Comscore Tracker

5 Ucapan yang Gak Boleh Dilontarkan pada Pasien COVID-19

Ucapanmu sangat berpengaruh bagi kesembuhan orang lain

Sudah setahun lebih, kita harus berjuang melawan COVID-19. Hingga saat ini, masih banyak orang yang harus berjuang untuk bisa pulih dari COVID-19. Oleh karena itu, kita harus bisa mendukung para pasien COVID-19 dengan baik.

Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah dengan memberikan ucapan penyemangat agar mereka tetap kuat untuk berjuang melawan COVID-19. Namun tanpa disadari, beberapa orang masih sering mengucapkan kalimat yang bisa menyakiti perasaan pasien COVID-19. Berikut adalah beberapa kalimat yang tidak boleh kamu ucapkan kepada pasien COVID-19.

1. Kamu tidak terlihat sakit

5 Ucapan yang Gak Boleh Dilontarkan pada Pasien COVID-19ilustrasi terlihat sehat (pexels.com/SHVETS production)

Jangan pernah ucapkan kalimat ini kepada pasien COVID-19! Tidak semua pasien COVID-19 memiliki keadaan yang sama. Sekalipun, terlihat baik-baik saja, bukan berarti orang tersebut tidak mengalami waktu yang sulit. Selain itu, kalimat ini seperti menyatakan bahwa kondisi yang ia alami adalah hal sepele.

Penting untuk diingat, tidak semua orang mau menunjukkan rasa sakitnya ke orang lain. Jadi, jangan pernah mengatakan kalimat ini kepada orang yang sedang sakit, apalagi untuk pasien COVID-19.

2. Kondisimu bisa lebih buruk, lho!

5 Ucapan yang Gak Boleh Dilontarkan pada Pasien COVID-19ilustrasi sedang sakit (pexels.com/Karolina Grabowska)

Bagi pasien COVID-19, dukungan dari orang-orang sekitar adalah hal yang sangat penting. Mengatakan hal yang menakutkan hanya akan membuat kondisinya semakin down. Apalagi, bila orang tersebut harus menghadapi COVID-19 sendirian.

Dilansir Eat This, seorang asisten profesor klinis di Weill Cornell Medical College yang bernama Bhaswati Bhattacharya, MPH, MD, Ph.D menyatakan untuk menggunakan kalimat positif, seperti "Yuk, fokus untuk meningkatkan kekebalan tubuhmu."

Tentu, kalimat ini akan jauh lebih baik bila dibandingkan dengan kalimat "Kondisi kamu bisa lebih buruk lagi, lho!".

3. Saya tahu perasaan yang sedang kamu alami

5 Ucapan yang Gak Boleh Dilontarkan pada Pasien COVID-19ilustrasi mengobrol (pexels.com/Edward Jenner)

Jangan katakan kalimat ini dengan sembarangan, apalagi jika kamu ternyata belum pernah mengalami COVID-19. Tentu saja kamu tidak tahu apa yang sedang dialami oleh pasien COVID-19.

Sekalipun, kamu pernah mengalami COVID-19, bukan berarti kamu bisa mengatakan kalimat ini. Mungkin tujuanmu mengatakan hal ini adalah untuk menunjukkan rasa peduli dan kamu tahu apa yang sedang dialami oleh orang tersebut, namun belum tentu orang lain yang terkena COVID-19 mengalami kondisi yang sama dengan dirimu.

Mengutip HuffPost, seorang terapis bernama Nicholas Hardy yang menetap di Houston menyatakan bahwa mengucapkan kalimat ini bisa saja membuat orang lain yang sedang mengalami COVID-19 merasa kita sedang membandingkan pengalaman dan mulai mempertanyakan yang terjadi dengan pikiran atau perasaan yang mereka miliki.

Oleh karena itu, lebih baik untuk mengucapkan "Apa yang kamu rasakan?". Karena kalimat ini menunjukkan bahwa kita fokus dengan keadaan yang sedang mereka alami, tanpa ada keinginan untuk membandingkan pengalaman yang kita miliki dengan apa yang sedang mereka alami.

Baca Juga: Sering Diabaikan, 6 Etika Saat Menjenguk Ibu Baru Melahirkan

4. Mengomentari berat badan orang yang sedang berjuang untuk sembuh dari COVID-19

5 Ucapan yang Gak Boleh Dilontarkan pada Pasien COVID-19ilustrasi berat badan (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Jangan pernah mengomentari berat badan orang yang sedang sakit! Dalam kondisi sehat, sudah banyak orang yang merasa insecure dan harus berjuang dengan berat badan yang mereka miliki.

Menurut kamu, apa yang akan terjadi bila mengatakan kalimat ini kepada orang yang sedang berjuang melawan COVID-19? Tentu saja, mereka akan semakin merasa down. Apalagi, jika selama ini orang tersebut sudah merasa insecure dengan berat badannya.

Jangan tambah beban pikiran mereka dengan menyinggung berat badannya, ya. Coba berikan kalimat penyemangat yang jauh lebih baik, tanpa harus menyinggung berat badan mereka saat ini. 

5. Jangan khawatir, semua akan baik-baik saja!

5 Ucapan yang Gak Boleh Dilontarkan pada Pasien COVID-19ilustrasi orang yang sedang sedih (pexels.com/Kat Jayne)

Kalimat ini mungkin terdengar baik untuk diucapkan. Namun, tanpa kita sadari, kalimat ini bisa menghalangi pasien COVID-19 mengungkapkan perasaan mereka yang sebenarnya. Padahal, merasa khawatir itu adalah perasaan yang pasti dialami oleh setiap manusia, baik dalam kondisi sehat maupun sakit.

Dilansir HuffPost, Nicholas Hardy yaitu seorang terapis yang menetap di Houston menyatakan bahwa untuk membantu pasien COVID-19, kita harus mau mendengarkan keluhan dan rasa khawatir yang pasien COVID-19 miliki. Karena, COVID-19 tidak hanya menyerang tubuh melainkan mental juga. Jadi, mendengarkan rasa kahwatir yang dimiliki oleh pasien COVID-19 akan sangat membantu dalam proses pemulihan mentalnya juga.

Mungkin bagi beberapa orang tak ada yang salah dari kalimat di atas, namun ucapan yang kita sampaikan bisa sangat memberikan bekas bagi orang yang mendengarnya.

Jika saat ini ada saudara atau teman kamu yang sedang berjuang melawan COVID-19, dukunglah mereka dengan ucapan positif. Katakan kepada mereka bahwa kamu akan berusaha untuk bisa menjadi pendukung yang memberikan pengaruh positif bagi proses kesembuhannya.

Baca Juga: 5 Adab Menjenguk Orang Sakit yang Harus Kamu Ketahui

Ruth Cikita Photo Verified Writer Ruth Cikita

[kosong]

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Debby Utomo

Berita Terkini Lainnya