Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
15 Rekomendasi Buku tentang Sustainability, Wajib Masuk Reading List
ilustrasi buku (pexels.com/karolinagrabowska)

Isu sustainability atau keberlanjutan kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari fashion, makanan, hingga cara manusia menjaga lingkungan. Membaca buku tentang sustainability bisa menjadi cara menarik untuk memahami krisis iklim dan berbagai persoalan lingkungan dari sudut pandang yang beragam.

Mulai dari perubahan iklim, konservasi laut, industri fashion, sistem pangan, hingga keadilan sosial, berbagai buku berikut menawarkan perspektif yang berbeda tentang keberlanjutan. Buat kamu yang ingin menambah wawasan sekaligus memahami isu sustainability secara lebih luas, rekomendasi berikut bisa masuk reading list.

1. Climate Wayfinding: Healing Ourselves and the Planet We Call Home — Katharine Wilkinson

Climate Wayfinding: Healing Ourselves and the Planet We Call Home by Katharine Wilkinson (books.google.co.id)

Buat kamu yang ingin memahami cara menghadapi krisis iklim, Climate Wayfinding karya Katharine Wilkinson bisa menjadi pilihan menarik. Buku ini membahas perjalanan dari rasa cemas dan ragu terhadap perubahan iklim menuju tindakan nyata. Isu keberlanjutan pun dipandang bukan hanya sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga pengalaman manusia.

Madalina Vlasceanu dari Stanford Doerr School of Sustainability merekomendasikan buku ini sebagai bacaan yang jernih dan penuh empati. Climate Wayfinding cocok bagi pembaca yang ingin menemukan peran dalam menghadapi krisis iklim. Buku ini juga mengajak pembaca melihat hubungan antara kesadaran, harapan, dan tindakan.

2. Forest of the Sea: The Remarkable Life and Imperiled Future of Kelp — David Helvarg

Forest of the Sea: The Remarkable Life and Imperiled Future of Kelp by David Helvarg (goodreads.com)

Kalau biasanya hutan identik dengan daratan, Forest of the Sea karya David Helvarg mengajak pembaca mengenal hutan kelp di bawah laut. Buku ini membahas peran penting ekosistem tersebut sekaligus berbagai ancaman yang mengintai masa depannya. Lewat pembahasan sejarah dan ekologi, pembaca diajak melihat keindahan serta pentingnya hutan bawah laut.

Barbara Block dan Brooke Weigel dari Stanford merekomendasikan buku ini karena menawarkan wawasan tentang salah satu habitat laut yang masih jarang dikenal. Forest of the Sea cocok bagi kamu yang ingin memahami sustainability melalui konservasi laut dan keanekaragaman ekosistem.

3. Playground — Richard Powers

Playground — Richard Powers (goodreads.com)

Playground karya Richard Powers merupakan novel berlatar lautan terbesar di dunia yang mengeksplorasi hubungan manusia dengan lingkungan dan teknologi. Ceritanya mengangkat kawasan laut yang masih liar sekaligus berbagai pertanyaan tentang masa depan laut. Lewat fiksi, buku ini menawarkan cara berbeda untuk memahami isu sustainability.

Novel ini direkomendasikan Stephen Monismith, profesor bidang kelautan di Stanford, bagi pembaca yang ingin melihat keberlanjutan dari perspektif laut. Perpaduan teknologi dan lingkungan membuat Playground relevan untuk memahami posisi manusia di tengah perubahan zaman. Buku ini cocok bagi kamu yang ingin mengeksplorasi isu lingkungan melalui cerita fiksi.

4. Here Comes the Sun: A Last Chance for the Climate and a Fresh Chance for Civilization — Bill McKibben

Here Comes the Sun: A Last Chance for the Climate and a Fresh Chance for Civilization — Bill McKibben (goodreads.com)

Here Comes the Sun karya Bill McKibben menjadi salah satu buku yang paling relevan dengan isu sustainability. Buku ini membahas krisis iklim, demokrasi, polusi udara, energi, serta peluang manusia untuk menciptakan perubahan. Pembahasannya menunjukkan bahwa persoalan lingkungan berkaitan erat dengan masa depan masyarakat dan peradaban.

Mark Jacobson, profesor civil and environmental engineering di Stanford, merekomendasikan buku ini karena isu iklim, polusi, dan keamanan energi membutuhkan perhatian serius. Here Comes the Sun cocok bagi kamu yang ingin memahami tantangan lingkungan sekaligus peluang membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.

5. The Red Deal: Indigenous Action to Save Our Earth — The Red Nation

The Red Deal: Indigenous Action to Save Our Earth — The Red Nation (goodreads.com)

Sustainability juga berkaitan dengan hubungan masyarakat adat terhadap tanah dan lingkungan. The Red Deal karya The Red Nation membahas aksi Indigenous dalam menjaga bumi, sekaligus menyoroti pengelolaan tanah, sumber daya alam, dan keadilan bagi komunitas adat.

