3 Pelajaran Hidup yang Didapatkan dari Pengalaman Ngekos

- Ngekos bikin kesadaran akan toleransi semakin tumbuh
- Tinggal di kosan mengajarkan untuk peduli dengan orang lain
- Jadi anak kos mengasah aneka keterampilan untuk jalani hidup
Tinggal di tempat kos dan resmi berstatus sebagai anak kos tentu menjadi bagian dari perjalanan hidup yang berharga. Kendati harus jauh dari orangtua dan keluarga, tetapi rasa sedih dan kesepian itu sering kali perlahan pudar dengan sendirinya. Bagaimana tidak, tinggal di kos bersama teman-teman baru yang berasal dari berbagai latar belakang akan membawa keceriaan yang membuat harimu lebih berwarna.
Namun, bila mau merenungkan lebih dalam, tinggal di kosan bukan hanya akan mendapatkan pengalaman seru, tetapi juga beragam pelajaran hidup yang sangat berharga. Kelak begitu sudah tidak lagi berada di kos dan terjun langsung ke dalam kehidupan bermasyarakat yang sesungguhnya, kamu akan lebih luwes. Lantas, apa saja pelajaran hidup yang didapatkan dari pengalaman ngekos? Cari tahu di bawah ini, yuk!
1. Ngekos bikin kesadaran akan toleransi semakin tumbuh

Menjalani hidup di tempat kos memang menantang bila belum terbiasa. Pasalnya, di sana ada orang lain yang karakternya berbeda. Semakin besar kos, semakin banyak penghuni, maka semakin beragam pula tantangan yang perlu dihadapi.
Namun, justru di situlah letak pelajarannya. Berinteraksi dengan orang-orang dari latar belakang yang sangat heterogen memang bisa membuatmu terkejut karena adanya perbedaan nilai dan budaya, tetapi di sisi lain bantu kamu memahami bahwa keberagaman itu merupakan hal yang hidup dalam masyarakat. Perlahan, tumbuh rasa toleransi yang membuatmu dapat beradaptasi dan menghargai sesama dengan baik.
2. Tinggal di kosan mengajarkan untuk peduli dengan orang lain

Anak-anak kos pada umumnya memang tinggal jauh dari orangtuanya. Mau tidak mau, mereka harus belajar untuk mandiri agar bisa bertahan hidup setiap hari. Namun demikian, pasti ada kalanya mereka mengalami situasi yang benar-benar menyulitkan dan tidak dapat dihadapi seorang diri, misalnya saat jatuh sakit atau kehabisan uang karena kiriman bulanan datang terlambat.
Nah, sebagai sesama anak kos, membangun kepekaan sosial adalah sebuah keharusan. Rasa peduli kepada teman yang sedang mengalami masalah harus ditumbuhkan agar dia yang kesulitan tidak merasa sendirian. Jika semuanya solid begini, maka akan mampu tetap tegar meski hidup jauh dari orangtua.
3. Jadi anak kos mengasah aneka keterampilan untuk jalani hidup

Tidak dapat dimungkiri bahwa hidup sebagai anak kos memang penuh dengan keterbatasan, apa lagi bila statusnya masih anak kuliahan yang belum punya penghasilan sendiri. Sering kali, satu-satunya sumber uang adalah kiriman dari orangtua setiap bulan. Oleh sebab itu, mau tidak mau harus berhemat agar uang itu cukup untuk menghidupi diri sampai tiba kiriman di bulan berikutnya.
Kendati keterbatasan semacam itu tidak nyaman, tetapi justru mampu membantu mengasah berbagai keterampilan untuk menjalani hidup. Pada kondisi kepepet begitu, kreativitas anak kos jadi berkembang. Mereka belajar mengatur keuangan, belajar memasak, hingga berusaha mencari kerja sampingan demi menambah uang saku. Semua itu membuat anak kos menjadi semakin terampil, mandiri, dan tangguh, sehingga lebih siap untuk menghadapi kehidupan nyata di masa depan.
Ngekos merupakan salah satu pengalaman yang seru dalam kehidupan seseorang. Kendati prosesnya tidak mudah, tetapi ada beberapa pelajaran hidup yang didapatkan dari pengalaman ngekos. Mantan anak kos, mana suaranya?


















