang lebih baik, kamu dapat memiliki hubungan yang lebih seimbang dengan media sosial.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Related Articles

See More