5 Rekomendasi Buku Favorit Kylie Jenner untuk Teman Santai

- Only Love Is Real — Brian Weiss: Buku tentang cinta sejati yang melampaui ruang dan waktu, cocok untuk yang percaya pada koneksi jiwa.
- The Four Agreements — Don Miguel Ruiz: Buku klasik pengembangan diri dengan empat prinsip sederhana yang relevan untuk siapa pun.
- Many Lives, Many Masters — Brian Weiss: Buku spiritual dan psikologis tentang reinkarnasi, penyembuhan, keberanian menghadapi ketakutan, dan makna hidup.
Di balik kehidupan glamor dan sorotan media yang nyaris tak pernah padam, Kylie Jenner ternyata punya selera bacaan yang cukup emosional. Buku-buku pilihannya banyak membahas soal cinta, makna hidup, trauma masa lalu, hingga proses penyembuhan diri. Bacaan ini cocok untuk kamu yang ingin rehat sejenak dari rutinitas dan tenggelam dalam cerita yang lebih personal.
Menariknya, rekomendasi buku favorit Kylie Jenner bukan sekadar novel populer, tapi juga karya-karya spiritual dan pengembangan diri yang mengajak pembaca berpikir lebih dalam. Dari kisah reinkarnasi hingga romansa penuh luka dan harapan, daftar ini pas dijadikan teman santai di akhir pekan atau sebelum tidur.
1. Only Love Is Real — Brian Weiss

Buku ini mengajak pembaca menyelami gagasan tentang cinta sejati yang melampaui ruang dan waktu. Brian Weiss menceritakan pertemuan dua orang asing yang perlahan menyadari bahwa hubungan mereka bukanlah kebetulan, melainkan ikatan yang sudah terbentuk sejak kehidupan lampau. Ceritanya dibalut pendekatan spiritual yang membuat konsep reinkarnasi terasa emosional.
Di balik kisah cintanya, Only Love Is Real juga menyampaikan pesan bahwa setiap orang punya soulmate yang akan ditemukan pada waktu yang tepat. Buku ini cocok untuk kamu yang percaya bahwa cinta bukan hanya soal pertemuan fisik, tapi juga koneksi jiwa. Tak heran jika bacaan ini menarik perhatian Kylie, karena memberi sudut pandang romantis sekaligus menenangkan.
2. The Four Agreements — Don Miguel Ruiz

Buku klasik pengembangan diri ini menawarkan empat prinsip sederhana yang bisa mengubah cara pandang seseorang terhadap hidup. Miguel Ruiz menyoroti bagaimana kata-kata, asumsi, dan cara kita menilai diri sendiri sering kali menjadi sumber penderitaan. Dengan bahasa yang lugas, ia mengajak pembaca untuk lebih sadar dalam bersikap dan berpikir.
Empat kesepakatan hidup yang dibahas terasa relevan untuk siapa pun, termasuk mereka yang hidup di bawah tekanan ekspektasi publik seperti Kylie Jenner. Buku ini cocok dibaca perlahan sambil merenung, karena setiap bagiannya mendorong pembaca untuk hidup lebih jujur, ringan, dan penuh penerimaan.
3. Many Lives, Many Masters — Brian Weiss

Masih dari Brian Weiss, buku ini berangkat dari pengalaman nyata sang penulis sebagai seorang psikiater yang awalnya skeptis terhadap konsep kehidupan lampau. Melalui sesi terapi dengan pasiennya, ia justru menemukan cerita-cerita masa lalu yang berkaitan erat dengan trauma di kehidupan sekarang. Alurnya terasa seperti novel, tapi tetap berakar pada pengalaman profesional.
Yang membuat buku ini menarik adalah transformasi pribadi Weiss sendiri, dari penolakan hingga penerimaan. Many Lives, Many Masters tidak hanya membahas reinkarnasi, tapi juga tentang penyembuhan, keberanian menghadapi ketakutan, dan makna hidup. Bacaan ini pas untuk kamu yang tertarik pada sisi spiritual sekaligus psikologis manusia.
4. It Ends With Us — Colleen Hoover

Novel ini menyentuh tema hubungan yang rumit dan emosional, dengan tokoh utama Lily yang berusaha keluar dari pola cinta yang menyakitkan. Kisahnya mengalir dengan jujur, memperlihatkan bagaimana cinta tidak selalu hitam atau putih. Colleen Hoover menulis dengan gaya yang dekat dengan pembaca sehingga membuat setiap konflik terasa nyata.
Kylie Jenner sendiri pernah membagikan bukunya di Instagram dan mengaku sedih setelah menyelesaikannya. Itu bukan tanpa alasan, karena It Ends With Us meninggalkan bekas emosional yang kuat. Buku ini cocok untuk pembaca yang suka kisah cinta realistis, penuh luka, tapi juga keberanian untuk memilih diri sendiri.
5. It Starts With Us — Colleen Hoover

Sebagai kelanjutan dari It Ends With Us, buku ini memberi ruang bagi harapan dan proses penyembuhan. Cerita berfokus pada kesempatan kedua, cinta lama yang kembali, dan tantangan membangun hidup yang lebih sehat secara emosional. Lily kini berada di fase hidup yang berbeda, namun masa lalu masih ikut membayanginya.
Buku ini terasa lebih hangat dan optimis tanpa menghilangkan konflik yang realistis. It Starts With Us cocok dibaca untuk kamu yang percaya bahwa akhir yang pahit tidak selalu berarti segalanya harus berhenti. Mungkin inilah yang membuat Kylie kembali membagikan buku ini sebagai sebuah pengingat bahwa memulai ulang juga butuh keberanian.
Dari buku spiritual hingga novel romansa emosional, pilihan bacaan Kylie Jenner menunjukkan sisi dirinya yang reflektif dan penuh rasa ingin tahu. Nah, dari kelima buku di atas, mana yang paling ingin kamu baca terlebih dahulu?



















