Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Notification Anxiety, Ketika Suara dari Ponsel Terasa Melelahkan

Notification Anxiety, Ketika Suara dari Ponsel Terasa Melelahkan
ilustrasi melihat ponsel (pexels.com/Alex Green)
  • Notification anxiety adalah rasa takut, cemas, atau panik terhadap notifikasi digital yang membuat sistem saraf siaga, perhatian terpecah, dan dapat memicu ketergantungan pada sensasi dopamin.
  • Penelitian yang dikutip menunjukkan kecemasan terhadap telepon atau notifikasi banyak dialami pekerja, dengan Gen Z paling dominan; studi Australia menyebut 90 persen Gen Z mengalami kecemasan terkait telepon.
  • Ketidakpastian isi notifikasi, takut melewatkan informasi, dan rangsangan berulang memicu kecemasan; penanganannya meliputi mematikan notifikasi tak penting, membatasi ponsel, membisukan akun, serta mengurangi kebiasaan mengecek ponsel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Di dunia yang serba digital seperti sekarang, suara notifikasi (pemberiahuan) dari ponsel jadi nada yang sudah gak asing lagi, bahkan mungkin sudah jadi bagian dalam aktivitas harian. Baik itu membuka pesan, notifikasi media sosial, peringatan berita, dan sebagainya membuat ponsel terus-menerus berbunyi.

Notifikasi ponsel dinyalakan dengan harapan agar gak terlewat informasi penting. Namun, terkadang suara pemberitahuan yang terus berbunyi sepanjang hari membuat seseorang merasa lelah dan gak jarang berdampak pada kesejahteraan emosional, entah itu positif, entah negatif, sehingga muncul istilah notification anxiety atau kecemasan akibat notifikasi ponsel.

  1. 1. Apa itu notification anxiety?

    ilustrasi laman google di ponsel
    ilustrasi laman google di ponsel (pexels.com/Jethro C.)

    Notifiation anxiey merupakan istilah yang menggambarkan kondisi saat seseorang merasa takut, cemas, atau panik ketika mendengar atau melihat notifikasi pesan, email, atau pemberitahuan aplikasi yang masuk di ponsel pintar atau perangkat digital mereka. Kondisi ini membuat sistem saraf seseorang kerap berada dalam mode siaga atau tegang.

    Hal tersebut gak jarang juga membuat seseorang merasa kewalahan. Bunyi notifikasi ponsel yang terus-menerus membuat perhatian terus beralih dari satu tugas ke tugas yang lainnya. Pada awalnya, kamu mungkin merasa senang mendengar notifikasi di ponsel, entah itu karena pesan dari orang tersayang atau karena ada orang lain yang menyukai unggahanmu di media sosial.

    Psikolog lingkungan dan konsultan kesejahteraan, Lee Chambers, dikutip dari Refineri29, menjelaskan bila notifikasi tersebut menghasilkan hormon dopamin yang membuatmu merasa senang. Namun jika terus menerus, kamu akan kecanduan dengan perasaan tersebut dan saat gak muncul notifikasi itu membuatmu merasa gak baik-baik saja bahkan menimbulkan kecemasan.

    "Jadi meskipun notifikasi bisa menyenangkan, pada akhirnya kamu bisa sampai kecanduan hingga ketika tiba-tiba notifikasi gak muncul, kamu mulai merasa cemas dan mulai bertanya-tanya apakah kamu telah mengatakan sesuatu yang salah," kata Chambers.

  2. 2. Penelitian tunjukkan gen Z punya tingkat kecemasan tertinggi terhadap suara notifikasi

    ilustrasi perempuan memegang ponsel
    ilustrasi perempuan memegang ponsel (pexels.com/picjumbo.com)

    Dikutip dari Cosmopolitan, Lois Shearing, penulis, menyampaikan hasil penelitian yang menunjukan bahwa pekerja kantor di Inggris mengalami kondisi kecemasan akan telepon atau notifikasi terjadi pada hampir semua kalangan, namun gen Z jadi yang paling mendominasi. Penelitian dari Australia bahkan menunjukan, 90 persen dari kelompok usia gen Z menderita kecemasan terkait telepon.

