Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Studi Ungkap Literasi Keuangan Rendah Bikin Orang Boros Waktu Juga

Studi Ungkap Literasi Keuangan Rendah Bikin Orang Boros Waktu Juga
ilustrasi waktu, alarm (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)
Intinya Sih
  • Studi TIAA Institute menunjukkan orang dengan literasi keuangan rendah menghabiskan rata-rata 13 jam per minggu untuk urusan finansial, jauh lebih banyak dibanding mereka yang paham pengelolaan uang.
  • Rendahnya literasi keuangan sering disertai kondisi finansial tidak stabil, membuat individu terus memindahkan uang antar kebutuhan dan kehilangan waktu produktif karena stres mengatur tagihan serta cicilan.
  • Membangun dana darurat dan otomatisasi transaksi seperti autodebet dapat mengurangi stres, menghemat waktu, serta membantu menjaga kestabilan keuangan tanpa harus repot memantau setiap detail secara manual.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pernah merasa urusan keuangan seolah gak pernah ada habisnya? Baru selesai membayar tagihan, sudah harus memikirkan cicilan, mengecek saldo, hingga menghitung pengeluaran bulan depan. Tanpa disadari, aktivitas seperti ini bisa menyita banyak waktu dan energi setiap minggunya, lho.

Menariknya, sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa masalahnya bukan hanya soal uang yang keluar, tapi juga waktu yang ikut terbuang. Jika literasi keuangan masih rendah, kamu berisiko menghabiskan jauh lebih banyak waktu hanya untuk mengurus masalah finansial dibandingkan orang yang lebih paham mengelola uang. Nah, supaya waktumu gak terus habis hanya karena urusan finansial, simak beberapa cara yang bisa mulai kamu terapkan berikut ini.

1. Literasi keuangan yang rendah bisa menyita waktu setiap minggu

ilustrasi melihat jam (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi melihat jam (pexels.com/cottonbro studio)

Mengelola uang memang membutuhkan perhatian, tapi jumlah waktunya ternyata bisa sangat berbeda pada setiap orang. Menurut penelitian dari TIAA Institute melalui Personal Finance Index (P-Fin Index), orang dewasa dengan tingkat literasi keuangan paling rendah menghabiskan rata-rata lebih dari 13 jam per minggu untuk memikirkan dan mengurus persoalan keuangan. Sebaliknya, mereka yang memiliki literasi keuangan tinggi hanya membutuhkan sekitar 4 jam per minggu.

Selisih hampir sembilan jam tersebut setara dengan satu hari kerja dalam seminggu. Waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk beristirahat, belajar keterampilan baru, atau berkumpul bersama keluarga justru habis untuk mengatasi berbagai persoalan finansial. Kondisi ini menunjukkan bahwa memahami dasar-dasar pengelolaan uang bukan hanya membantu kondisi finansial, tapi juga membuat hidup terasa lebih efisien.

2. Akar masalahnya sering kali bukan sekadar kurang pengetahuan

ilustrasi baca buku
ilustrasi baca buku (pexels.com/Ariel Castillo)

Banyak orang mengira stres soal uang muncul karena mereka belum memahami investasi, pajak, atau produk keuangan yang rumit. Padahal, menurut Christine Benz, Direktur Personal Finance and Retirement Planning di Morningstar, orang yang memiliki literasi keuangan rendah juga sering menghadapi kondisi keuangan yang kurang aman. Akibatnya, mereka harus terus memindahkan uang dari satu kebutuhan ke kebutuhan lain, mengatur pembayaran tagihan, hingga bernegosiasi dengan pihak pemberi pinjaman.

Kondisi tersebut membuat pikiran terus dipenuhi kekhawatiran mengenai uang. Waktu yang seharusnya dipakai untuk aktivitas produktif akhirnya habis karena harus mencari cara agar kebutuhan tetap terpenuhi. Artinya, meningkatkan literasi keuangan memang penting, tapi memperbaiki kondisi keuangan secara bertahap juga menjadi bagian dari solusi.

