Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Pelajaran Episode Hasil Tempatan Upin & Ipin, Pentingnya Makan Buah!
pelajaran dari episode "Hasil Tempatan" Upin & Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)
  • Episode "Hasil Tempatan" memperkenalkan buah lokal seperti pisang, mangga, rambutan, manggis, dan buah naga sebagai pilihan lezat yang mudah didapat, tak kalah dari buah impor.
  • Buah dapat dikenalkan kepada anak secara kreatif, misalnya diolah menjadi es krim dengan potongan buah utuh, sehingga tampil menarik tanpa menghilangkan pengalaman mengenal rasa aslinya.
  • Konsumsi buah perlu tetap seimbang: dijadikan pelengkap makanan utama, tidak dimakan berlebihan, serta bagian lain seperti kulit manggis dapat diolah menjadi produk kesehatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Musim 8 serial Upin & Ipin sering disebut-sebut sebagai peak season kartun asal Malaysia ini. Sebab, dari segi grafik animasinya, desain para karakternya, serta alur ceritanya, semuanya benar-benar terasa segar, tapi tetap berhasil mempertahankan nuansa sederhana yang ada pada episode Upin & Ipin keluaran terdahulu. Salah satu episode di musim ini yang dinilai paling memorable oleh penggemar adalah "Hasil Tempatan".

Episode ini dengan elok memperlihatkan keanekaragaman buah-buahan lokal, yang kadang keberadaannya masih tersisihkan oleh makanan atau buah-buahan lain yang lebih populer di mata masyarakat. Padahal, buah-buahan, terutama yang tumbuh di negara sendiri, amat perlu menjadi bagian dari konsumsi sehari-hari karena menawarkan banyak manfaat bagi tubuh. Yuk, simak pelajaran positif yang bisa dipetik dari episode "Hasil Tempatan" berikut ini!

1. Buah-buahan lokal sama enaknya dengan buah impor

Kak Ros mengeluarkan buah-buahan lokal dari keresek ke wadah (youtube.com/Les' Copaque Production)

Upin di episode ini sempat terlihat mencari keberadaan buah stroberi dan anggur, padahal Opah sudah membeli beraneka jenis buah-buahan lokal. Ehsan juga turut berniat mendatangi tempat kampanye buah-buahan lokal, tapi malah tak jadi karena Ipin mengatakan kalau pameran tersebut tidak menyediakan buah macam anggur dan stroberi. Hal ini menjadi petunjuk jelas betapa buah-buahan lokal masih kerap tersisihkan dan dipandang sebelah mata, bahkan oleh masyarakat di negaranya sendiri.

Namun, dari episode ini pula, penonton bisa belajar untuk lebih menghargai keberadaan buah-buahan lokal. Episode ini dengan baik memperkenalkan beraneka ragam buah tempatan, macam pisang, jambu, mangga, rambutan, kelengkeng, manggis, sampai buah naga. Semuanya tampak menggiurkan dan para karakter bocah di episode ini pun begitu lahap menyantapnya. Daripada mencari buah impor yang kadang harganya cukup mahal, buah-buahan lokal jauh lebih mudah didapatkan. Bahkan, kita bisa menanamnya sendiri kalau memang berniat menyantapnya secara rutin.

2. Ada cara kreatif untuk mengenalkan buah pada anak yang masih belum doyan

es krim buah segar milik Ipin yang dibuat oleh Kak Ros (youtube.com/Les' Copaque Production)

Jangan dikira kalau camilan kekinian selalu berupa makanan tinggi gula atau berisi komponen tak sehat. Nyatanya, buah-buahan lokal yang biasa kita lihat sehari-hari pun bisa disulap menjadi kudapan yang terlihat kekinian, macam Kak Ros yang membuat es krim dari buah-buahan segar untuk kedua adiknya. Ini juga bisa menjadi inspirasi cara kreatif bagi para orangtua yang bingung bagaimana mengenalkan buah pada anak, tanpa harus memaksa atau membuat mereka trauma mencobanya lagi.

