Banyak orang masih menganggap nilai bagus dan prestasi tinggi sebagai tanda seseorang sudah “unggul” dalam segala hal. Padahal, kemampuan akademik tidak selalu berjalan seiring dengan kedewasaan dalam bersikap. Ada orang yang sangat pintar di bidang pendidikan, tetapi masih kesulitan mengelola emosi saat menghadapi masalah. Ada juga yang hebat dalam teori, namun kurang peka terhadap perasaan orang lain.
Hal ini menunjukkan bahwa kecerdasan akademik dan kecerdasan emosional adalah dua kemampuan yang berbeda. Keduanya sama-sama penting, tetapi proses berkembangnya tidak selalu sama. Karena itu, seseorang bisa unggul di satu sisi, namun masih perlu belajar di sisi lainnya. Berikut lima alasannya.