3. Dana darurat bisa mengurangi stres sekaligus menghemat waktu

ilustrasi dana darurat (pexels.com/Karolina Kaboompics)
ilustrasi dana darurat (pexels.com/Karolina Kaboompics)

Salah satu langkah yang paling disarankan para ahli adalah membangun dana darurat. Christine Benz menjelaskan bahwa memiliki tabungan darurat dapat mengurangi kebutuhan untuk terus memindahkan uang ketika muncul pengeluaran mendadak. Walaupun membangun dana darurat membutuhkan waktu, manfaatnya sangat besar untuk mengurangi beban pikiran.

Bayangkan ketika ban kendaraan tiba-tiba bocor atau kamu harus berobat secara mendadak. Jika sudah memiliki dana cadangan, kamu gak perlu panik mencari pinjaman atau khawatir tagihan lain menjadi tertunda. Dengan begitu, kamu juga gak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mengatur ulang seluruh kondisi keuangan setiap kali ada pengeluaran tak terduga.

4. Otomatisasi keuangan membuat hidup jauh lebih sederhana

ilustrasi tagihan
ilustrasi tagihan (freepik.com/rawpixel.com)

Menurut Doug Boneparth, seorang Certified Financial Planner sekaligus pendiri Bone Fide Wealth, banyak stres finansial sebenarnya berasal dari berbagai keputusan kecil yang terus tertunda. Tagihan yang belum dibayar, transfer tabungan yang lupa dilakukan, atau cicilan yang harus selalu diingat dapat menciptakan kecemasan yang berlangsung terus-menerus. Karena itu, ia menyarankan agar sebanyak mungkin transaksi keuangan dibuat otomatis.

Misalnya dengan mengaktifkan pembayaran tagihan otomatis, transfer rutin ke tabungan, atau autodebet cicilan. Selain itu, mengurangi jumlah rekening maupun kartu kredit yang digunakan juga bisa membantu karena kamu gak perlu terus-menerus mengecek banyak akun yang berbeda. Semakin sederhana sistem keuanganmu, semakin sedikit waktu yang harus dihabiskan untuk mengurusnya.

5. Belajar keuangan gak harus menguasai semuanya sekaligus

ilustrasi menghitung anggaran
ilustrasi menghitung anggaran (pexels.com/Kaboompics.com)

Ketika menghadapi masalah finansial yang lebih kompleks, kamu juga gak mesti menyelesaikannya sendirian. Surya Kolluri dari TIAA Institute menjelaskan bahwa saat ini banyak perusahaan menyediakan program edukasi keuangan, fasilitas perencanaan pensiun, hingga berbagai sumber belajar yang bisa dimanfaatkan karyawan. Memanfaatkan fasilitas tersebut dapat membantu meningkatkan pemahaman keuangan tanpa harus belajar dari nol sendirian.

Ia juga menyarankan agar kamu fokus mempelajari materi yang paling sesuai dengan kondisi hidup saat ini. Misalnya, jika masih berada di awal karier, prioritaskan belajar tentang kebiasaan menabung, pengelolaan anggaran, dan investasi jangka panjang. Dengan pendekatan yang lebih terarah, kamu gak akan kewalahan mempelajari semua hal sekaligus, sementara manfaatnya tetap bisa langsung dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Penelitian ini memperlihatkan bahwa rendahnya literasi keuangan bukan hanya berdampak pada kondisi finansial, tapi juga dapat menghabiskan banyak waktu setiap minggu. Semakin sering kamu dipusingkan oleh tagihan, utang, atau keputusan keuangan yang terus tertunda, semakin besar pula waktu dan energi yang terbuang.

Kabar baiknya, kebiasaan sederhana seperti membangun dana darurat, mengotomatisasi pembayaran, dan mempelajari materi keuangan yang relevan sudah bisa memberikan perubahan besar. Jadi, mulai tingkatkan literasi keuanganmu dari sekarang agar bukan hanya uang yang lebih terkelola, tapi juga waktumu menjadi jauh lebih berharga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More