Banyak orang mengira salah paham hanya terjadi karena cara berbicara yang kurang jelas atau komunikasi yang buruk. Padahal, penyebabnya bisa muncul jauh sebelum seseorang mulai berdiskusi. Salah satunya adalah kemampuan literasi yang masih rendah, yaitu ketika seseorang kesulitan memahami informasi secara utuh, menangkap konteks, atau membedakan fakta dengan pendapat.
Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca tulisan. Literasi juga mencakup kemampuan memahami isi informasi, menafsirkan maksud, serta memeriksa kebenaran sebelum menyimpulkan sesuatu. Sayangnya, kapasitas ini sering kali memiliki risiko jika tidak dimiliki oleh seseorang, yakni salah paham berawal dari kecakapan literasi yang rendah. Jika kemampuan ini belum terbentuk dengan baik, peluang terjadinya salah paham akan semakin besar, baik di media sosial maupun dalam kehidupan sehari-hari.
