- takjil ringan dulu,
- salat magrib,
- baru makan utama dengan porsi wajar.
5 Strategi Berbuka yang Gak Bikin Ngantuk, Ibadah Malam Tetap Gas

Pilih minuman dan makanan ringan dulu saat berbuka agar gula darah tidak naik turun drastis.
Atur porsi dan komposisi makan supaya tubuh tidak bekerja terlalu berat dan memicu kantuk.
Tetap aktif ringan setelah makan, jangan langsung rebahan. Dengan begitu, energi tetap terjaga sampai malam.
Siapa yang setelah azan magrib sering kalap makan? Meja penuh gorengan, es manis, nasi, lauk bersantan. Semua masuk mulut tanpa rem. Lima belas menit kemudian? Badan rasanya berat, mata 5 watt, dan bawaannya pengen rebahan. Padahal, masih ada tarawih, kerjaan, atau quality time bareng keluarga.
Rasa kantuk setelah berbuka itu wajar sekali, tapi sebenarnya bisa diminimalkan. Kuncinya ada pada strategi. Bukan soal makan sedikit atau menahan diri secara ekstrem, tapi lebih ke cara dan pilihan yang lebih bijak. Nah, agar puasa tetap lancar dan malam hari tetap produktif, ini beberapa strategi berbuka yang tidak membuatmu langsung tumbang.
1. Hindari minuman terlalu manis dan dingin sekaligus

Berbuka dengan es teh manis jumbo memang menggoda. Namun, kombinasi gula tinggi dan suhu dingin sering membuat tubuh kaget. Gula sederhana dalam jumlah besar bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, lalu turun drastis. Nah, penurunan inilah yang menyebabkan lemas dan kantuk.
Kalau mau minum manis, pilih yang lebih ringan atau kurangi kadar gulanya. Kamu bisa juga ganti dengan infused water atau air kelapa tanpa tambahan gula. Rasanya tetap segar, tapi tidak menyebabkan “crash” setelahnya.
2. Jangan langsung makan berat

Kesalahan paling umum saat berbuka ialah langsung makan nasi dalam porsi besar. Setelah seharian kosong, sistem pencernaan bekerja lebih lambat. Kalau langsung dihajar makanan berat dan berlemak, tubuh butuh energi ekstra untuk mencerna. Akhirnya, darah lebih banyak mengalir ke sistem pencernaan dan kamu jadi mengantuk.
Strateginya sederhana yang bisa kamu coba:
Jeda ini membantu tubuh lebih siap menerima makanan berat tanpa bikin kamu langsung tepar. Ini pun mencegah kamu makan kalap.
3. Perhatikan komposisi makanan

Biar tidak langsung mengantuk, komposisi makanan juga penting diperhatikan. Coba pastikan dalam satu piring ada:
- karbohidrat kompleks (nasi merah, kentang, atau nasi putih secukupnya);
- protein (ayam, telur, tahu, tempe, ikan);
- serat (sayur dan buah).
Protein dan serat membantu menjaga gula darah lebih stabil. Jadi, energi yang dihasilkan lebih tahan lama dan tidak membuatmu cepat lemas. Sebaliknya, terlalu banyak gorengan dan makanan bersantan bikin tubuh terasa berat. Boleh, sih, sesekali, tapi jangan jadi menu utama setiap hari.
4. Makan secukupnya, bukan sepuasnya

Setelah menahan lapar seharian, ada pola pikir “balas dendam” saat berbuka. Padahal, makan berlebihan justru membuat tubuh bekerja keras. Perut yang terlalu penuh memberi sinyal ke otak untuk istirahat. Hasilnya? Ngantuk berat!
Coba makan sampai merasa cukup, bukan sampai kekenyangan. Ingat, masih ada waktu setelah tarawih kalau memang ingin ngemil lagi. Puasa bukan lomba siapa paling banyak makannya saat berbuka, kan?
5. Jangan langsung rebahan

Ini kebiasaan yang sering sekali kejadian. Habis makan, langsung rebahan sambil menggulir HP. Selain kurang baik untuk pencernaan, ini bikin tubuh makin masuk mode tidur.
Coba biasakan duduk tegak atau jalan santai sebentar di rumah. Aktivitas ringan membantu proses pencernaan dan menjaga tubuh tetap segar. Bahkan, sekadar membereskan meja makan atau cuci piring bisa membantu kamu tetap terjaga.
Strategi berbuka yang tidak menyebabkan kantuk itu bukan tentang menahan diri secara berlebihan, tapi tentang ritme. Kamu bisa mulai dari makan yang ringan, memberi jeda, memilih makanan yang seimbang, hingga makan secukupnya. Dengan cara ini, energi tetap stabil dan kamu masih bisa tarawih atau menyelesaikan aktivitas malam tanpa drama kantuk.
Ramadan itu momen ibadah sekaligus menjaga tubuh tetap sehat. Jadi, sayang sekali kalau setiap habis berbuka, kamu malah tumbang di sofa. Yuk, mulai atur strategi dari sekarang agar puasamu lebih maksimal, badan tetap enteng, dan malam hari tetap produktif!

















