ilustrasi media sosial (pexels.com/Bastian Riccardi)
Saat ini, media sosial menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Berdasarkan laporan Digital 2026: Indonesia dari We Are Social dan Meltwater, jumlah identitas pengguna media sosial di Indonesia mencapai 180 juta pada Oktober 2025, meningkat 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut setara dengan 62,9 persen dari total populasi Indonesia.
Besarnya jumlah pengguna media sosial membuat platform digital menjadi ruang penting untuk memperoleh dan menyebarkan informasi. Pengguna dapat menemukan konten sesuai dengan minat dan aktivitas mereka melalui sistem rekomendasi yang mengatur konten pada beranda.Namun, interaksi antara perilaku manusia dan algoritma juga dapat memengaruhi bagaimana informasi menyebar.
Sebuah penelitian mengenai Human-algorithm interactions help explain the spread of misinformation (2024), membahas hubungan antara kecenderungan perhatian manusia terhadap informasi emosional dan bermuatan moral dengan algoritma yang dirancang untuk menarik perhatian pengguna.
Menurut kerangka yang dibahas dalam penelitian tersebut, misinformasi dapat memanfaatkan interaksi antara kecenderungan perhatian manusia dan amplifikasi algoritma untuk menyebar secara online. Para peneliti juga menekankan bahwa penyebaran misinformasi tidak dapat dijelaskan hanya melalui perilaku manusia atau algoritma secara terpisah, melainkan melalui interaksi keduanya.
Artinya, persoalan di era digital bukan sekadar seberapa canggih teknologi yang kita gunakan, tetapi juga bagaimana kita berinteraksi dengan informasi yang muncul di dalamnya. Konten yang sering muncul atau mendapatkan banyak perhatian belum tentu memiliki tingkat kebenaran yang tinggi.