Ilustrasi merenung (pexels.com/Mert Coşkun)
Pertanyaan pertama yang perlu diajukan adalah apakah kamu benar-benar mengetahui konteks masalahnya. Di media sosial, kadang informasi sering muncul dalam bentuk potongan video, screenshot, cuplikan pernyataan, atau unggahan yang sudah dirangkum oleh orang lain. Jadi, potongan informasi belum tentu menggambarkan kejadian secara keseluruhan.
Studi Pew Research Center berjudul Americans and ‘Cancel Culture’: Where Some See Calls for Accountability, Others See Censorship, Punishment menemukan bahwa salah satu alasan orang menganggap tindakan call-out sebagai hukuman yang tidak adil adalah karena orang sering tidak mempertimbangkan konteks atau maksud di balik sebuah unggahan sebelum melakukan konfrontasi. Dalam survei tersebut, 18 persen orang yang menganggap call-out sebagai hukuman yang tidak semestinya, menyebut kurangnya konteks sebagai salah satu alasannya.
Karena itu, sebelum ikut menyebarkan kritik, coba tanyakan: apakah kamu sudah membaca sumber awalnya? Apakah ada klarifikasi dari orang yang bersangkutan? Apakah video yang beredar merupakan potongan dari percakapan yang lebih panjang? Kalau jawabannya belum, mungkin tindakan paling bijak saat itu bukan ikut menyerang, melainkan menunggu sampai informasi yang tersedia lebih lengkap.