Tad Fukami dari Stanford menilai buku ini penting untuk memahami kaitan keberlanjutan dengan kehidupan masyarakat adat. The Red Deal juga menjadi bacaan paling banyak diberikan dalam kelas land stewardship di Stanford pada musim dingin 2026.

6. Pod — Laline Paull

Pod — Laline Paull (goodreads.com)

Bagaimana jika kehidupan laut dilihat dari sudut pandang makhluk yang hidup di dalamnya? Pod karya Laline Paull menjawabnya melalui kisah Ea, seekor lumba-lumba spinner yang membawa pembaca menjelajahi kehidupan di laut. Novel ini menawarkan perspektif fiksi yang berbeda tentang hubungan manusia dan ekosistem laut.

Xavier Basurto dari Stanford merekomendasikan Pod karena menghadirkan perspektif nonmanusia tentang keberlanjutan laut. Novel ini cocok bagi kamu yang ingin memahami marine sustainability dengan cara yang berbeda.

7. California Against the Sea: Visions for our Vanishing Coastline — Rosanna Xia

California Against the Sea: Visions for our Vanishing Coastline — Rosanna Xia (goodreads.com)

Perubahan iklim turut mengancam kawasan pesisir yang menjadi tempat tinggal manusia dan habitat satwa. California Against the Sea karya Rosanna Xia membahas kenaikan permukaan laut di garis pantai California serta dampaknya bagi kota dan masyarakat. Buku ini menunjukkan bagaimana perubahan lingkungan dapat memengaruhi kehidupan di wilayah pesisir.

Direkomendasikan Christine Baker dari Stanford, buku ini relevan untuk memahami perubahan iklim dari perspektif adaptasi pesisir dan ketahanan wilayah. Cocok bagi kamu yang ingin mengetahui tantangan lingkungan yang dihadapi masyarakat di kawasan pantai.

8. Human Nature: Nine Ways to Feel About Our Changing Climate — Kate Marvel

Human Nature: Nine Ways to Feel About Our Changing Climate — Kate Marvel (goodreads.com)

Krisis iklim sering dibahas melalui data, suhu, emisi, dan hasil penelitian ilmiah. Namun, Human Nature karya Kate Marvel melihat perubahan iklim melalui sembilan emosi manusia yang muncul saat menghadapi dunia yang terus berubah. Pendekatan ini menunjukkan bahwa persoalan iklim juga memiliki sisi manusiawi.

Madalina Vlasceanu dari Stanford menilai buku ini mampu menghubungkan perubahan iklim dengan pengalaman batin manusia. Human Nature menunjukkan bahwa menghadapi krisis iklim tidak hanya membutuhkan teknologi dan kebijakan, tetapi juga pemahaman tentang respons manusia. Buku ini cocok bagi kamu yang ingin melihat sustainability dari sisi ilmu iklim dan psikologi.

9. Fashionopolis — Dana Thomas

Fashionopolis — Dana Thomas (goodreads.com)

Sustainability tidak hanya berkaitan dengan hutan, laut, dan perubahan iklim, tetapi juga barang yang digunakan sehari-hari. Fashionopolis karya Dana Thomas mengajak pembaca melihat industri fashion dan proses produksi pakaian secara massal, termasuk dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat. Buku ini menunjukkan bahwa di balik pakaian yang kita kenakan, terdapat persoalan yang lebih kompleks.

Thomas juga menghadirkan berbagai upaya untuk membuat industri fashion menjadi lebih bertanggung jawab. Pembahasannya dapat mendorong pembaca mempertimbangkan kembali kebiasaan membeli pakaian berdasarkan tren atau harga murah. Cocok bagi kamu yang ingin membangun kebiasaan fashion yang lebih bijak dan berkelanjutan.

10. No One Is Too Small to Make a Difference — Greta Thunberg

No One Is Too Small to Make a Difference — Greta Thunberg (amazon.com)

Buat kamu yang mencari bacaan singkat tentang krisis iklim, No One Is Too Small to Make a Difference karya Greta Thunberg bisa menjadi pilihan. Buku ini berisi kumpulan pidato Greta tentang kekhawatirannya terhadap krisis iklim sekaligus seruan kepada para pemimpin dunia untuk bertindak. Pesannya menunjukkan bahwa suara individu juga dapat mendorong perhatian terhadap persoalan lingkungan.

Sesuai judulnya, buku ini menegaskan bahwa siapa pun bisa mengambil peran dalam menghadapi krisis iklim. Keberanian untuk bersuara dan bertindak dapat menjadi bagian dari gerakan yang lebih luas. Cocok bagi kamu yang ingin mendapat dorongan untuk lebih peduli dan berkontribusi terhadap isu lingkungan.

