Banyak perempuan di era modern ini tumbuh dengan tuntutan untuk bisa melakukan semuanya dengan benar, seperti berhasil dalam karier dan hadir sepenuhnya untuk keluarga demi menjaga ekspektasi sosial yang tinggi.
Namun, di balik semua peran itu sering muncul perasaan bersalah, misalnya saat fokus pada pekerjaan, mereka akan merasa mengabaikan rumah. Begitu juga sebaliknya, saat memprioritaskan keluarga, merasa tertinggal secara profesional.
Dilema ini bukan sekadar persoalan pilihan, melainkan tekanan yang membuat perempuan seakan selalu berada di posisi serba salah. Lalu, apa saja rasa bersalah yang sering dialami para perempuan, khususnya seorang ibu dan bagaimana menyikapinya?
