Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Profil Julia Quin, Penulis Novel Populer Bridgerton
Julia Quinn (instagram.com/juliaquinnauthor)
  • Julia Quinn, lulusan Harvard, awalnya ingin menjadi dokter namun beralih menulis setelah terinspirasi novel romansa yang akhirnya mengubah arah hidupnya.
  • Kesuksesan dua novel pertamanya membuat Quinn meninggalkan sekolah kedokteran dan fokus penuh pada karier sebagai penulis roman historis.
  • Serial Bridgerton melambungkan namanya secara global, sementara ia juga aktif memperjuangkan literasi dan kebebasan membaca melalui berbagai organisasi sosial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Julia Quinn merupakan penulis roman historis asal Inggris yang namanya melejit lewat serial Bridgerton. Lewat ceritanya, pembaca diajak masuk ke dunia bangsawan Inggris yang serba glamor dengan gaya penulisan yang ringan, witty, dan romantis.

Menariknya, di balik halaman-halaman yang bikin baper itu, hidup Quinn ternyata cukup unik dan gak selalu “lurus” menuju dunia kepenulisan. Biar kamu lebih kenal sama penulis Bridgerton legendaris ini, yuk baca profil Julia Quinn berikut ini!

1. Lulusan Harvard yang sempat ingin menjadi dokter

Julia Quinn (instagram.com/juliaquinnauthor)

Julia Quinn merupakan lulusan Harvard & Radcliffe Colleges. Di situsnya juliaquinn.com, ia menceritakan masa seniornya di Harvard ketika ia merasa depresi karena belum tahu ingin menjadi apa. Quin sempat mempertimbangkan beberapa jalur, bahkan sempat menganggap sekolah kedokteran sebagai “opsi terakhir”

Saat berpikir untuk menjadi dokter, Quin menghitung berapa lama proses yang dia butuhkan untuk menjadi dokter dan sadar bahwa ia butuh waktu panjang.  Di fase “menunggu” ini, ia melihat sebuah novel romansa dan berpikir bahwa dia bisa menulis seperti novel itu. Keputusan impulsif yang sederhana itu akhirnya mengubah seluruh arah hidupnya.

2. Titik balik karier, melepaskan sekolah kedokteran

Julia Quinn (instagram.com/juliaquinnauthor)

Menurut ceritanya sendiri, dua tahun setelah ia mulai menulis, ia berada di titik memilih antara Yale School of Medicine dan Columbia College of Physicians & Surgeons. Suatu hari agennya memberi kabar besar bahwa dua buku pertamanya, Splendid (1995) dan Dancing at Midnight (1995) jadi rebutan penerbit dalam bidding war. 

Quin kemudian menunda sekolah kedokteran setahun untuk menulis novel berikutnya dan proses penundaan ini dilakukan berulang karena kecintaannya dengan menulis. Ia sempat menjalani pengalaman masuk sekolah kedokteran, tetapi beberapa bulan kemudian memilih mundur karena merasa itu terlalu 'gila'.  Setelah itu, ia memilih menjadikan menulis sebagai karier utamanya.

3. Semakin dikenal berkat serial Bridgerton

Julia Quinn (instagram.com/juliaquinnauthor)

Setelah beberapa tahun produktif menulis romance historis, Quin merilis novel The Duke and I pada tahun 2000, novel pertama seri Bridgerton yang semakin mengangkat namanya. Menariknya, dalam sebuah wawancara Goodreads, Quinn menyatakan bahwa ia awalnya membayangkan cerita Bridgerton cukup jadi trilogi romance Regency.

"Ketika aku mulai menulis The Duke and I, aku mengira itu akan jadi buku pertama dari sebuah trilogi. Aku berencana menulis tentang Daphne, Anthony, dan Colin. Demi apa pun, aku benar-benar tidak ingat kenapa aku memberi Daphne tujuh saudara laki-laki dan perempuan," papar Quin dalam interviewnya dengan Goodreads yang diterbitkan di 2016.

Dari situlah seri ini, Quin membangun basis pembaca setia dan mengukuhkan namanya sebagai penulis romance historis laris. Popularitasnya semakin meledak ketika Bridgerton diadaptasi jadi serial Shondaland-Netflix yang tayang pertama kali di 2020. Adaptasi ini memicu lonjakan penjualan buku dan membuat beberapa judulnya kembali masuk daftar best seller. 

4. Aktivitas di luar menulis

Julia Quinn (instagram.com/juliaquinnauthor)

Di luar menulis kisah romansa, Julia Quinn juga punya sisi yang cukup vokal di isu sosial. Di situs resminya, ia menyebut keterlibatannya sebagai anggota dewan Landesa, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada upaya mengamankan hak atas tanah bagi masyarakat pedesaan miskin.

Quin juga pernah menjadi national ambassador untuk EveryLibrary, dan bahkan menghabiskan sekitar 18 bulan berkeliling Amerika Serikat sebagai juru bicara untuk gerakan melawan pelarangan buku. Baginya, urusan literasi dan kebebasan membaca merupakan sesuatu yang ia perjuangkan langsung di lapangan.

5. Kehidupan pribadi

Julia Quinn (instagram.com/juliaquinnauthor)

Di luar kariernya sebagai penulis populer, Julia Quinn menjalani kehidupan keluarga yang cukup privat. Ia tinggal di Seattle (Pacific Northwest) bersama suami dan dua anaknya. Suaminya diketahui seorang dokter spesialis penyakit menular.

Selain itu, di situsnya, Quin juga menyebut ayahnya, Steve Cotler, juga merupakan penulis yang menulis seri anak middle grade Cheesie Mack.  Latar keluarga yang sama-sama dekat dengan dunia literasi ini ikut memberi gambaran kenapa menulis terasa begitu “natural” dalam hidupnya.

Itu tadi profil Julia Quinn penulis novel populer Bridgerton. Semoga bermanfaat buatmu!

Editorial Team