11. Sustainable Beauty — Justine Jenkins

Sustainable Beauty (amazon.co.uk)

Rutinitas kecantikan juga bisa menjadi bagian dari gaya hidup berkelanjutan. Dalam Sustainable Beauty, Justine Jenkins membahas cara menjalankan rutinitas kecantikan yang lebih bertanggung jawab dengan memperhatikan penggunaan produk dan limbah yang dihasilkan. Buku ini cocok bagi kamu yang ingin tetap merawat diri sambil lebih peduli terhadap lingkungan.

Jenkins juga mengajak pembaca mempertimbangkan kembali jumlah produk yang digunakan dan tidak sekadar mengikuti tren kecantikan. Dengan lebih cermat memilih serta menggunakan produk, kebiasaan beauty sehari-hari bisa menjadi lebih berkelanjutan. Jadi, menerapkan sustainability tidak berarti harus meninggalkan rutinitas merawat diri.

12. The Third Plate — Dan Barber

The Third Plate — Dan Barber (goodreads.com)

Apa yang ada di atas piring ternyata berkaitan erat dengan cara manusia mengelola bumi. Dalam The Third Plate, chef Dan Barber mengeksplorasi hubungan antara makanan, pertanian, dan sumber daya alam sekaligus menawarkan pandangan tentang sistem pangan yang lebih berkelanjutan. Buku ini cocok bagi kamu yang ingin memahami sustainability melalui hal yang dekat dengan keseharian, yaitu makanan.

Barber juga menunjukkan bahwa makanan berkelanjutan tidak harus mengorbankan cita rasa. Bahan lokal dan praktik pertanian yang lebih bertanggung jawab justru dapat menciptakan pilihan kuliner yang menarik. Karena itu, The Third Plate layak masuk reading list untuk memahami kaitan antara pilihan makanan, pertanian, dan keberlanjutan lingkungan.

13. How Veganism Can Save Us — Emma Hakansson

How Veganism Can Save Us — Emma Hakansson (goodreads.com)

Pilihan makanan sehari-hari juga berkaitan dengan dampaknya terhadap lingkungan. Dalam How Veganism Can Save Us, Emma Hakansson membahas pengaruh peternakan hewan terhadap lingkungan, kesehatan manusia, dan kesejahteraan hewan, sekaligus menawarkan pola makan berbasis tumbuhan sebagai salah satu pilihan.

Buku ini tidak hanya mengajak pembaca mengikuti pola makan tertentu, tetapi juga memahami dampak dari makanan yang dikonsumsi. Cocok bagi kamu yang ingin lebih sadar terhadap hubungan antara pilihan makanan, lingkungan, dan kehidupan makhluk lain.

14. It's Not That Radical — Mikaela Loach

It's Not That Radical — Mikaela Loach (goodreads.com)

Persoalan sustainability juga berkaitan erat dengan keadilan sosial dan kondisi masyarakat. Dalam It's Not That Radical, Mikaela Loach membahas hubungan antara keadilan iklim, kesetaraan rasial, kemiskinan, eksploitasi ekonomi, dan ketidakadilan hukum. Buku ini menunjukkan bahwa isu lingkungan tidak cukup diatasi hanya melalui perubahan kebiasaan individu.

Loach mengajak pembaca melihat krisis iklim dari akar persoalan dan sistem yang turut memperkuat ketidakadilan. Perspektif ini cocok bagi kamu yang ingin memahami sustainability sekaligus kaitannya dengan perubahan sosial.

15. Wardrobe Crisis — Clare Press

Wardrobe Crisis — Clare Press (goodreads.com)

Masih dari dunia fashion, Wardrobe Crisis karya Clare Press mengajak pembaca melihat perjalanan pakaian sebelum sampai ke lemari. Buku ini membahas berbagai sisi industri fashion, mulai dari kondisi pekerja di sweatshop hingga dunia haute couture. Pembahasannya menunjukkan bahwa fashion memiliki persoalan yang lebih kompleks daripada sekadar tren dan penampilan.

Lewat buku ini, pembaca diajak memahami kaitan pakaian dengan tenaga kerja, sumber daya, produksi, dan distribusi. Pengetahuan tersebut dapat membantu kita lebih bijak dalam menentukan pilihan saat berbelanja. Jika ingin membangun wardrobe yang lebih bertanggung jawab, Wardrobe Crisis bisa menjadi bacaan yang relevan.

Dari isu iklim hingga fashion dan pangan, kelima belas buku ini menawarkan cara beragam untuk memahami sustainability dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, sudah siap menambah wawasan dan memasukkan salah satunya ke reading list kamu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article