Buku Lost Connections (dok. Bloomsburry /Lost Connections)
Johann Hari menulis buku ini setelah bertahun-tahun mengonsumsi antidepresan dan menyadari bahwa obat itu tidak pernah benar-benar menyentuh akar dari apa yang ia rasakan. Ia kemudian melakukan perjalanan panjang untuk menemui berbagai orang di berbagai negara dan mencari tahu apa yang sebenarnya ada di balik perasaan kehilangan arah dan kesedihan yang tidak jelas asalnya. Temuannya mengejutkan bukan karena bersifat radikal, tapi karena terasa sangat masuk akal setelah dibaca.
Hari berargumen bahwa banyak perasaan kehilangan makna yang dialami orang modern bukan semata-mata soal ketidakseimbangan kimia di otak, melainkan soal terputusnya koneksi terhadap hal-hal yang membuat hidup terasa berarti. Koneksi itu mencakup hubungan dengan orang lain, dengan pekerjaan yang bermakna, dengan nilai-nilai yang dipegang, hingga dengan masa depan yang terasa mungkin untuk dicapai. Buku ini tidak anti-pengobatan dan tidak menyederhanakan masalah kesehatan mental, tapi ia membuka percakapan yang lebih luas tentang kenapa begitu banyak orang merasa hilang di tengah dunia yang katanya semakin maju.
Hilang arah bukan kondisi permanen meski kadang terasa seperti itu. Otak yang kelelahan butuh input yang berbeda untuk bisa melihat jalan yang sebelumnya tidak terlihat. Rekomendasi buku untuk kamu yang lagi hilang arah akan membuka cara pandang yang berbeda sehingga sesuatu mulai terlihat lebih jelas.