Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Novel Tomorrow, and Tomorrow, and Tomorrow Difilmkan, Sudah Baca?

Novel Tomorrow, and Tomorrow, and Tomorrow Difilmkan, Sudah Baca?
Tomorrow, and Tomorrow, and Tomorrow (instagram.com/aaknopf | instagram.com/daisyedgarjones)
Intinya Sih
  • Novel 'Tomorrow, and Tomorrow, and Tomorrow' karya Gabrielle Zevin akan diadaptasi menjadi film dengan Daisy Edgar-Jones sebagai Sadie Green dan dijadwalkan tayang pada 12 November 2027.
  • Cerita mengikuti dua sahabat, Sam Masur dan Sadie Green, yang membangun karier di industri video game sambil menghadapi ambisi, pengkhianatan, serta pencarian makna cinta dan koneksi manusia.
  • Novel ini disarankan dibaca sebelum menonton filmnya karena menawarkan detail dunia game yang kaya, karakter kompleks, serta tema persahabatan dan cinta nonkonvensional yang sulit dirangkum dalam satu film.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Novel Tomorrow, and Tomorrow, and Tomorrow karya Gabrielle Zevin akhirnya resmi akan diadaptasi ke layar lebar. Kabar ini langsung disambut antusias oleh para penggemarnya. Aktris Daisy Edgar-Jones dipastikan menjadi pemeran utama dalam film tersebut, membawakan karakter Sadie Green, seorang desainer game jenius yang mendirikan studio bernama Unfair Games.

Novelnya sendiri berkisah tentang perjalanan dua sahabat yang bertransformasi menjadi mitra kreatif di industri video game sejak era 90-an. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 12 November 2027. Jadi, masih ada waktu untuk kamu menyelesaikan novelnya duluan! Simak di bawah ini beberapa hal yang menarik dari buku Tomorrow, and Tomorrow, and Tomorrow!

1. Sinopsis Tomorrow, and Tomorrow, and Tomorrow

Tomorrow, and Tomorrow, and Tomorrow karya Gabrielle Zevin (penguinrandomhouse.com)
Tomorrow, and Tomorrow, and Tomorrow karya Gabrielle Zevin (penguinrandomhouse.com)

Novel ini menceritakan tentang perjalanan dua sahabat, Sam Masur dan Sadie Green, yang reuni secara tak terduga di sebuah stasiun kereta di Boston setelah enam tahun tidak bertegur sapa. Keduanya lalu memulai kolaborasi kreatif yang legendaris di dunia desain video game. Mereka menciptakan game pertama mereka, Ichigo, bahkan sebelum sempat menyelesaikan kuliah. Dalam semalam, nama mereka meroket dan dunia seolah ada di genggaman tangan.

Namun, kesuksesan besar ternyata gak cukup untuk melindungi mereka dari benturan ambisi, pengkhianatan, dan luka yang datang silih berganti. Dikisahkan selama tiga dekade, novel ini menyentuh banyak tema yang terasa dekat. Ada tentang identitas, kegagalan, hingga kebutuhan manusia untuk dicintai dan terhubung satu sama lain. Singkatnya, ini kisah cinta, tapi bukan yang biasa-biasa saja.

2. Kenapa buku ini menarik dibaca sebelum menonton filmnya?

Tomorrow, and Tomorrow, and Tomorrow (instagram.com/aaknopf)
Tomorrow, and Tomorrow, and Tomorrow (instagram.com/aaknopf)

Tomorrow, and Tomorrow, and Tomorrow bukan sekadar novel romansa biasa. Zevin membangun dunia yang sangat kaya dengan detail industri video game dari era 90-an hingga 2000-an, karakter-karakter yang kompleks, dan lapisan emosi yang sulit diringkas hanya dalam durasi satu film. Membaca novelnya duluan akan membuat pengalaman menonton jadi jauh lebih dalam karena kamu sudah mengenal Sam dan Sadie secara utuh.

Selain itu, novel ini mengangkat tema-tema besar yang relevan dan terasa personal. Mulai dari dinamika persahabatan yang rumit, ambisi kreatif, sampai tentang bagaimana dua orang bisa saling mencintai tanpa pernah benar-benar bersama.

3. Rekomendasi buku dengan tema yang mirip

Normal People  karya Sally Rooney (books.apple.com/Sally Rooney)
Normal People karya Sally Rooney (books.apple.com/Sally Rooney)
  • The Midnight Library karya Matt Haig: novel ini bercerita tentang seorang perempuan yang tiba-tiba masuk ke sebuah perpustakaan ajaib berisi semua kemungkinan hidupnya yang belum pernah ia jalani. Cocok banget buat kamu yang suka tema penyesalan dan pertanyaan 'bagaimana kalau dulu aku memilih jalan yang berbeda?'
  • Eleanor Oliphant is Completely Fine karya Gail Honeyman: kisah perempuan dengan luka masa lalu yang dalam dan pelan-pelan belajar membuka diri serta berteman dengan orang lain. Temanya soal kesepian dan koneksi manusia terasa sangat relate.
  • Daisy Jones and The Six karya Taylor Jenkins Reid: dua musisi berbakat yang berkolaborasi tapi penuh ketegangan, romansa terpendam, dan ambisi yang sering berbenturan. Vibe-nya mirip banget dengan dinamika Sam dan Sadie di dunia kreatif.
  • A Little Life karya Hanya Yanagihara: tentang empat sahabat yang tumbuh bersama dan saling menopang di tengah luka serta trauma masing-masing. Berat secara emosional, tapi salah satu novel yang paling susah dilupakan.
  • Remarkably Bright Creatures karya Shelby Van Pelt: bercerita tentang persahabatan tak terduga antara seorang ibu yang berduka dan seekor gurita di akuarium. Mereka bersama-sama mengungkap misteri masa lalu. Ringan, hangat, dan bikin senyum-senyum sendiri.
  • Normal People karya Sally Rooney: kisah dua orang yang terus saling tarik-ulur dari masa SMA sampai dewasa, mencintai tapi selalu ada sesuatu yang menghalangi. Kalau kamu suka romansa yang gak straightforward seperti Sam dan Sadie, ini wajib dibaca.

Demikian ringkasan tentang novel Tomorrow, and Tomorrow, and Tomorrow. Kamu tertarik baca?

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriyanti Revitasari
EditorFebriyanti Revitasari

Related Articles

See More