Comscore Tracker

Urutan Surat dalam Al-Qur'an Juz 5 dan Pembahasan Beberapa Ayatnya

Bahasannya mencakup pernikahan hingga hukum qasar salat

Al-Qur'an menjadi acuan pedoman hidup bagi umat manusia. Di dalamnya, terkandung banyak hal tentang berbagai aspek kehidupan, seperti yang tertuang dalam Surat An-Nisa pada Juz 5. Surat ini banyak membahas tentang perempuan, lho!

Dalam juz 5 sendiri, hanya ada Surat An-Nisa yang isinya dimulai dari ayat 24 sampai ayat 147. Selengkapnya, berikut adalah urutan surat dalam Al-Qur'an juz 5. Simak, yuk!

1. Ayat Surat An-Nisa yang lebih baik dari dunia dan seisinya

Urutan Surat dalam Al-Qur'an Juz 5 dan Pembahasan Beberapa Ayatnyailustrasi Al-Qur'an (unsplash.com/Tanya Syf)

Dalam Surat An-Nisa yang ada di juz 5, terdapat empat ayat yang menjadi kabar gembira bagi orang-orang mukmin. Seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud RA, ia mengatakan, "Empat ayat Surat An-Nisa bagi kaum muslimin lebih baik dari dunia dan seisinya."

Adapun keempat ayat yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Surat An-Nisa ayat 31

إِن تَجْتَنِبُوا۟ كَبَآئِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُم مُّدْخَلًا كَرِيمًا

In tajtani bu kabaa ira maa tunhauna anhu nukaffir ankum sayyiaatikum wanud khilkum mud kholan kariima.

Artinya: "Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)."

  • Surat An-Nisa ayat 48

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفْتَرَىٰٓ إِثْمًا عَظِيمًا

Innallaha laa yagh firu an yusy roka bihi wayagh firu maa duna dzalika liman yasaa’u, waman yusy rik billahi faqadiftara itsman adziima.

Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh dia telah berbuat dosa yang besar."

  • Surat An-Nisa ayat 64

وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذ ظَّلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ جَآءُوكَ فَٱسْتَغْفَرُوا۟ ٱللَّهَ وَٱسْتَغْفَرَ لَهُمُ ٱلرَّسُولُ لَوَجَدُوا۟ ٱللَّهَ تَوَّابًا رَّحِيمًا

Walau annahum idzzhalamu anfusahum jauka fas taghfarullaha was taghfara lahumurraluuhu lawajadullaha tawwabar rahima.

Artinya: "Dan Kami tidak mengutus seorang rasul melainkan untuk ditaati dengan izin Allah. Dan sungguh, sekiranya mereka setelah menzalimi dirinya datang kepadamu (Muhammad), lalu memohon ampunan kepada Allah, dan rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang."

  • Surat An-Nisa ayat 110

وَمَن يَعْمَلْ سُوٓءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُۥ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ ٱللَّهَ يَجِدِ ٱللَّهَ غَفُورًا رَّحِيمًا

Waman ya mal suu'a au yadh lim nafsahu tsumma yas tagh firillaha yajidillaha ghafuu ra rahima.

Artinya: "Dan barang siapa berbuat kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah, niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."

2. Ayat Surat An-Nisa yang membuat Rasulullah menangis

Urutan Surat dalam Al-Qur'an Juz 5 dan Pembahasan Beberapa Ayatnyailustrasi membaca Al-Qur'an (pexels.com/RODNAE Production)

Salah satu ayat Surat An-Nisa pernah membuat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menangis ketika mendengarkannya. Itu adalah Surat An-Nisa ayat ke-41.

فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِن كُلِّ أُمَّةٍۭ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَىٰ هَٰٓؤُلَآءِ شَهِيدًا

Fa kaifa idzaa ji'naa ming kulli ummatim bisyahiidiw wa ji'naa bika 'alā haa'ulaa'i syahiidaa

Artinya: "Maka, bagaimanakah (halnya orang kafir nanti) apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu)." (QS. An-Nisa, [4]:41).

Dilansir Rumaysho, kala itu, Rasulullah menyuruh Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu untuk membacakan Al-Qur'an. Mulanya, Ibnu Mas'ud merasa ragu untuk membacakannya lantaran Al-Qur'an sendiri diturunkan langsung kepada Rasul.

Nabi Muhammad lantas berkata, "Aku suka mendengarnya (bacaan Al-Qur'an) dari selainku."

Selanjutnya, Ibnu Mas'ud pun membacakan Surah An-Nisa. Ketika sampai pada ayat ke-41, Rasulullah berkata, "Cukup."

Setelah dikatakan begitu, Ibnu Mas'ud menoleh ke arah Nabi. Ia melihat Nabi yang bercucur air matanya.

