6 Novel Dark Romance Paling Menyakitkan yang Bikin Hati Remuk

Dark romance selalu punya daya tarik tersendiri. Ceritanya gelap, emosinya intens, dan hubungan antar tokohnya sering kali rumit, obsesif, bahkan tidak sehat. Namun, justru itu yang bikin pembaca sulit berhenti. Genre ini tidak menawarkan cinta yang manis, tapi cinta yang menyakitkan, penuh konflik batin, dan sering kali membuat hati ikut tercabik.
Buat mereka yang suka kisah cinta penuh luka, rahasia kelam, dan karakter abu-abu yang sulit ditebak, novel dark romance adalah candu tersendiri. Enam buku di bawah ini dikenal mampu menguras emosi, membuat pembaca frustrasi, marah, sekaligus jatuh cinta di saat yang sama.
1. Twisted Love – Ana Huang

Twisted Love mempertemukan Ava, gadis hangat dan penuh harapan, dengan Alex, sosok dingin yang hidupnya digerakkan oleh ambisi dan dendam. Alex bukan tipe pria yang mudah dicintai melainkan tertutup, posesif, dan emosionalnya berantakan. Hubungan mereka sejak awal sudah terasa salah, namun justru sulit dihindari.
Yang membuat novel ini menyakitkan adalah benturan antara cinta dan trauma masa lalu. Ava ingin menyelamatkan Alex, sementara Alex bahkan belum berdamai dengan dirinya sendiri. Ceritanya membuat pembaca terus bertanya apakah cinta benar-benar cukup untuk menyembuhkan seseorang yang rusak dari dalam?
2. His Perfect Darkness – Lee Savino

Rex adalah miliarder dengan sisi gelap yang berbahaya, sementara Inara adalah profiler FBI yang terbiasa membaca pikiran penjahat. Pertemuan mereka bukan sekadar takdir romantis, tapi permainan psikologis yang penuh manipulasi dan obsesi. Rex menginginkan Inara, dan bagi pria sepertinya, “tidak” bukanlah jawaban.
Novel ini terasa seperti kejar-kejaran antara logika dan hasrat. Inara sadar Rex adalah ancaman, tapi ia juga tak bisa menyangkal daya tarik yang menjeratnya perlahan. Hubungan mereka membuat pembaca tidak nyaman, dan justru di situlah letak kekuatan ceritanya.
3. Love Me Not – Eden Emory

Love Me Not menghadirkan dark romance sapphic yang emosional dan penuh dilema moral. Juliette terdesak secara finansial dan mengambil keputusan ekstrem yang akhirnya mempertemukannya dengan Lux, perempuan kaya yang misterius dan dominan. Keadaan semakin rumit ketika Lux ternyata adalah bos barunya.
Cerita ini tidak hanya bicara soal cinta, tapi juga ketimpangan kekuasaan dan ketergantungan emosional. Lux bukan karakter yang mudah ditebak, sementara Juliette terus terjebak antara kebutuhan, rasa bersalah, dan perasaan yang tumbuh tanpa izin. Relasi mereka terasa intens, canggung, dan menyakitkan dengan cara yang sunyi.
4. Relentless – Eve Vaughn

Relentless adalah kisah slow burn yang dipenuhi kebencian lama dan hasrat terpendam. Krystina tumbuh di lingkungan keluarga Holden setelah hidupnya hancur, dan Dominic yang merupakan cucunya adalah sumber trauma masa kecilnya. Bertahun-tahun kemudian, emosi yang dulu berupa kebencian berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih gelap.
Novel ini menyakitkan karena mempermainkan batas antara luka lama dan ketertarikan baru. Dominic bukan pahlawan romantis, dan Krystina bukan korban pasif. Hubungan mereka penuh konflik batin, membuat pembaca terus bertanya apakah masa lalu bisa benar-benar ditinggalkan.
5. Unhinged – Onley James

Unhinged membawa dark romance ke level yang lebih ekstrem dengan karakter utama seorang pembunuh berantai. Adam adalah psikopat yang hanya membunuh orang-orang jahat, sementara Noah adalah pria yang hidupnya runtuh karena masa lalu keluarganya. Ketika kebenaran terungkap, hubungan mereka berubah menjadi sesuatu yang tidak seharusnya terjadi.
Yang membuat novel ini begitu menyakitkan adalah konflik moralnya. Pembaca dipaksa bersimpati pada karakter yang jelas-jelas berbahaya. Cinta di sini terasa salah, tapi juga anehnya tulus yang membuat perasaan pembaca ikut terombang-ambing.
6. Asking For It – Lilah Pace

Asking For It mengeksplorasi sisi gelap hasrat dan rasa malu yang sering tidak dibicarakan. Vivienne menyimpan fantasi tabu yang membuatnya membenci dirinya sendiri, hingga Jonah muncul dengan tawaran yang tidak biasa. Mereka sepakat menjaga jarak emosional, tapi perasaan jelas tidak bisa diatur sesederhana itu.
Novel ini terasa menyakitkan karena kejujurannya. Vivienne bukan karakter yang diselamatkan oleh cinta, melainkan seseorang yang belajar menerima dirinya sendiri lewat hubungan yang kompleks dan penuh risiko. Dinamika mereka intens, rapuh, dan sangat membekas.
Dark romance memang bukan bacaan ringan. Keenam novel ini menawarkan kisah cinta yang tidak ideal, penuh luka, dan sering kali membuat pembaca tidak nyaman, tapi justru itulah yang membuatnya begitu sulit dilupakan. Dari semua kisah gelap ini, mana yang paling bikin hati kamu remuk dan susah move on?



















