Ilustrasi mengerjakan tugas di kamar (pexels.com/Ron Lach)
Kasur yang seharusnya identik dengan tidur bisa berubah fungsi menjadi tempat bekerja, makan, menonton, hingga membalas pesan. Lama-kelamaan, otak dapat menerima tempat tidur sebagai area untuk tetap aktif, bukan sebagai tanda bahwa waktunya beristirahat.
Konsep ini berkaitan dengan stimulus control, yaitu membangun hubungan yang lebih kuat antara tempat tidur dan tidur. Jadi, semakin konsisten kamu menggunakan kasur untuk tidur, semakin mudah tubuh dan pikiran mengenali bahwa berada di sana berarti waktunya beristirahat.
Sleepmaxxing bukan berarti harus membuat rutinitas tidur yang ribet atau mengikuti setiap tren. Justru, menghilangkan kebiasaan kecil yang mengganggu tidur bisa menjadi langkah yang lebih masuk akal.
Mulai malam ini, coba pilih satu kebiasaan yang paling sering kamu lakukan dan hentikan secara bertahap. Tidur yang berkualitas bukan soal rutinitas yang sempurna, tetapi kebiasaan yang bisa kamu jalankan secara konsisten.