5 Alasan Monyet Bukan Hewan Peliharaan Ideal, Bisa Sebarkan Penyakit!

- Monyet bukanlah hewan peliharaan yang ideal karena terbiasa hidup di alam liar
- Memelihara monyet memerlukan area luas dan proses perizinan yang rumit
- Perawatan khusus diperlukan karena monyet rentan mengalami penyakit zoonotik
Monyet merupakan hewan yang mungkin kerap ditemukan di area hutan atau pegunungan. Sebetulnya memang sangat jarang sekali menemukan monyet di pemukiman karena hewan ini tidak terlalu ramah untuk orang-orang, sehingga bisa menimbulkan bahaya atau pun kerusakan jika dibiarkan.
Sayangnya tidak sedikit orang yang justru tertarik untuk memelihara monyet di rumah, padahal hewan yang satu ini sebetulnya bukanlah termasuk ke dalam hewan peliharaan. Tentu saja statement di atas didukung dengan beberapa alasan berikut ini yang juga akan menjelaskan mengapa monyet bukanlah peliharaan yang ideal.
Table of Content
1. Membutuhkan area yang luas

Kamu tentunya perlu menyadari bahwa memelihara monyet bukanlah hal yang umum karena memang hewan tersebut terbiasa hidup di alam liar. Monyet beraktivitas dengan cara berpindah dari satu pohon ke pohon lain dengan cara bergelantungan, sehingga tidak mendukung apabila harus tinggal di rumah.
Jika kamu tetap ingin memelihara monyet di rumah, maka kamu membutuhkan area yang luas untuk membantunya agar bisa lebih leluasa dalam bergerak. Tentu saja hal ini harus dipersiapkan dengan matang karena jika areanya tidak sesuai, maka monyet akan rentan mengalami kondisi stres yang berpengaruh pada kesehatannya.
2. Risiko bahaya karena hewan agresif

Jika kamu menganggap bahwa monyet merupakan hewan yang menggemaskan dan lucu, maka ini merupakan anggapan yang keliru. Pada dasarnya monyet justru bisa menjadi hewan yang sangat agresif dan berbahaya bagi manusia karena tidak jarang akan menyerang.
Biasanya potensi bahaya pada monyet ini akan mulai terjadi apabila sudah mencapai kematangan seksual, sebab sudah memiliki gigi atau pun cakar yang relatif tajam sehingga bisa menyerang siapa pun yang dinilai membahayakannya. Tidak heran jika monyet bukanlah hewan peliharaan yang ramah dan cocok untuk manusia.
3. Masalah perizinan

Memutuskan untuk memiliki monyet ternyata tidak sesederhana seperti memutuskan untuk merawat anjing atau pun kucing. Pada kenyataannya kamu memerlukan proses perizinan terlebih dahulu, apalagi jika monyet yang kamu pelihara ternyata merupakan monyet yang eksotis.
Biasanya ada undang-undang tersendiri ya memang melarang kepemilikan monyet, sehingga memerlukan lisensi khusus jika tetap ingin memeliharanya. Menurut UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, di Pasal 21 ayat 2, disebutkan bahwa setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup maupun mati.
Jika sengaja melakukan pelanggaran tersebut kamu bisa dipidana penjara hingga lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta. Kalau kamu lalai melakukan pelanggaran tersebut, hukumannya penjara paling lama setahun dan denda maksimal Rp50 juta.
Oleh sebab itu, wajar jika monyet dianggap sebagai hewan yang tidak ideal untuk dipelihara karena memang proses regulasi dan hukumnya cenderung rumit.
4. Perawatannya sulit

Rasanya wajar apabila menganggap bahwa monyet bukanlah hewan yang ideal untuk dipelihara di rumah karena alasan perawatan. Memang perawatan yang dibutuhkan hewan yang satu ini tidak bisa sembarangan, apalagi jika kamu mengambil monyet dari alam liar.
Kamu membutuhkan berbagai macam perawatan khusus yang diberikan pada monyet, khususnya dari dokter hewan yang berpengalaman dengan hewan-hewan primata seperti itu. Alasannya karena monyet bukan tidak mungkin akan rentan mengalami berbagai macam masalah kesehatan, sehingga membutuhkan perawatan yang tepat.
5. Potensi penyebaran penyakit zoonotik

Kamu harus tahu bahwa monyet ternyata merupakan hewan yang sangat berisiko mengalami penyebaran penyakit zoonotik. Hal inilah yang harus benar-benar diwaspadai oleh banyak orang sebelum memutuskan untuk memelihara di rumah karena memang berbagai risiko ini bisa menyebabkan bahaya yang cukup serius.
Monyet bisa saja membawa atau menyebarkan penyakit-penyakit zoonotik kepada manusia, sebut saja seperti virus ebola, virus simian imunodefisiensi, hingga virus herpes B sekali pun. Oleh sebab itu, jika nekat memelihara monyet, maka risiko penyebaran penyakit zoonotik pun akan lebih rentan terjadi.
Pada dasarnya memang memelihara monyet di rumah tidak bisa dilakukan secara sembarangan, apalagi statusnya ilegal. Meski begitu, tetap saja ada orang-orang yang ingin memelihara monyet di rumah untuk memenuhi gengsi dan keinginan pribadinya. Monyet pada dasarnya bukanlah hewan peliharaan!
FAQ seputar alasan monyet bukan hewan peliharaan ideal
| Mengapa monyet dianggap bisa menjadi sangat berbahaya saat dewasa? | Monyet memiliki insting liar yang kuat. Ketika mencapai kematangan seksual, perilaku mereka sering kali berubah menjadi agresif, tidak terduga, dan teritorial. Mereka memiliki gigi taring yang tajam dan kekuatan fisik yang mampu melukai manusia secara serius. |
| Apakah monyet bisa menularkan penyakit kepada manusia? | Ya. Monyet dapat membawa berbagai penyakit zoonosis (penyakit yang berpindah dari hewan ke manusia) seperti virus Herpes B, tuberkulosis, hingga parasit yang bisa berakibat fatal bagi manusia. Sebaliknya, penyakit ringan manusia seperti flu biasa juga bisa mematikan bagi monyet. |
| Apakah monyet bisa dilatih untuk menggunakan toilet layaknya anjing atau kucing? | Hampir mustahil. Monyet tidak memiliki kontrol otot yang sama untuk menahan buang air seperti hewan peliharaan domestik. Mereka sering kali buang air di mana saja, yang kemudian menimbulkan masalah kebersihan dan kesehatan yang serius di dalam rumah. |












![[QUIZ] Dari Jenis Batu Meteorit Pilihanmu, Ini Caramu Buat Keputusan](https://image.idntimes.com/post/20231106/photo-1655448985613-3d16697a7250-a0a51f7a58669ba98ac0be589946151c-582e29b6ef454bb2ca77a031bc4a427c.jpeg)