Saat diubah menjadi es krim, rasa buahnya bakal masih tetap terasa, tapi dengan wujud yang lebih menarik dilihat mata sekaligus sensasi dingin dan menyegarkan yang bikin ketagihan. Cobalah tiru cara Kak Ros ini agar anak perlahan mulai doyan makan buah. Baiknya, selain buah yang diblender, hadirkan juga potongan buah utuh di dalam adonan es krimnya, supaya mereka tetap mengenal rasa dan sensasi memakan buah dalam bentuk aslinya.

3. Meski menyehatkan, buah semestinya hanya dijadikan menu sampingan

Kak Ros mengajarkan pentingnya memasukkan buah sebagai menu sampingan di setiap jam makan (youtube.com/Les' Copaque Production)

Walau sering digembor-gemborkan menyehatkan dan sangat penting dikonsumsi sehari-hari, bukan berarti kita harus makan buah-buahan melulu setiap saat. Kak Ros di episode ini mengingatkan pentingnya tetap mengonsumsi makanan utama dan menjadikan buah-buahan hanya sebagai kudapan di sela-sela jam makan atau disantap setelah menikmati makanan utama sebagai dessert.

Jadi, nasi dan lauk-pauk lainnya jangan sampai dilupakan begitu saja. Tak semestinya juga kamu merasa bersalah karena lebih banyak menyantap lauk macam daging atau sumber karbohidrat lainnya setiap kali waktu makan. Karena bagaimanapun, buah bukan pengganti makanan utama, melainkan salah satu bagian dari pola makan yang seimbang. Yang penting, konsumsi buah tetap hadir secara rutin untuk melengkapi kebutuhan nutrisi sehari-hari.

4. Makan buah berlebihan pun bukanlah hal baik

Tok Dalang duduk bersama para bocah yang asyik makan buah di teras rumahnya (youtube.com/Les' Copaque Production)

Nah, kalau Kak Ros sebelumnya cuma sebatas menasihati untuk menjadikan buah sebagai camilan sampingan, Tok Dalang malah lebih menekankan lagi bahwa sejauh apa pun buah disebut sebagai makanan sehat, tetap saja mengonsumsinya gak boleh berlebihan. Ada momen saat Atok melihat Ehsan yang berniat memakan durian sebanyak mungkin. Ia pun langsung menegurnya untuk tetap bijak dan gak terlalu kalap saat menyantapnya, supaya buah tetap baik bagi tubuh.

Mei Mei dan Ipin juga sempat menyinggung bahwa makan terlalu banyak durian bisa membuat kepala pening dan badan terasa panas. Terlepas dari apa pun, pesan yang ingin disampaikan scene satu ini sebenarnya cukup sederhana, yakni makanan sehat sekalipun tetap perlu dikonsumsi dalam jumlah wajar. Jadi, jangan mentang-mentang buah dianggap menyehatkan, lantas kita merasa bebas memakannya sebanyak mungkin.

5. Gak cuma isinya, bagian buah lain pun sama bermanfaatnya

Tok Dalang berlagak seolah dirinya menjadi bintang iklan dalam produk kesehatan ekstrak kulit manggis (youtube.com/Les' Copaque Production)

Selama ini, banyak orang yang menganggap cuma bagian isi alias daging buah saja yang paling bermanfaat karena termasuk satu-satunya bagian yang bisa dimakan langsung. Padahal, bagian lain dari buah sama bermanfaatnya, meski memang perlu melalui proses pengolahan lebih lanjut dan bukannya bisa langsung di-hap begitu saja.

Tok Dalang di episode ini sempat menjelaskan kepada anak-anak yang duduk nongkrong sembari menyantap aneka buah di rumahnya, bahwa manggis pun bukan hanya bagian isinya saja yang sedap dan berkhasiat. Kulitnya turut punya manfaat karena bisa diekstrak dan diolah menjadi berbagai produk kesehatan, macam kopi, jus, hingga krim kecantikan.

Rasanya, belum ada tayangan animasi mana pun yang bisa mensosialisasikan topik soal buah-buahan lokal sekeren dan semenarik episode "Hasil Tempatan" Upin & Ipin ini. Di sini, kita bisa melihat beraneka jenis buah-buahan lokal yang bentuk, rasa, dan warnanya sama-sama menarik perhatian serta gak kalah dari buah-buahan impor lainnya. Episodenya pun terasa ringkas, tapi tetap mencakup banyak detail penting, sehingga mampu memberikan wawasan positif, terutama bagi anak kecil yang menontonnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article