"People who live with their head in the clouds deserve to hit the ground every once in a while." (Orang-orang yang hidup dengan kepala di awang-awang layak sesekali jatuh ke tanah.)
"That's what happens when you free people from the restraints of time. They make their own rigid schedule." (Itulah yang terjadi ketika kamu membebaskan orang dari batasan waktu. Mereka membuat jadwal ketat mereka sendiri.)
"Everyone has secrets. And everyone has the right to keep them. Even if they're dead." (Setiap orang punya rahasia. Dan setiap orang punya hak untuk menyimpannya. Bahkan jika mereka sudah meninggal.)
"I would propose that every woman has a little darkness under the surface." (Saya berpendapat bahwa setiap wanita punya sedikit kegelapan di balik permukaannya.)
"I love you more than anything else in this world. That's why your words were like a knife stabbing me in the heart. That's why you have to die, too." (Aku mencintaimu lebih dari apa pun di dunia ini. Itulah sebabnya kata-katamu bagaikan pisau yang menusuk hatiku. Itulah sebabnya kamu juga harus mati.)
"It's not a calculation. It's a smart woman's instinct for self defense." (Itu bukan sebuah perhitungan. Itu adalah insting bertahan diri dari wanita yang cerdas.)
"You can't ignore someone who speaks to you from the heart." (Kamu tidak bisa mengabaikan seseorang yang berbicara kepadamu dari lubuk hatinya.)
"It was his knowledge of his own willful stupidity that had brought on his irritation." (Kesadarannya akan kebodohan yang dia sengaja sendiri itulah yang memicu rasa kesalnya.)
Manusia cenderung sulit untuk jujur, mereka lebih memilih terus berbohong untuk terlihat baik atau menutupi sesuatu.
"Your assumptions are your worst enemies. Trust them too much, and you'll fail to see what's right under your nose." (Asumsimu adalah musuh terburukmu. Terlalu mempercayainya, dan kamu akan gagal melihat apa yang ada tepat di depan matamu.)
"The modest wrinkles and the slackness of her skin were a matter of course. Proof she'd seized the reins in life. Nothing to be ashamed of." (Kerutan tipis dan kendurnya kulitnya adalah hal yang wajar. Bukti bahwa dia telah mengambil kendali atas hidupnya. Tidak ada yang perlu dimalukan.)
Manusia itu makhluk rumit yang sering melakukan hal-hal bertentangan. Bisa saja beberapa saat sebelumnya dia berniat mengadakan pesta atau memesan tempat di restoran, tapi jika dia ingin mati, maka dia akan mati.
"What matters here is the difference between what we feel and what we know." (Yang penting di sini adalah perbedaan antara apa yang kita rasakan dan apa yang kita ketahui.)
"Takes all sorts to make a world. It's hard to generalize what's odd and what's not." (Perlu segala macam jenis orang untuk membentuk sebuah dunia. Sulit untuk menggeneralisasi apa yang aneh dan apa yang tidak.)
"Grownups were always breaking promises as if it didn't matter at all." (Orang dewasa selalu mengingkari janji seolah itu tidak berarti apa-apa.)
"Teacher is under the illusion that he is teaching something, and the student is under the illusion that he is being taught. What's important is that this shared illusion makes both teacher and student happy. Nothing good is gained by facing the truth, after all. All we're doing is playing at education." (Guru terjebak dalam ilusi bahwa dia sedang mengajarkan sesuatu, dan murid terjebak dalam ilusi bahwa dia sedang diajari. Yang penting adalah ilusi bersama ini membuat guru dan murid sama-sama bahagia. Toh, tidak ada yang baik didapat dari menghadapi kebenaran. Yang kita lakukan hanyalah bermain-main dengan pendidikan.)
"If they could redirect the energy they'd spent on trying to find fault with the other side and put it toward finding a new direction that worked for everyone, they could all benefit." (Jika mereka bisa mengalihkan energi yang dihabiskan untuk mencari kesalahan pihak lain menjadi upaya menemukan arah baru yang menguntungkan semua orang, mereka semua bisa diuntungkan.)
Manusia adalah makhluk lemah. Secara naluriah, mereka akan berusaha mencari cara untuk menutupi kesalahannya.
Berhentilah memanfaatkan situasi yang menguntungkan hanya supaya kau bisa memaksakan pendapatmu.
Manusia cenderung sulit untuk jujur, mereka lebih memilih terus berbohong untuk terlihat baik atau menutupi sesuatu.
Demikian beberapa quotes dari Keigo Higashino. Ada yang relate denganmu?