Baca Juga: 5 Ayat Al Quran yang Bikin Semangat Kerja Lagi

3. Surat An-Nisa ayat 24–26 yang membahas tentang pernikahan

Urutan Surat dalam Al-Qur'an Juz 5 dan Pembahasan Beberapa Ayatnyailustrasi menikah (pexels.com/Maahid Photos)

Ayat 24 sampai ayat 26 dari Surat An-Nisa membahas tentang tujuan dalam pernikahan dan peringatan bagi sepasang suami istri agar tidak melanggar aturan agama. Selengkapnya, berikut adalah Surat An-Nisa ayat 24–26:

  • Surat An-Nisa ayat 24

وَٱلْمُحْصَنَٰتُ مِنَ ٱلنِّسَآءِ إِلَّا مَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ ۖ كِتَٰبَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ ۚ وَأُحِلَّ لَكُم مَّا وَرَآءَ ذَٰلِكُمْ أَن تَبْتَغُوا۟ بِأَمْوَٰلِكُم مُّحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَٰفِحِينَ ۚ فَمَا ٱسْتَمْتَعْتُم بِهِۦ مِنْهُنَّ فَـَٔاتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ فَرِيضَةً ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا تَرَٰضَيْتُم بِهِۦ مِنۢ بَعْدِ ٱلْفَرِيضَةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

Wal-muḥṣanātu minan-nisā`i illā mā malakat aimānukum, kitāballāhi 'alaikum, wa uḥilla lakum mā warā`a żālikum an tabtagụ bi`amwālikum muḥṣinīna gaira musāfiḥīn, fa mastamta'tum bihī min-hunna fa ātụhunna ujụrahunna farīḍah, wa lā junāḥa 'alaikum fīmā tarāḍaitum bihī mim ba'dil-farīḍah, innallāha kāna 'alīman ḥakīmā

Artinya: "Dan (diharamkan juga kamu mengawini) perempuan yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian, (yaitu) mencari istri-istri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka, istri-istri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna) sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."

  • Surat An-Nisa ayat 25

 وَمَن لَّمْ يَسْتَطِعْ مِنكُمْ طَوْلًا أَن يَنكِحَ ٱلْمُحْصَنَٰتِ ٱلْمُؤْمِنَٰتِ فَمِن مَّا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُم مِّن فَتَيَٰتِكُمُ ٱلْمُؤْمِنَٰتِ ۚ وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَٰنِكُم ۚ بَعْضُكُم مِّنۢ بَعْضٍ ۚ فَٱنكِحُوهُنَّ بِإِذْنِ أَهْلِهِنَّ وَءَاتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ مُحْصَنَٰتٍ غَيْرَ مُسَٰفِحَٰتٍ وَلَا مُتَّخِذَٰتِ أَخْدَانٍ ۚ فَإِذَآ أُحْصِنَّ فَإِنْ أَتَيْنَ بِفَٰحِشَةٍ فَعَلَيْهِنَّ نِصْفُ مَا عَلَى ٱلْمُحْصَنَٰتِ مِنَ ٱلْعَذَابِ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِىَ ٱلْعَنَتَ مِنكُمْ ۚ وَأَن تَصْبِرُوا۟ خَيْرٌ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Wa mal lam yastaṭi' mingkum ṭaulan ay yangkiḥal-muḥṣanātil-mu`mināti fa mimmā malakat aimānukum min fatayātikumul-mu`mināt, wallāhu a'lamu bi`īmānikum, ba'ḍukum mim ba'ḍ, fangkiḥụhunna bi`iżni ahlihinna wa ātụhunna ujụrahunna bil-ma'rụfi muḥṣanātin gaira musāfiḥātiw wa lā muttakhiżāti akhdān, fa iżā uḥṣinna fa in ataina bifāḥisyatin fa 'alaihinna niṣfu mā 'alal-muḥṣanāti minal-'ażāb, żālika liman khasyiyal-'anata mingkum, wa an taṣbirụ khairul lakum, wallāhu gafụrur raḥīm

Artinya: "Dan barang siapa di antara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka, dan berilah mas kawin mereka menurut yang patut, sedang mereka pun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka melakukan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kemasyarakatan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antara kamu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

  • Surat An-Nisa ayat 26

يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُبَيِّنَ لَكُمْ وَيَهْدِيَكُمْ سُنَنَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ وَيَتُوبَ عَلَيْكُمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Yurīdullāhu liyubayyina lakum wa yahdiyakum sunanallażīna ming qablikum wa yatụba 'alaikum, wallāhu 'alīmun ḥakīm.