    Itulah kenapa, banyak dari kalangan gen Z mengaktifkan mode "do not disturb/jangan ganggu" di ponselnya. Kecemasan yang muncul akibat dering telepon dan suara notifikasi di ponsel membuat banyak dari mereka yang memutusan untuk mematikan hampir semua pemberitahuan aplikasi, kecuali aplikasi pesan seperti WhatsApp.

  3. 3. Penyebab notification anxiety

    ilustrasi melihat ponsel sebelum tidur
    ilustrasi melihat ponsel sebelum tidur (pexels.com/ Ron Lach)

    Penggunaan ponsel yang semakin tinggi membuat notifikasi menjadi bagian dari keseharian. Namun, bagi sebagian orang, suara, getaran, atau pop-up notifikasi justru dapat memicu rasa cemas. Menurut psikoterapis BACP dan ahli kecemasan Kamalyn Kaur, dilansir Cosmopolitan, hal ini terjadi karena notifikasi menghadirkan ketidakpastian.

    "Ketidakpastian notifikasi menciptakan rasa ketidakpastian yang dapat memicu kecemasan," ucapnya.

    Saat ponsel berbunyi atau bergetar, kita belum mengetahui siapa yang menghubungi atau apa isi pesannya. Kondisi tersebut dapat membuat pikiran dipenuhi rasa penasaran, khawatir, hingga cemas sebelum notifikasi benar-benar dibuka.

    Rasa takut melewatkan informasi penting juga bisa membuat seseorang merasa harus selalu siap menerima dan membalas pesan secepat mungkin. Menurut Kaur, kebiasaan tersebut justru dapat memperkuat rasa cemas. Ditambah lagi, notifikasi yang muncul terus-menerus membuat otak menerima terlalu banyak rangsangan sehingga tubuh seolah terus berada dalam mode siaga. Akibatnya, setiap bunyi atau getaran ponsel dapat memicu atau memperburuk perasaan kewalahan, stres, dan kecemasan.

  4. 4. Cara mengatasi notification anxiety

    ilustrasi istirahat
    ilustrasi istirahat (pexels.com/Mentatdgt)

    Kaur menyampaikan beberapa tips yang bisa dipraktikkan untuk mengatasi notification anxiety. Ada lima kiat bermanfaat yang bisa dilakukan, di antaranya:

    • Nonaktifkan notifikasi yang gak terlalu dibutuhkan untuk mengurangi pemberitahuan yang masuk.
    • Unfollow atau berhenti mengikuti akun, atau bisukan akun atau grup yang kerap membahas sesuatu kurang baik yang berkontribusi terhadap perasaan negatif seperti stres, kewalahan, atau kecemasan.
    • Tetapkan batasan penggunaan ponsel dengan menentukan waktu bebas ponsel agar otak bisa beristirahat. Misalnya, gak menggunakan ponsel saat makan, satu jam sebelum tidur, dan sebagainya.
    • Siapkan rencana cadangan dengan cara memikirkan apa yang mungkin terjadi jika kamu gak langsung merespons notifikasi. Cara ini membantu mengurangi kekhawatiran dan melihat situasi secara lebih realistis.
    • Kurangi kebiasaan mengecek ponsel dengan tahan keinginan untuk terus memeriksa notifikasi. Gunakan ponsel secara lebih sadar dan tidak impulsif agar rasa cemas dan stres berkurang.

    Notification anxiety atau kecemasan notifikasi menjadi salah satu fenomena yang banyak dirasakan di kondisi serba digital seperti saat ini. Untuk mengatasinya bisa dengan mengurangi dan membangun kebiasaan menggunakan ponsel secara lebih bijak. Gak semua pesan harus langsung dibalas. Dengan memberi diri sendiri waktu untuk berhenti sejenak dan gak selalu terpaku pada notifikasi, pikiran pun bisa terasa lebih tenang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More