Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Rekomendasi Novel Daftar Panjang Kusala Sastra 2026, Tertarik Baca?
Rekomendasi Novel Daftar Panjang Kusala Sastra 2026 (IDN Times/Nisa Zarawaki)

Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) 2026 resmi mengumumkan Daftar Panjangnya. Tahun ini, sepuluh novel terpilih masuk ke tahap seleksi pertama, semuanya merupakan karya yang terbit perdana sepanjang 2025 dan dinilai memiliki pencapaian artistik serta relevansi penting dalam perkembangan sastra Indonesia mutakhir.

Dari deretan novel yang masuk nominasi, tema-temanya beragam dan kaya. Belum tahu harus mulai dari mana? Berikut beberapa rekomendasi novel dari Daftar Panjang KSK 2026 yang sayang untuk dilewatkan!

1. Koloni oleh Ratih Kumala

Koloni-Ratih Kumala (IDN Times/Nisa Zarawaki)

Novel pertama ada Koloni dari Ratih Kumala yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama. Novel ini merupakan fabel satir yang menceritakan tentang perebutan kekuasaan serta dinamika sosial di dunia semut. Ratih menggunakan analogi serangga untuk mengkritik soal politik, social class, hingga kehidupan kelompok pekerja.

Jika kamu menyukai novel Animal Farm oleh George Orwell, maka buku ini bisa masuk reading list. Karena Ratih terinspirasi dari Animal Farm saat pembuatan buku ini. Buku ini juga memberikan perspektif feminis dengan POV unik dari Ratu semut yang memegang peranan sentral.

2. Nyi Sadikem oleh Artie Ahmad

Nyi Sadikem-Artie Ahmad (IDN Times/Nisa Zarawaki)

Selanjutnya adalah novel bertajuk Nyi Sadikem oleh Artie Ahmad yang diterbitkan oleh penerbit Marjin Kiri tahun 2025. Novel ini menceritakan tentang budaya Gowok. Ada pun fokus cerita ini pada karakter perempuan Indo-Belanda yang lahir dari seorang gundik.

Buku ini banyak merekam tentang isu kekerasan seksual, identitas perempuan, hingga feminisme. Artie juga menuliskan kritik terkait realitas kehidupan perempuan zaman dahulu hingga tradisi feodal dalam narasi fiksi.

3. Alok oleh Arie Saptaji

Alok oleh Arie Saptaji (goodreads.com)

Diterbitkan oleh Post Press pada November 2025, novel selanjutnya berjudul Alok karya Arie Saptaji. Novel ini bercerita tentang duka dan kehilangan. Kisahnya mengikuti karakter yang mengalami kehilangan cukup tragis.

Buku ini masuk dalam kategori novela atau novel yang pendek. Dengan tema kehilangan yang solid, buku ini mengajak pembaca untuk mengolah duka dengan sikap yang lebih lembut.

4. Ikan-Ikan dan Kunang-Kunang di Kedung Mayit oleh Dewanto Amin Sadono

Ikan-Ikan dan Kunang-Kunang di Kedung Mayit oleh Dewanto Amin Sadono (beningruapustaka.com)

Novel berikutnya berjudul Ikan-Ikan dan Kunang-Kunang di Kedung Mayit karya Dewanto Amin Sadono. Buku ini diterbitkan oleh Rua Pustaka dengan tebal 198 halaman. Novel bernuansa folklore ini menceritakan tentang anak-anak yatim piatu yang memancing ikan di Kedung Mayit untuk menemukan orangtua mereka.

Ada pun latar belakang kisahnya yakni Tragedi Petrus pada 1982-1985. Konon katanya, ikan-ikan yang dipancing itu bisa menjelma menjadi manusia 'bapak-ibu'. Novel ini dipenuhi dengan humor satir dan peristiwa realistis.

5. Seratus Tahun Kebisuan oleh Wawan Kurniawan

Seratus Tahun Kebisuan oleh Wawan Kurniawan (divapress-online.com)

Terakhir, ada Seratus Tahun Kebisuan oleh Wawan Kurniawan dari penerbit Diva Press. Novel ini memiliki tema psikologis, realisme magis, dan kebudayaan lokal. Wawan menyajikan latar belakang budaya bugis tentang : Cerita di dalam novel ini meminjam latar belakang kuat mengenai konsep ke-bissu-an (komunitas spiritual gender kelima dalam tradisi Bugis, Sulawesi).

Dengan bahasa yang puitis, Wawan mencoba menggambarkan bagaimana orang-orang yang berada di bawah tekanan budaya 'bissu' ini. Nilai yang disampaikan mengenai krisis identitas, pencarian makna hidup, kebimbangan, serta fenomena mimpi.

Demikian beberapa buku yang masuk dalam daftar panjang Kusala Sastra 2026 untuk kamu baca. Mana yang masuk reading list kamu?

Editorial Team

Related Article