Artinya: "Allah hendak menerangkan (hukum syariat-Nya) kepadamu, dan menunjukimu kepada jalan-jalan orang yang sebelum kamu (para nabi dan shalihin) dan (hendak) menerima tobatmu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."

4. Hukum qasar salat dalam Surat An-Nisa ayat 101

Urutan Surat dalam Al-Qur'an Juz 5 dan Pembahasan Beberapa Ayatnyailustrasi salat (pexels.com/Michael Burrows)

Bukan hanya soal pernikahan, ayat ke-101 dalam surat ini juga mencakup bahasan tentang salat, lebih tepatnya masalah qasar salat. Berdasarkan laman Rumaysho, qasar salat berarti mengurangi salat yang memiliki empat rakaat menjadi dua rakaat, baik dalam keadaan aman maupun genting.

Tentunya, seseorang tidak boleh seenaknya mengurangi rakaat salat. Harus ada sebab yang mendasari orang tersebut melakukan qasar. Dikutip dari Rumaysho, adapun syarat-syarat qasar salat adalah sebagai berikut:

  • Sedang melakukan safar (perjalanan) dengan jarak minimal 2 marhalah (menurut mayoritas ulama, sama dengan 119,9 km)
  • Mengerjakan safar yang mubah atau diperbolehkan agama
  • Mengetahui qasarnya diperbolehkan
  • Berniat qasar salat sewaktu takbiratul ihram
  • Salat yang diqasar hanya berlaku untuk jenis salat 4 rakaat (Zuhur, Asar, dan Isya saja)
  • Dalam keadaan safar hingga sempurna
  • Tidak bermakmum kepada imam yang rakaat salatnya sempurna.

Seperti yang disebutkan tadi, ayat ke-101 Surat An-Nisa menjadi salah satu dalil diperbolehkannya qasar salat.

وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِى ٱلْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَقْصُرُوا۟ مِنَ ٱلصَّلَوٰةِ إِنْ خِفْتُمْ أَن يَفْتِنَكُمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱلْكَٰفِرِينَ كَانُوا۟ لَكُمْ عَدُوًّا مُّبِينًا

Wa iżā ḍarabtum fil-arḍi fa laisa ‘alaikum junāḥun an taqṣurụ minaṣ-ṣalāti in khiftum ay yaftinakumullażīna kafarụ, innal-kāfirīna kānụ lakum ‘aduwwam mubīnā

Artinya: "Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqasar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya, orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu." (QS. An-Nisa, [4]:101).

Selain dari Al-Qur'an, juga terdapat hadis yang menjadi dalil untuk persoalan ini. Dari Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma, ia berkata,

"Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Ia tidaklah pernah menambah lebih dari dua rakaat (untuk salat yang aslinya empat rakaat) ketika safarnya. Begitu pula Abu Bakar, 'Umar, dan Utsman radhiyallahu 'anhum seperti itu pula." (HR. Bukhari no. 1102).

5. Mengingat keenam rukun iman pada surat An-Nisa ayat 136

Urutan Surat dalam Al-Qur'an Juz 5 dan Pembahasan Beberapa Ayatnyailustrasi berdoa (pexels.com/Thirdman)

Ayat ini mengandung hikmah dan mengingatkan umat Islam terkait enam hal yang terdapat dalam rukun iman. Adapun bunyi Surat An-Nisa ayat ke-136 adalah sebagai berikut:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ ءَامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلْكِتَٰبِ ٱلَّذِى نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَٱلْكِتَٰبِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ مِن قَبْلُ ۚ وَمَن يَكْفُرْ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَٰلًۢا بَعِيدًا

Yā ayyuhallażīna āmanū āminụ billāhi wa rasụlihī wal-kitābillażī nazzala 'alā rasụlihī wal-kitābillażī anzala ming qabl, wa may yakfur billāhi wa malā`ikatihī wa kutubihī wa rusulihī wal-yaumil-ākhiri fa qad ḍalla ḍalālam ba'īdā

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya." (QS. An-Nisa, [4]:136).

Rukun iman inilah yang menjaga manusia agar tidak dijauhi dari pertolongan Allah SWT. Jika mengutip dari Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, manusia yang mengingkari rukun iman merupakan orang yang sudah tersesat sangat jauh. Orang tersebut juga tidak menemui kebenaran dan petunjuk dari Allah SWT.

Selain itu, terdapat makna lain yang terdapat dalam Surat An-Nisa ayat 136, yaitu beriman kepada Allah SWT adalah kebutuhan dasar dari setiap manusia. Kebahagiaan dan manfaat dalam hidup bisa diperoleh jika seseorang bersandar dan mengingat Allah SWT.

