Penasaran Berapa Biaya Hidup di Belanda? Ini Rinciannya!

- Hidup di Belanda dikenal mahal, dengan biaya sewa apartemen pinggiran kota mencapai 1.200–1.800 euro per bulan dan kamar bersama sekitar 500–800 euro belum termasuk utilitas.
- Belanja bahan makanan bulanan berkisar 200–400 euro per orang, sementara makan di restoran bisa mencapai 15–30 euro sekali makan; tersedia juga bantuan pangan gratis lewat Voedselbank.
- Asuransi kesehatan wajib bagi semua penduduk dengan biaya 130–150 euro per bulan, namun subsidi zorgtoeslag tersedia bagi berpenghasilan rendah; total hidup hemat sekitar 1.500–2.000 euro.
Katanya tinggal di Belanda itu enak, bukan hanya karena fasilitasnya yang bagus, tapi juga karena work-life balance yang benar-benar kuat. Jam kerja di Belanda umumunya amat terstruktur dan menghargai waktu pribadi.
Tahu istilah niksen? Niksen merupakan salah satu prinsip yang diterapkan oleh masyarakat Belanda dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Secara harfiah, artinya “tidak melakukan apa-apa”. Gaya hidup ini bertujuan untuk menjaga kesehatan fisik maupun mental dari mengistirahatkan pikiran.
Meski tepat untuk jadi tempat #KaburDuluAja, tinggal di Belanda juga dikenal mahal. Lantas, berapa memangnya biaya hidup tinggal di Negeri Kincir Angin ini?
1. Biaya sewa tempat tinggal di Belanda

Tiap tahun, kenaikan biaya menjadi fenomena yang seolah merata di seluruh negara, termasuk Belanda. Di Belanda, mencari rumah pun menjadi suatu hal yang sulit karena beberapa faktor, seperti permintaan yang tinggi sementara supply terbatas dan banyaknya antrian. Sama seperti di Indonesia, banyak orang Belanda membeli rumah secara KPR alih-alih cash.
Adapun untuk sewa tempat tinggal seperti apartemen di pinggiran kota berkisar antara 1.200 euro hingga 1.800 euro per bulan (sekitar Rp21 juta hingga Rp31,5 juta). Untuk kamar bersama atau share room, harga sewanya berkisar antara 500 euro hingga 800 euro per bulan (sekitar Rp8,7 juta hingga Rp14 juta).
Di beberapa tempat, harga share room tersebut belum termasuk biaya utilitas seperti listrik, gas, dan air, ya, yang pengeluarannya bisa memakan biaya sekitar 100 euro hingga 200 euro per bulan (setara Rp1,7 juta hingga Rp3,5 juta).
2. Biaya makan di Belanda

Ada sejumlah supermarket Belanda yang bisa kamu tuju untuk membeli bahan-bahan makanan, salah satunya Albert Heijn. Estimasi belanja bulanan di Belanda untuk masak sendiri adalah sekitar 200 euro hingga 400 euro per orang (setara Rp3,5 juta hingga Rp7 juta). Dengan nominal segitu, kamu sudah bisa makan layak dan bergizi karena memperoleh bahan makanan seperti buah, sayur, susu, telur, dan daging.
Menariknya, dilansir laman ellyafriani.blog, Belanda menerapkan kebijakan sosial berupa Voedselbank (bank makanan). Voedselbank merupakan bantuan makanan gratis dari supermarket untuk warga yang membutuhkan (umumnya warga berpenghasilan rendah, ekspatriat, dan mahasiswa yang memenuhi syarat).
Lalu, bagaimana kalau ingin makan atau jajan di luar? Kalau kamu memilih makan di restoran Belanda, biayanya cukup mahal karena tingginya biaya tenaga kerja dan jasa. Di restoran kasual, kamu perlu menyiapkan anggaran sekitar 15 euro hingga 30 euro untuk sekali makan per orang (sekitar Rp260.000 hingga Rp525.000).
Kemudian, untuk sekali nongkrong dengan memesan kopi dan camilan, harganya berkisar antara 5 euro hingga 8 euro per orang (sekitar Rp88.000 hingga Rp140.000).
3. Biaya transportasi di Belanda

Masyarakat Belanda itu banyak menggunakan sepeda sebagai alat transportasinya. Negara ini pun ramah bagi para pengendara sepeda. Adapun untuk transportasi umum yang juga bisa kamu pilih seperti kereta, bus, dan trem.
Tarif transportasi umum di Belanda menggunakan sistem zona dan jarak. Untuk perjalanan jarak dekat di dalam kota, sekali jalan umumnya memakan biaya sekitar 2 euro hingga 4 euro (setara Rp35.000 hingga Rp70.000). Ada juga kereta antarkota yang tarifnya terbilang cukup mahal. Sekali jalan, misalnya dari Utrecht ke Amsterdam, biaya yang perlu kamu keluarkan kurang lebih 9 euro (sekitar Rp157.000).
4. Biaya asuransi wajib di Belanda

Gak seperti di Indonesia ketika kepesertaan BPJS Kesehatan masih sering terabaikan oleh beberapa orang, di Belanda memiliki asuransi kesehatan itu wajib. Siapa pun yang tinggal di Belanda, entah itu untuk bekerja, menempuh pendidikan, magang, atau lainnya harus mendaftarkan diri ke perusahaan asuransi setempat dalam waktu empat bulan sejak kedatangan. Adapun biaya untuk asuransi kesehatan minimal berkisar antara 130 euro hingga 150 euro per bulan (sekitar Rp2,2 juta hingga Rp2,6 juta).
Kabar baiknya, Pemerintah Belanda menetapkan kebijakan yang adil bagi pekerja, mahasiswa, maupun penduduk yang punya pendapatan di bawah batas minimum tertentu. Kalau kamu termasuk, kamu bisa mengajukan subsidi asuransi kesehatan yang disebut zorgtoeslag.
Dengan begitu, pengeluaranmu di asuransi kesehatan bisa lebih ringan. Kemudian, bagi mahasiswa internasional yang hanya belajar tanpa mengambil kerja paruh waktu atau magang, mereka bisa menggunakan asuransi khusus pelajar yang harganya jauh lebih murah.
Kalau diakumulasikan secara kasar, untuk kebutuhan dasar, total biaya dengan gaya hidup hemat di Belanda ialah sekitar 1.500 euro hingga 2.000 euro per bulan (setara Rp26,2 juta hingga Rp35 juta). Nah, kalau kamu ingin hidup ekstra nyaman, kamu bisa menyiapkan anggaran sekitar 2.500 euro hingga 3.500 euro per bulannya (setara Rp43,7 juta hingga Rp61,2 juta). Jadi, sudah siap #KaburDuluAja ke Belanda?





















