Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Post-holiday Blues Pascahaji, Begini Penjelasan dan Cara Atasinya

Post-holiday Blues Pascahaji, Begini Penjelasan dan Cara Atasinya
ilustrasi orang melakukan ibadah haji (pexels.com/Ali Karim)
Intinya Sih
  • Post-holiday blues pascahaji adalah perasaan sedih, cemas, dan kehilangan semangat setelah kembali dari ibadah haji karena perubahan suasana dari spiritual ke rutinitas duniawi.
  • Kondisi ini dipicu oleh faktor emosional seperti stres finansial, rasa kehilangan, gangguan tidur, hingga kesulitan menyesuaikan diri dengan aktivitas harian setelah pengalaman religius yang mendalam.
  • Untuk mengatasinya, disarankan beristirahat cukup, mengubah pola pikir bahwa rutinitas juga ibadah, membentuk micro habits positif, serta mempererat silaturahmi agar energi dan semangat kembali pulih.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Siapa yang baru saja pulang beribadah haji di tanah suci? Bagaimana rasanya setelah kembali ke tanah air, apakah kamu merasa sedih karena perjalanan hajimu sudah selesai, atau bahkan kamu merasa depresi dan gak bersemangat menjalani hari? Tenang, perasaan itu wajar, kok. Mungkin saja kamu mengalami yang namanya post-holiday blues.

Post-holiday blues adalah perasaan sedih ketika liburan atau perjalanan berakhir. Orang yang mengalami kondisi ini mungkin merasa stres, cemas, dan depresi. Biar makin paham tentang post-holiday blues pasca haji dan gimana sih cara adaptasi balik ke rutinitas, simak deh penjelasan berikut!

1. Penyebab dan ciri post-holiday blues

ilustrasi sekelompok orang yang sedang beribadah (pexels.com/Sahil Prakash)
ilustrasi sekelompok orang yang sedang beribadah (pexels.com/Sahil Prakash)

Liburan itu identik dengan momen menyenangkan dan membahagiakan. Makannya, saat liburan itu berakhir, ada perasaan sedih dan hampa. Dilansir laman Alodokter, ketika seseorang merasa kosong, kenangan akan hal-hal buruk mungkin bermunculan. Keadaan inilah yang memicu rasa sedih, depresi, hingga bad mood ketika liburan usai. Rasa sedih itu valid, kok, jadi kamu gak perlu merasa bersalah ketika mengalaminya. Sementara itu, dilansir laman Prudential, beberapa penyebab post-holiday blues mencakup financial stress, perasaan kehilangan, seasonal affective disorder (SAD), dan adanya riwayat kesehatan mental.

Lantas, bagaimana ciri-ciri post-holiday blues? Penderita post-holiday blues pada dasarnya punya gejala yang beda-beda. Selain merasa sedih, stres, dan cemas, ada sejumlah ciri umum lainnya dari kondisi ini, seperti kehilangan motivasi dan fokus, sering melamun, suasana hati yang buruk, mudah marah dan frustasi, gangguan tidur, merasa lelah, sulit menyesuaikan diri dengan rutinitas harian, dan rasa percaya diri yang menurun.

2. Kenapa post-holiday blues versi haji ini terasa nyata?

ilustrasi orang melaksanakan ibadah haji
ilustrasi orang melaksanakan ibadah haji (pexels.com/Yasir Gürbüz)

Kalau dalam konteks haji, post-holiday blues berarti perasaan sedih dan cemas seusai beribadah haji di tanah suci, Makkah. Bahkan, perasaan ini mungkin saja lebih berat dibanding pulang dari travelling pada umumnya. Bayangkan saja, selama berminggu-minggu di Makkah dan Madinah, hidupmu fokus pada ibadah dan mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa dalam nuansa yang mendukung untuk itu. Kamu kerap melihat Kakbah dan mendengar suara azan yang syahdu. Suasananya begitu sakral dan damai, bukan.

Lalu, begitu kamu menginjakkan kaki di tanah air, atmosfernya langsung berbeda. Kamu langsung dihadapkan dengan realitas yang ada: macet di jalan raya, urusan domestik, dan kerjaan yang menanti dituntaskan. Perubahan atmosfer dari spiritual ke serba duniawi inilah yang kerap memicu perasaan sedih dan cemas itu. Belum lagi, ketakutan dan kekhawatiran akan beban moral dan sosial.

3. Cara adaptasi ke rutinitas tanpa kehilangan energi

ilustrasi persaudaraan muslim (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi persaudaraan muslim (pexels.com/RDNE Stock project)

Apakah kondisi semacam ini bisa diatasi? Jawabannya tentu bisa. Supaya kamu gak berlarut-larut dalam perasaan sedih dan hampa, serta bisa produktif lagi setelah menjalankan ibadah haji, ada sejumlah tips yang bisa kamu lakukan.

  1. Beristirahat setelah perjalanan panjang. Jarak dari Indonesia ke Arab Saudi itu bukanlah perjalanan yang dekat, ditambah ibadah haji juga bukan aktivitas yang bisa dilakukan sesingkat mungkin. Maka, setelah pulang, beri waktu tubuh dan pikiranmu untuk beristirahat. Setibanya di rumah, jangan memaksakan diri beres-beres semuanya atau langsung bekerja. Untuk menyiasatinya, pastikan rumah dalam keadaan bersih dan rapi sebelum ditinggal pergi agar gak menambah beban kamu ketika pulang. Kemudian, kamu bisa pulang ke rumah beberapa hari sebelum kembali berkegiatan.
  2. Ubah pola pikir bahwa rutinitas juga bagian dari ibadah. Apa profesimu saat ini? Ingat, bekerja itu bagian dari ibadah lho selama diniatkan untuk mencari rida Allah Swt. Kegiatan seperti mengurus rumah tangga, mengajar, atau berbisnis adalah bentuk nyata dari pengabdian kita. Jadi, jangan merasa rutinitasmu sehari-harimu itu menjauhkanmu dari pahala dan membatasimu melaksanakan ibadah lainnya.
  3. Bentuk micro habits secara perlahan. Micro habits adalah tindakan atau kebiasaan kecil yang bisa berdampak positif bagi kehidupan kita, bahkan dalam jangka waktu lama. Nah, saat kamu merasa rindu akan atmosfer yang ada di tanah suci, kamu bisa membawa kebiasaan baik yang kamu lakukan di sana ke dalam habit-mu, misalnya membaca Al-Qur’an beberapa ayat atau salat sunnah. Gak perlu pasang target besar kok, yang penting konsisten.
  4. Kembali berinteraksi dengan tetangga dan saudara. Alih-alih menarik diri dari lingkungan, jadikan momen kepulanganmu untuk menyambung silaturahmi kepada sesama. Kamu bisa berbagi cerita-cerita baik yang menginspirasi kepada tetangga, teman, maupun saudaramu. Bagikan oleh-oleh kamu telah kamu siapkan dengan tulus. Kegiatan positif semacam ini akan mampu mengalirkan energi positif kepada orang-orang di sekitarmu dan membuat hatimu merasa bahagia.

Sadar gak bahwa post-holiday blues pascahaji itu bisa jadi bukti kalau perjalanan ibadahmu meninggalkan kesan yang mendalam di hatimu, lho. Jadikan kerinduanmu kepada tanah suci sebagai motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berdampak positif. Selamat beraktivitas kembali ya, dan semoga hati dan jiwamu selalu terjaga!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya

Related Articles

See More