Baca Juga: Pengertian Iman Secara Bahasa dan Istilah menurut para Ulama

6. Belajar ikhlas dan sabar melalui surat An-Nisa ayat 146

Urutan Surat dalam Al-Qur'an Juz 5 dan Pembahasan Beberapa Ayatnyailustrasi Al-Qur'an (pexels.com/RODNAE Productions)

Ikhlas menjadi salah satu sikap yang diajarkan Islam. Banyak ayat Al-Qur'an yang mengajarkan setiap muslim untuk bersikap ikhlas, salah satunya terdapat dalam Surat An-Nisa ayat 146. Bunyinya sebagai berikut:

إِلَّا ٱلَّذِينَ تَابُوا۟ وَأَصْلَحُوا۟ وَٱعْتَصَمُوا۟ بِٱللَّهِ وَأَخْلَصُوا۟ دِينَهُمْ لِلَّهِ فَأُو۟لَٰٓئِكَ مَعَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ۖ وَسَوْفَ يُؤْتِ ٱللَّهُ ٱلْمُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيمًا

Illallażīna tābụ wa aṣlaḥụ wa'taṣamụ billāhi wa akhlaṣụ dīnahum lillāhi fa ulā`ika ma'al-mu`minīn, wa saufa yu`tillāhul-mu`minīna ajran 'aẓīmā

Artinya: "Kecuali orang-orang yang tobat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka, mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar."

Dengan senantiasa ikhlas, hati seseorang akan menjadi lebih tenang dan tenteram. Adapun niat yang disertai oleh keikhlasan akan membuahkan tindakan yang ikhlas juga, lho!

7. Keutamaan membaca Surat An-Nisa

Urutan Surat dalam Al-Qur'an Juz 5 dan Pembahasan Beberapa Ayatnyailustrasi sekelompok perempuan membaca Al-Qur'an (pexels.com/Thirdman)

Seperti surat Al-Qur'an lainnya, An-Nisa juga memiliki beberapa keutamaan. Ini beberapa keutamaan dari Surat An-Nisa:

  • Terdapat empat ayat yang lebih disukai daripada dunia dan seisinya

Ibnu Mas'ud berkata, "Sesungguhnya di dalam Surat An-Nisa, ada empat ayat yang lebih aku sukai daripada dunia dan seisinya." Ayat tersebut merupakan An-Nisa ayat 31, ayat 48, ayat 64, dan ayat 110, di mana masing-masing ayat tersebut sudah dijabarkan sebelumnya.

  • Ayat terakhir An-Nisa adalah ayat yang mencukupi

Dari Abu Ishaq dari Al Barra', ia berkata, "Seseorang mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sambil berkata, 'Wahai Rasulullah, mereka meminta fatwa kepadamu tentang kalalah (mayat yang tidak punya anak dan orang tua). Katakanlah, 'Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah.' Maka, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda padanya, 'Ayat saif (ayat terakhir dari Surat An-Nisa) sudah mencukupimu." (HR. Tirmidzi no. 2968).

  • Dapat menghilangkan kejelekan

Dari Adi bin Tsabit, ia berkata, "Aku mendengar Abdullah bin Yazid menceritakan dari Zaid bin Tsabit tentang ayat 'Maka, mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik (QS. An-Nisa, [4]:88)', Zaid berkata, 'Sepulangnya para sahabat Nabi SAW dari (perang) Uhud, di antara mereka terpecah menjadi dua kelompok, sebagian mereka mengatakan, 'Perangi (bunuh) mereka!', sementara sebagian lainnya mengatakan, 'Jangan.' Lalu, turunlah, 'Maka, mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik (QS. An-Nisa, [4]:88).' Zaid berkata, 'Ayat ini menjadi pelipur lara.' Zaid berkata, 'Ayat ini juga dapat menghilangkan kejelekan sebagaimana api membersihkan karat besi.'" (HR. Tirmidzi no. 2954, dinilai hasan sahih oleh Abu Isa).

  • Surat yang dibaca oleh Rasulullah ketika melaksanakan salat malam

Telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari 'Amru bin Murrah dari Abu Hamzah bekas budak Al Anshari dari seorang laki-laki dari Bani 'Absi dari Hudzaifah, dia melihat Rasulullah SAW salat malam. Dalam salatnya itu, beliau membaca surat Al-Baqarah, Ali 'Imran, An Nisa', Al Maidah, atau Al An'am. (HR. Abu Dawud no. 740).

Nah, itulah tadi urutan surat dalam Al-Qur'an juz 5 yang hanya diisi satu surat, yaitu Surat An-Nisa. Semoga ada pembelajaran yang dipetik dari pembahasan tersebut, ya!

Baca Juga: Urutan Surat dalam Al-Qur’an Juz 6, Lengkap dengan Keutamaannya

Topic:

  • Bella Manoban
  • Rizna Hidayah

Berita Terkini Lainnya